— Canva mencatat tonggak baru dalam pengembangan platformnya dengan meluncurkan pembaruan Visual Suite ke-100 sepanjang 2026. Jumlah tersebut menggambarkan agresivitas perusahaan dalam menambahkan kemampuan baru pada platform yang kini tidak lagi hanya digunakan untuk membuat desain visual.

Perusahaan melihat kebutuhan pengguna telah berkembang dari sekadar membuat materi grafis menjadi mengelola berbagai tahapan pekerjaan. Karena itu, Canva terus memperluas fungsi Doc, Presentasi, Sheet, Papan Tulis, Video, hingga Situs Web agar berbagai aktivitas dapat dilakukan dalam satu ekosistem.

100 Pembaruan Diluncurkan Canva Sepanjang 2026

Pembaruan ke-100 menjadi penanda penting bagi Canva setelah perusahaan secara konsisten menghadirkan fitur baru hampir setiap dua hari. Pengembangan tersebut mencakup berbagai bagian Visual Suite yang digunakan untuk membuat, mengolah, dan menyelesaikan pekerjaan.

Canva kini mencatat lebih dari 100 juta orang menggunakan Presentasi Canva setiap bulan. Secara keseluruhan, lebih dari satu miliar desain dibuat pengguna di platform tersebut setiap bulan.

Aktivitas itu mencakup hampir 1.000 dokumen, sekitar 3.000 presentasi, dan 5.000 posting media sosial yang dibuat setiap menit. Data tersebut menunjukkan besarnya skala penggunaan Canva, khususnya ketika platform mulai merambah kebutuhan produktivitas profesional.

Cameron Adams, Co-Founder sekaligus Chief Product Officer Canva, mengatakan pencapaian tersebut bukan akhir dari perjalanan perusahaan. Menurutnya, Canva masih berada pada tahap awal dalam mengembangkan ekosistem yang lebih luas.

Indonesia Menjadi Salah Satu Pasar Terbesar Canva

Pertumbuhan Canva juga terlihat kuat di Indonesia. Negara ini tercatat sebagai pasar terbesar ketiga Canva secara global.

Penggunaan melalui perangkat seluler menjadi salah satu karakteristik utama pasar Indonesia. Lebih dari 75 persen pengguna aktif bulanan Visual Suite di Indonesia mengakses platform melalui perangkat mobile.

Kecenderungan tersebut juga terlihat pada pembuatan presentasi. Hampir dua dari tiga Presentasi Canva yang dibuat di Indonesia dimulai menggunakan perangkat seluler.

Angka itu memperlihatkan bahwa aktivitas produktivitas tidak lagi selalu bergantung pada komputer desktop atau laptop. Pengguna dapat memulai pekerjaan dari smartphone, kemudian mengembangkannya menjadi dokumen, presentasi, maupun format lainnya dalam ekosistem yang sama.

Canva Geser dari Aplikasi Desain ke Platform Kerja

Perubahan terbesar Canva terlihat dari cara perusahaan memosisikan Visual Suite. Dokumen, spreadsheet, papan tulis, dan presentasi tidak lagi diperlakukan sebagai pekerjaan yang sepenuhnya terpisah.

Canva menawarkan alur kerja yang memungkinkan sebuah ide dimulai melalui Papan Tulis. Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi brief menggunakan Doc, dilengkapi data dari Sheet, lalu diubah menjadi Presentasi.

Pendekatan ini membuat pengguna tidak harus terus berpindah layanan ketika proyek berkembang. Sejak format multi-format diperkenalkan pada tahun sebelumnya, lebih dari seperempat miliar desain dengan beberapa format telah dibuat.

Perubahan tersebut juga tercermin pada penggunaan Canva di perusahaan. Lebih dari 98 persen perusahaan Fortune 500 disebut telah menggunakan Canva dalam aktivitas pekerjaan mereka. Jumlah tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

AI Mulai Memperkuat Pengolahan Data

Canva juga memperluas fungsi AI ke berbagai bagian Visual Suite. Salah satu penerapannya terlihat pada Sheet, yang kini dapat membantu menganalisis data dan mengubahnya menjadi grafik serta tabel yang siap digunakan dalam dokumen atau presentasi.

Pengguna juga memperoleh sejumlah kontrol tambahan seperti filter publik, penyembunyian kolom, serta pengelompokan baris. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu tim mengatur informasi berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Sementara itu, Doc mendapatkan desain full-page yang memungkinkan pengguna membuat halaman dengan komposisi visual lebih luas. Dokumen dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari brief, laporan, hingga proposal.

Papan Tulis dan Presentasi Diperluas

Pada Papan Tulis, Canva menghadirkan kemampuan kolaborasi yang lebih interaktif. Fitur Follow Collaborators memungkinkan pengguna mengikuti posisi rekan kerja secara langsung ketika mengerjakan proyek bersama.

Papan Tulis juga dapat diubah menjadi Presentasi atau Doc hanya dengan satu klik. Proses tersebut memperpendek tahapan dari brainstorming menuju hasil akhir.

Presentasi turut mendapatkan sejumlah pembaruan yang ditujukan untuk membantu pengguna ketika menyampaikan materi. Perkiraan durasi presentasi dan catatan presenter otomatis menjadi bagian dari fitur baru yang tersedia.

Canva Perluas Ekosistem hingga Situs Web

Pengembangan Visual Suite juga mencakup pembuatan situs web. Canva mencatat hampir satu juta situs web dipublikasikan setiap bulan melalui platformnya.

Navigasi baru memungkinkan situs memiliki hingga 20 bagian, sementara kontrol SEO dan domain memberikan opsi pengelolaan yang lebih luas. Canva juga menyebut lebih dari enam juta situs web telah dibuat menggunakan Canva Kode.

Seluruh pembaruan terbaru tersebut kini tersedia bagi pengguna Canva di berbagai negara. Perusahaan juga terus memperluas integrasi dengan layanan lain, termasuk Claude, Asana, dan Affinity by Canva.

Dengan 100 pembaruan dalam satu tahun, Canva menunjukkan bahwa arah pengembangannya semakin menjauh dari sekadar aplikasi desain. Visual Suite kini diarahkan menjadi ruang kerja terpadu yang menggabungkan pembuatan konten, pengolahan data, kolaborasi, presentasi, hingga publikasi dalam satu platform.