Topik.id — Buick, merek di bawah naungan General Motors, secara resmi meluncurkan versi battery electric vehicle (BEV) dari sedan Electra L7 di China. Mobil listrik ini hadir dengan banderol harga mulai dari sekitar $25.000 atau setara Rp 380 jutaan, memperluas jajaran sedan listrik mereka.
Model baru ini ditawarkan dalam tiga varian dengan harga resmi mulai dari 179.900 yuan ($26.510), 199.900 yuan, dan 209.900 yuan. Setelah memperhitungkan insentif peluncuran, harga tersebut turun menjadi 169.900 yuan ($25.040), 189.900 yuan, dan 199.900 yuan. Harga awal ini sama dengan varian extended-range electric vehicle (EREV) yang diluncurkan sebelumnya.
Platform 800-Volt dan Pengisian Daya Cepat
Buick menyatakan bahwa Electra L7 BEV dibangun di atas platform 800-volt yang diklaim sebagai “paling aman di industri”. Teknologi pengisian daya super cepat 6C menjadi standar di seluruh lini model ini. Pengisian daya selama 10 menit diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 450 km.
Mobil ini dilengkapi dengan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 80,6 kWh yang dipasok oleh CATL. Dengan baterai ini, Electra L7 BEV mampu menempuh jarak hingga 702 km berdasarkan standar CLTC. Untuk pengisian daya cepat DC, baterai dapat terisi dari 30% menjadi 80% hanya dalam 9 menit, atau dari 10% hingga 80% dalam 11,5 menit.
Performa dan Dimensi
Secara performa, Electra L7 BEV dibekali motor tunggal yang terpasang di bagian belakang. Motor ini mampu menghasilkan tenaga maksimal 282 kW (378 hp) dengan torsi puncak 382 Nm. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dapat diselesaikan dalam 5,6 detik, dengan kecepatan tertinggi mencapai 220 km/jam.
Sedan ini memiliki dimensi panjang 5.032 mm, lebar 1.952 mm, dan tinggi 1.499 mm, dengan jarak sumbu roda 3.000 mm. Ukuran ini menempatkannya dalam segmen sedan kelas menengah hingga besar.
Interior dan Teknologi Canggih
Kabin Electra L7 BEV ditenagai oleh chip SA8775P dari Qualcomm. Fitur interior meliputi kluster instrumen 10,25 inci, layar tengah 15,6 inci, layar head-up augmented-reality (AR) panorama 50 inci, dan sistem audio Buick Sound dengan 27 speaker.


Sistem bantuan pengemudi didasarkan pada model reinforcement learning R6 dari startup otonom China, Momenta. Varian R7 akan dikirimkan kemudian melalui pembaruan over-the-air (OTA). Varian entry-level tidak dilengkapi fungsi bantuan pengemudi canggih, sementara dua varian lainnya dilengkapi dengan 1 LiDAR, 3 radar gelombang milimeter, dan 7 kamera definisi tinggi.
Sistem sasisnya dilengkapi fitur suspensi “Magic Carpet” yang diklaim mampu mendeteksi lubang, polisi tidur, dan ketidakrataan jalan lainnya hingga jarak 20 meter di depan.
Persaingan Pasar
Buick Electra L7 BEV akan bersaing langsung dengan sedan listrik dari joint venture lain di China, seperti Toyota bZ7, serta model dari merek China seperti Xiaomi SU7 dan Luxeed S7.
Model ini merupakan produk terbaru dari SAIC-GM. Perusahaan patungan ini berencana meluncurkan setidaknya 30 model kendaraan energi baru (NEV) pada tahun 2030.
Ikuti Topik.id

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.