— Angers SCO akan menjamu LOSC Lille dalam pertandingan pembuka Ligue 1. Tim tamu LOSC Lille, yang musim lalu finis di peringkat ketiga, harus mewaspadai kehadiran gelandang Belanda, Branco van den Boomen, yang berpotensi mengganggu strategi tim asuhan Davide Ancelotti.

Branco van den Boomen, 31 tahun, baru saja bergabung dengan Angers SCO secara bebas transfer setelah kontraknya dengan Ajax Amsterdam berakhir. Ia menjadi pemain kunci di lini tengah Angers dengan perannya sebagai sentinela yang membawa ketenangan dan mengatur alur serangan. Dengan rata-rata usia tim yang muda, pengalaman Van den Boomen sangat vital.

Pemain asal Belanda ini dikenal sebagai pengatur serangan yang cermat, mampu mengirimkan umpan-umpan panjang akurat kepada para penyerang. Kemampuan ini menjadi ancaman serius bagi pertahanan Lille, terutama jika Angers bermain dengan blok rendah. Van den Boomen juga memiliki kualitas tendangan bebas yang mematikan, seperti yang pernah ia tunjukkan saat membawa Toulouse FC promosi ke Ligue 1 pada musim 2021-2022, di mana ia mencetak dua puluh assist dan dua belas gol dalam 37 pertandingan.

Meskipun memiliki visi bermain dan kualitas umpan di atas rata-rata, Van den Boomen memiliki kelemahan di sisi defensif. Ia bukanlah tipe gelandang jangkar yang kuat dalam perebutan bola. Oleh karena itu, timnya perlu memiliki pemain yang bertugas sebagai ‘bayangan’, seperti Benjamin André di LOSC, agar Van den Boomen dapat leluasa menunjukkan kemampuannya.

Untuk meredam ancaman Branco van den Boomen, LOSC Lille dapat mencoba bermain ofensif dengan menguasai bola dan mencoba memanfaatkan celah di belakang pertahanan Angers. Hal ini akan memaksa Van den Boomen lebih fokus pada tugas defensif, yang bukan merupakan keahlian utamanya. Alternatif lain adalah menerapkan penjagaan individu yang ketat dengan tekanan tinggi.

Dalam absennya Benjamin André yang terkena skorsing, Ngal’ayel Mukau dinilai sebagai profil yang tepat untuk mengawal Van den Boomen. Mukau, yang memiliki kualitas ofensif namun juga dibekali kemampuan bertahan yang baik, berpotensi menjadi duri dalam daging bagi gelandang Belanda tersebut, terutama jika ia aktif menekan setiap bola yang direbut.

Pertandingan Angers vs Lille ini juga mencatatkan gol pembuka bagi tim tamu. Olivier Giroud berhasil membuka keunggulan LOSC Lille pada menit ke-11 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Gol tersebut tercipta setelah Giroud menerima umpan dari Nabil Bentaleb dan melepaskan tembakan kaki kiri mendatar ke tiang jauh, mengejutkan kiper Anthony Lopes.