Topik.id — ASUS tengah mengembangkan Zenni Claw, sebuah perangkat lunak yang dirancang menjadi pusat pengelolaan berbagai layanan kecerdasan buatan atau AI di komputer. Aplikasi ini dikembangkan agar pengguna dapat mengakses layanan AI berbasis cloud maupun menjalankan pemrosesan AI secara lokal dari satu tempat.
Kehadiran Zenni Claw menjadi bagian dari upaya ASUS memperluas pemanfaatan AI pada perangkat komputer. Alih-alih membuat pengguna berpindah-pindah aplikasi ketika membutuhkan layanan AI berbeda, ASUS menawarkan pendekatan berupa AI hub yang dapat menghubungkan berbagai layanan sekaligus.
Zenni Claw Jadi Pusat Layanan AI di Komputer
Zenni Claw dikembangkan sebagai AI launcher yang memungkinkan pengguna mengelola sejumlah layanan AI melalui satu aplikasi. Pengguna dapat menghubungkan akun layanan yang sudah dimiliki sehingga berbagai kebutuhan AI bisa diakses melalui perangkat.
Head of Corporate Communications ASUS Indonesia Muhammad Firman menjelaskan bahwa setelah Zenni Claw dipasang, pengguna dapat menghubungkan akun layanan AI yang mereka gunakan. Layanan yang dimaksud mencakup platform berbasis cloud seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude.
Konsep tersebut membuat Zenni Claw tidak terpaku pada satu model AI. Pengguna memiliki pilihan untuk menggunakan layanan yang berbeda sesuai kebutuhan, sementara aplikasi menjadi penghubung di antara layanan tersebut.
ASUS juga mengembangkan Zenni Claw dengan konsep agentic AI. Artinya, perangkat lunak ini diarahkan agar AI dapat membantu menjalankan tugas secara lebih otomatis, bukan sekadar memberikan respons berdasarkan pertanyaan pengguna.
ExpertBook Ultra Menjadi Salah Satu Perangkat Pendukung
Zenni Claw mulai diperkenalkan ASUS bersamaan dengan perangkat komersial terbarunya. Dalam sesi media yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, ASUS memperkenalkan ASUS ExpertBook Ultra kepada ratusan jurnalis dari berbagai wilayah di Kalimantan.
Laptop tersebut menjadi salah satu perangkat yang sudah dibekali Zenni Claw sebagai layanan bawaan. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana ASUS mencoba menggabungkan kemampuan hardware dengan perangkat lunak AI yang dikembangkan perusahaan.
Namun, Zenni Claw tidak hanya dirancang untuk satu model laptop. ASUS menyebut aplikasi tersebut dapat digunakan pada komputer, laptop, desktop, maupun All-in-One PC ASUS selama perangkat memenuhi spesifikasi yang diperlukan.
Untuk menjalankan AI lokal berukuran besar, perangkat membutuhkan vRAM 24 GB, RAM 16 GB, serta ruang penyimpanan setidaknya 40 GB. Persyaratan tersebut berlaku untuk kebutuhan pemrosesan AI lokal dan bukan sekadar syarat untuk memasang aplikasi Zenni Claw.
AI Lokal Bisa Berjalan Tanpa Internet
Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam pengembangan Zenni Claw adalah dukungannya terhadap pemrosesan AI secara lokal. Dengan pendekatan ini, sejumlah pekerjaan dapat dilakukan langsung di komputer tanpa harus terus mengirim data ke layanan cloud.
Technical PR ASUS Business Indonesia Said Dahda menjelaskan bahwa kemampuan komputer dalam menjalankan AI lokal dipengaruhi beberapa komponen. Neural Processing Unit atau NPU, RAM, dan GPU memiliki peran berbeda tergantung jenis pekerjaan yang dijalankan.
NPU, misalnya, dapat menangani sejumlah tugas AI tertentu dengan kebutuhan komputasi relatif lebih ringan. Contohnya adalah membuat transkrip rapat, merangkum hasil pertemuan, atau menyederhanakan dokumen.
Sementara itu, kebutuhan komputasi yang lebih berat membutuhkan dukungan GPU. Pekerjaan seperti generative AI dan agentic AI termasuk aktivitas yang dapat membutuhkan kemampuan pemrosesan grafis lebih besar.
Laptop Tipis Tidak Selalu Kalah untuk AI
ASUS juga menekankan bahwa kemampuan menjalankan AI lokal tidak selalu identik dengan penggunaan laptop berukuran besar atau kartu grafis kelas atas.
Menurut Dahda, laptop tipis dengan kombinasi spesifikasi yang tepat tetap berpotensi menjalankan sejumlah tugas AI secara lokal. Kapasitas RAM, kemampuan GPU, serta prosesor yang digunakan menjadi faktor penting dalam menentukan jenis model atau pekerjaan AI yang dapat dijalankan.
Laptop dengan RAM 64 GB dan prosesor yang memiliki kemampuan GPU tinggi bahkan berpotensi menangani pekerjaan AI secara offline dengan beban lebih berat.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa kebutuhan perangkat AI tidak hanya ditentukan oleh label “laptop AI”. Komponen di dalam perangkat tetap menjadi penentu utama ketika pengguna ingin menjalankan model AI secara langsung tanpa koneksi internet.
ASUS Ingin Perkenalkan Manfaat Laptop AI
Pengembangan Zenni Claw juga memiliki tujuan yang lebih luas. ASUS ingin mendorong pemahaman masyarakat mengenai penggunaan komputer berbasis AI.
Firman mengatakan masih terdapat pengguna yang mempertanyakan manfaat laptop AI dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, Zenni Claw diarahkan sebagai salah satu sarana untuk memperlihatkan secara langsung bagaimana AI dapat digunakan dalam pekerjaan.
Saat ini, Zenni Claw mulai digunakan oleh early adopter dan power user. Kelompok pengguna tersebut diharapkan dapat mencoba berbagai kemampuan yang tersedia sekaligus memberikan masukan kepada ASUS selama pengembangan berlangsung.
Dengan menggabungkan akses layanan AI cloud dan pemrosesan lokal, Zenni Claw menjadi salah satu langkah ASUS untuk membuat fitur AI lebih mudah dijangkau dari komputer. Pengembangannya juga menunjukkan bahwa persaingan perangkat AI tidak hanya berlangsung pada sisi hardware, tetapi mulai bergeser ke pengalaman software yang mengatur bagaimana pengguna berinteraksi dengan berbagai layanan AI.
