— Petenis Indonesia, Anthony Susanto, memastikan diri lolos ke semifinal UTR PTT Men’s World Tennis Championship 2026 dengan performa tanpa cela di fase grup. Ia menyelesaikan seluruh pertandingan grup dengan kemenangan.

Dalam laga terakhir Grup A yang digelar di Lapangan F Bali Beach Country Club, Nusa Dua, Bali, pada Jumat (21/8/2026), Anthony Susanto berhadapan dengan Aarjun Pandit. Petenis berusia 29 tahun itu kembali menunjukkan dominasinya dengan kemenangan dua set langsung, 6-2 dan 6-3.

Sejak awal set pertama, Anthony Susanto langsung mengambil inisiatif serangan dan hanya kehilangan dua gim untuk menutup set dengan skor 6-2. Memasuki set kedua, Pandit berusaha meningkatkan tempo permainannya yang sempat membuat Anthony sedikit kesulitan. Namun, Anthony berhasil mematahkan servis lawannya pada gim ketujuh untuk unggul 5-3, sebelum akhirnya mengunci kemenangan 6-3.

Pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 29 menit itu memperlihatkan ketenangan Anthony dalam menghadapi tekanan. “Persiapan saya sudah baik dan selalu fokus di setiap pertandingan baik dalam kondisi unggul maupun tertinggal. Menurut saya ini kunci sukses dalam memenangkan setiap pertarungan yang dijalani,” ujar Anthony dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut, Anthony menyatakan bahwa kelolosannya ke semifinal menjadi motivasi besar baginya untuk tampil lebih baik di seri M-15 mendatang. “Kelolosan ke semifinal jadi motivasi dan modal bagus bagi dirinya untuk berlaga lebih baik lagi pada seri M-15 mendatang,” sambungnya.

Di babak semifinal, Anthony Susanto dijadwalkan akan bertemu dengan Alexander Chang, juara Grup C. Sementara itu, Azuma Visaya, yang keluar sebagai juara Grup D, akan menghadapi Matthieu Perchicot, juara Grup B, dalam perebutan tiket ke partai final.

Sementara itu, dalam pertandingan penentuan peringkat di Grup D, Renaldi Aquila Salim harus mengakui keunggulan Maximus Zavier Wong. Petenis berusia 21 tahun itu takluk dua set langsung dengan skor 2-6 dan 3-6 dalam waktu 1 jam 28 menit.

Kekalahan ini membuat Renaldi harus puas menempati peringkat keempat Grup D, satu tingkat di atas Ethan David Zapp, sementara Maximus Zavier Wong berhak atas posisi ketiga.