Topik.id — Steam Deck masih menjadi pemain utama di pasar handheld gaming PC meskipun persaingan di kategori tersebut semakin ramai. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2022, perangkat besutan Valve ini mampu mempertahankan posisi teratas di tengah kemunculan berbagai pesaing dengan sistem operasi dan spesifikasi berbeda.
Data dari perusahaan riset pasar IDC menunjukkan Valve telah mengirimkan lebih dari 3,7 juta unit Steam Deck sepanjang periode 2022 hingga 2024. Jumlah tersebut membuat perangkat handheld milik Valve berada jauh di depan sejumlah kompetitor seperti Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw.
Secara keseluruhan, IDC mencatat pengiriman handheld gaming PC pada periode tersebut mencapai sekitar 5,9 juta unit. Dengan demikian, Steam Deck menyumbang lebih dari separuh pengiriman perangkat dalam kategori tersebut.
Steam Deck Kuasai Lebih dari Separuh Pengiriman
Dari total sekitar 5,9 juta unit handheld gaming PC yang dikirimkan pada 2022 hingga 2024, Steam Deck menyumbang lebih dari 3,7 juta unit. Sementara itu, perangkat dari produsen lain secara gabungan berada di kisaran 2,2 juta unit.
Angka tersebut memperlihatkan kuatnya posisi Steam Deck meskipun sejumlah produsen besar mulai memasuki pasar. Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go, dan MSI Claw hadir dengan pendekatan masing-masing, terutama melalui penggunaan Windows serta spesifikasi hardware yang lebih beragam.
Namun, kehadiran kompetitor tersebut belum cukup untuk menggusur Steam Deck dari posisi teratas. Perangkat Valve tetap memiliki daya tarik tersendiri berkat integrasi dengan ekosistem Steam dan pengalaman penggunaan yang dirancang khusus untuk bermain game PC secara portabel.
Pada 2024, pangsa pasar Steam Deck diperkirakan masih berada di sekitar 48 persen. Artinya, hampir separuh pengiriman handheld gaming PC yang dihitung IDC masih berasal dari perangkat Valve.
Pasar Handheld Gaming PC Mulai Berkembang sejak Steam Deck
Dominasi Steam Deck juga tidak terlepas dari statusnya sebagai salah satu produk yang membantu mendorong pertumbuhan pasar handheld gaming PC modern.
Sebelum Steam Deck hadir pada Februari 2022, perangkat yang memungkinkan pengguna memainkan game PC secara portabel memang sudah tersedia. Namun, kategori tersebut belum mendapatkan perhatian sebesar sekarang.
Pada 2022, IDC memperkirakan pengiriman handheld gaming PC mencapai sekitar 1,62 juta unit secara global. Seluruh angka tersebut berasal dari Steam Deck karena kompetitor utama belum memasuki kategori tersebut pada periode yang sama.
Situasi berubah pada 2023 ketika sejumlah produsen mulai menghadirkan perangkat pesaing. Asus memperkenalkan ROG Ally, sementara Lenovo membawa Legion Go. MSI kemudian ikut meramaikan pasar dengan lini Claw.
Meski persaingan mulai meningkat, Steam Deck tetap berhasil mempertahankan lebih dari separuh pangsa pengiriman pada 2023.
Pengiriman Handheld Gaming PC Berfluktuasi
Data IDC juga memperlihatkan bahwa pengiriman handheld gaming PC tidak selalu mengalami pertumbuhan setiap tahun. Pada 2022, jumlah pengiriman tercatat sekitar 1,62 juta unit.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 2,87 juta unit pada 2023 ketika semakin banyak perangkat baru bermunculan. Namun, pengiriman pada 2024 justru turun menjadi sekitar 1,49 juta unit.
IDC memperkirakan pengiriman kategori tersebut kembali meningkat menjadi sekitar 1,93 juta unit pada 2025. Angka ini menunjukkan pasar handheld gaming PC masih berada dalam tahap perkembangan dan belum memiliki pola pertumbuhan yang konsisten seperti pasar konsol tradisional.
Meski begitu, popularitas perangkat seperti Steam Deck menunjukkan adanya permintaan terhadap perangkat gaming yang menawarkan fleksibilitas antara PC dan konsol.
Pasarnya Masih Kecil Dibandingkan Nintendo Switch 2
Jika dibandingkan dengan pasar konsol genggam Nintendo, skala handheld gaming PC masih tergolong kecil. Nintendo memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan perangkat handheld, sehingga basis konsumennya jauh lebih besar.
Sebagai perbandingan, Nintendo Switch 2 dilaporkan telah terjual lebih dari 17 juta unit hanya dalam waktu sekitar tujuh bulan sejak peluncurannya pada Juni 2025.
Jumlah tersebut bahkan hampir tiga kali lipat dari total pengiriman handheld gaming PC yang dihitung IDC selama tiga tahun. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kategori PC gaming handheld masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Data IDC Belum Mencakup Semua Merek
Perlu diperhatikan bahwa angka IDC tersebut belum menggambarkan keseluruhan pasar handheld gaming PC. Data tersebut belum memasukkan sejumlah produsen asal China seperti GPD, Ayaneo, dan OneXPlayer.
Ketiga merek tersebut juga memiliki perangkat handheld yang mampu menjalankan game PC dan menyasar segmen konsumen tertentu. Jika seluruh produsen dihitung, jumlah pengiriman handheld gaming PC secara global kemungkinan lebih tinggi.
Meski demikian, data yang tersedia tetap memperlihatkan kuatnya posisi Steam Deck. Valve berhasil membangun fondasi pasar sejak 2022 dan mempertahankan dominasi meskipun kompetitor baru terus berdatangan.
Dengan semakin banyak produsen yang masuk, persaingan handheld gaming PC kemungkinan akan semakin ketat. Steam Deck masih menjadi pemimpin, tetapi perkembangan teknologi, harga, performa, serta ekosistem software akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah posisi Valve dapat terus bertahan.
Ikuti Topik.id

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.