TOPIK.ID — Avatr Technology pada Selasa (8/9/2026) memperkenalkan wujud eksterior dari SUV flagship terbarunya, Seri 9. Peluncuran model ini menandai kesiapan Avatr untuk memboyongnya ke pasar pada akhir tahun ini.
Produsen kendaraan listrik (EV) yang didukung oleh Changan Automobile, Huawei, dan CATL ini menyatakan bahwa model Seri 9 merupakan hasil kolaborasi desain penuh antara Avatr dan Huawei Qiankun.
Avatr merilis tiga gambar eksterior, namun belum merinci lebih lanjut detail spesifikasi, termasuk nama resmi model tersebut. Presiden Avatr, Chen Zhuo, mengisyaratkan bahwa informasi lebih rinci akan diungkap secara bertahap.
Tampilan resmi menunjukkan gril depan tertutup dengan pola dot-matrix, lampu depan terpisah, serta sensor LiDAR yang terpasang di bagian depan atap. Sensor ini diperkirakan menggunakan LiDAR 896-channel dari Huawei Qiankun, yang sebelumnya telah digunakan pada Avatr 07L yang diluncurkan bulan lalu.
SUV ini memiliki profil bodi yang kotak, gagang pintu yang tersembunyi sebagian, pelek dengan desain radial yang rapat, dan atap kaca panorama. Skema warna dua nada memadukan bodi atas berwarna perak dengan bagian bawah berwarna putih.
Avatr sebelumnya telah merilis video teaser pada 2 September, menampilkan siluet bagian depan mobil dengan gaya khas Avatr. Perusahaan menyebutkan bahwa kendaraan ini telah melalui proses pengembangan yang panjang.
Wakil Presiden Avatr, Yong Jun, sebelumnya mengonfirmasi bahwa perusahaan akan meluncurkan SUV besar berkapasitas 6 penumpang pada akhir tahun ini. Ia menggambarkan model ini sebagai “model pertama yang dikembangkan sepenuhnya bersama Huawei dalam arti sesungguhnya”, yang mengintegrasikan teknologi kontrol kendaraan, pencahayaan, suara, dan smart driving dari Huawei.
Posisi SUV Seri 9 ini menjadi tolok ukur penting bagi kedalaman kemitraan Avatr dan Huawei. Selama ini, Avatr lebih banyak mengandalkan sistem smart driving dan kokpit dari Huawei.
Model baru ini akan bersaing di pasar SUV flagship 6 penumpang China yang sangat ketat, menghadapi rival seperti Aito M9, Li Auto L9, Denza N9, dan IM LS9.
Bagi Avatr, signifikansi SUV flagship ini melampaui citra merek. Perusahaan masih perlu mengejar ketertinggalan dalam volume penjualan dari para startup EV terkemuka, mengingat performa penjualan Avatr tahun ini masih tergolong lemah.
Avatr mencatat penjualan 35.250 unit dalam tujuh bulan pertama tahun ini, rata-rata sekitar 5.040 unit per bulan. Angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan kompetitor seperti Nio Inc dan Xpeng.
Pada 8 Agustus, Avatr meluncurkan SUV 5 penumpang Avatr 07L dengan harga awal terbatas 219.900 yuan (sekitar Rp490 juta), setelah insentif. Pesaing utamanya adalah YU7 dari Xiaomi.
SUV Seri 9 ini diprediksi akan menempati segmen harga yang lebih tinggi, yang berpotensi meningkatkan bauran produk dan margin keuntungan Avatr per unit kendaraan.
Sementara itu, Avatr juga tengah mengupayakan pencatatan saham di Hong Kong. Perusahaan mengajukan ulang aplikasinya pada akhir Juni setelah prospektus sebelumnya berakhir masa berlakunya.
Prospektus tersebut menunjukkan pendapatan sebesar 25,63 miliar yuan pada tahun 2025, dengan kerugian bersih menyempit menjadi 3,49 miliar yuan dan margin kotor naik menjadi 9,4%.
Ikuti TOPIK.ID
