— Penjualan ritel mobil listrik (New Energy Vehicle/NEV) di China mengalami penurunan pada paruh pertama Agustus, namun kinerjanya masih lebih baik dibandingkan pasar otomotif secara keseluruhan. Hal ini terjadi di tengah anjloknya permintaan kendaraan bensin konvensional akibat tekanan harga minyak yang tinggi.

Data yang dirilis China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan, penjualan ritel NEV penumpang di China mencapai 399.000 unit pada periode 1-16 Agustus. Angka ini turun 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun naik 1% jika dibandingkan dengan paruh pertama Juli.

Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, penjualan ritel NEV penumpang di China tercatat sebesar 6,067 juta unit, mengalami penurunan 13% secara tahunan. Namun, pangsa pasar NEV dalam penjualan ritel kendaraan penumpang tetap tinggi, mencapai 63,6% pada periode 1-16 Agustus.

Sementara itu, penjualan grosir NEV penumpang oleh produsen otomotif China mencapai 425.000 unit pada 1-16 Agustus. Angka ini turun 3% secara tahunan, namun naik 6% dari bulan sebelumnya. Sepanjang tahun berjalan, penjualan grosir NEV mencapai 8,673 juta unit, naik 7% secara tahunan, dengan penetrasi grosir mencapai 72,9%.

Pasar otomotif secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan. Penjualan ritel kendaraan penumpang secara umum di China hanya mencapai 628.000 unit pada 1-16 Agustus, turun 22% secara tahunan dan relatif datar dibandingkan bulan sebelumnya. Penjualan ritel kumulatif tahunan tercatat 10,801 juta unit, turun 20%.

Penurunan juga terlihat pada penjualan grosir kendaraan penumpang. Produsen China membukukan 583.000 unit pada 1-16 Agustus, turun 25% secara tahunan dan 1% dari bulan sebelumnya. Penjualan grosir kumulatif tahunan mencapai 15,393 juta unit, turun 6%.

Produksi kendaraan bensin konvensional terus merosot. Pada minggu pertama Agustus, produksi kendaraan ringan bertenaga bensin anjlok 60% secara tahunan dan 42% dari bulan sebelumnya. Produksi gabungan kendaraan hybrid dan plug-in hybrid juga turun 33% secara tahunan.

CPCA menyatakan bahwa kenaikan harga minyak mentah menjadi faktor utama yang membebani pasar otomotif. Volatilitas harga minyak pada Juli, ditambah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, mendorong China menaikkan harga bahan bakar domestik. Kenaikan ini secara signifikan meningkatkan biaya operasional kendaraan bensin, melemahkan minat konsumen, dan menekan permintaan.

Sementara itu, harga NEV cenderung stabil. Konsumen menunjukkan sentimen hati-hati untuk membeli kendaraan bensin. CPCA memperkirakan pasar akan membaik pada paruh kedua Agustus, didorong oleh momentum musim sekolah, permintaan kuat untuk kendaraan listrik kecil, ketersediaan dana subsidi tukar tambah, serta peluncuran model baru di Chengdu Auto Show.