Sepakbola

Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup, Mikel Arteta Ungkap Penyebab Timnya Gagal Mengalahkan Fleetwood

Arsenal tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah adu penalti dari Fleetwood Town. Mikel Arteta menyoroti kegagalan timnya memaksimalkan peluang.

Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup, Mikel Arteta Ungkap Penyebab Timnya Gagal Mengalahkan Fleetwood
Foto: AFP/DARREN STAPLES

Mikel Arteta tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah Arsenal tersingkir dari Carabao Cup 2026-2027. The Gunners gagal melanjutkan langkah ke perempat final usai kalah dari Fleetwood Town, klub kasta keempat sepak bola Inggris, pada Rabu (28/10/2026).

Pertandingan babak keempat yang berlangsung di Stadion Highbury itu berakhir imbang 1-1 selama waktu normal. Arsenal kemudian harus mengakui keunggulan tuan rumah melalui adu penalti setelah salah satu eksekutor mereka gagal menjalankan tugasnya.

Arsenal Gagal Melaju Setelah Adu Penalti

Fleetwood Town membuka keunggulan lebih dahulu melalui Aaron Loupalo-Bi pada menit ke-21. Arsenal baru mampu menyamakan skor lima menit setelah babak kedua dimulai lewat gol Viktor Gyokeres.

Meski mendominasi permainan, Arsenal tidak berhasil mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Situasi semakin sulit setelah Max Dowman menerima kartu merah pada menit ke-85 sehingga tim tamu harus menuntaskan laga dengan 10 pemain.

Dalam babak adu penalti, empat eksekutor Fleetwood berhasil mencetak gol. Sebaliknya, tendangan Bruno Guimaraes dari kubu Arsenal dapat ditepis oleh kiper Jay Lynch.

Bek muda berusia 19 tahun, Conor Haughey, kemudian menjadi penentu kemenangan Fleetwood setelah sukses mengeksekusi penalti kelima. Hasil tersebut membawa Fleetwood untuk pertama kalinya dalam sejarah mencapai perempat final Carabao Cup.

Arteta memberikan ucapan selamat kepada lawannya, tetapi mengakui hasil tersebut menjadi pukulan bagi Arsenal.

“Pertama-tama, selamat kepada Fleetwood karena berhasil melaju ke babak berikutnya dengan cara seperti itu,” kata Arteta kepada Sky Sports.

“Ini hari sangat menyedihkan bagi kami. Saya sama sekali tidak bisa menyalahkan sikap para pemain,” ujarnya.

Dominasi Arsenal Tidak Berbuah Kemenangan

Arsenal sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Mereka mencatatkan penguasaan bola sebesar 78 persen dan melepaskan 26 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Namun, banyaknya peluang tidak cukup untuk membawa Arsenal meraih kemenangan. Tim asuhan Arteta gagal mengonversi dominasi permainan menjadi keunggulan yang dapat menghindarkan mereka dari adu penalti.

Arteta menegaskan bahwa para pemain telah berusaha menjalankan tugasnya. Menurut dia, persoalan utama terletak pada ketidakmampuan tim menyelesaikan peluang yang tercipta.

“Saya tidak melihat ada pemain yang tidak melakukan apa yang dibutuhkan di level ini,” ucapnya.

Ia juga menilai Arsenal mampu membatasi ancaman Fleetwood, tetapi tetap tidak bisa mengunci kemenangan.

“Kami hampir tidak memberi mereka apa pun sepanjang pertandingan, sementara kami menciptakan begitu banyak peluang. Namun, kami tidak memaksimalkannya,” kata Arteta.

Arteta Akui Sepak Bola Bisa Berubah dalam Sekejap

Pelatih asal Spanyol tersebut menilai kegagalan mencetak gol tambahan membuat perbedaan kedua tim menjadi sangat tipis. Ketika Arsenal tidak mampu memanfaatkan peluang, Fleetwood tetap memiliki kesempatan untuk bertahan dan menentukan hasil melalui adu penalti.

“Jika ingin memastikan keunggulan lebih besar daripada harus menjalani adu penalti, Anda harus memaksimalkan peluang tersebut. Kami tidak melakukannya, dan sepak bola memang seperti itu,” ujar Arteta.

Ia menyebut hasil tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola, terutama dalam kompetisi piala yang memungkinkan tim dari kasta berbeda saling menyingkirkan.

Kekalahan ini mengakhiri perjalanan Arsenal di Carabao Cup musim ini. Sementara itu, Fleetwood Town mencatatkan pencapaian bersejarah dengan memastikan satu tempat di babak perempat final.