— Keributan yang terjadi di sekitar tempat ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian setelah rekamannya beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria terlihat membawa benda yang diduga senjata tajam dan meminta kegiatan di lokasi tersebut dihentikan.

Pria bernama Aji yang terlihat dalam rekaman itu kemudian menyampaikan permintaan maaf. Pernyataan tersebut disampaikan dalam proses mediasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Polresta Tangerang setelah peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 20 September 2026.

Video Keributan GKPI Rajeg Viral di Media Sosial

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah orang berada di sekitar lokasi GKPI Rajeg. Pada bagian lain rekaman, tampak jemaat berada di dalam ruangan ketika terjadi keributan.

Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang kemudian diketahui bernama Aji terlihat membawa benda yang diduga senjata tajam. Ia juga terdengar menyampaikan pernyataan agar tempat tersebut segera ditutup.

Peristiwa itu kemudian mendapat perhatian aparat. Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada sebelumnya memastikan polisi telah memantau kejadian tersebut dan mendatangi Kecamatan Rajeg untuk melakukan mediasi.

Aji Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah proses mediasi berlangsung, Aji menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada.

Aji mengaku menyesali tindakan yang dilakukannya saat keributan. Ia meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa resah maupun takut akibat kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya, Aji menyebut perbuatannya terjadi karena kekhilafan pribadi. Ia kemudian mengakhiri permohonan maaf dengan meminta agar tindakannya dapat dimaafkan.

Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Laksono Febrianto membenarkan adanya video permintaan maaf tersebut. Menurutnya, persoalan telah diselesaikan melalui musyawarah.

Pemkab Tangerang dan Polisi Gelar Mediasi

Mediasi berlangsung di Kantor Kecamatan Rajeg pada Minggu malam. Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada, masyarakat yang mendatangi lokasi GKPI, serta perwakilan pihak gereja.

Pertemuan digelar sebagai tindak lanjut setelah keributan menjadi perhatian publik. Polisi sebelumnya menyatakan situasi di lokasi dalam kondisi aman dan proses mediasi dilakukan untuk mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.

Selain persoalan permintaan penutupan tempat ibadah, aparat juga mendorong seluruh pihak menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Tempat Ibadah Sementara Tidak Digunakan

Dalam musyawarah yang berlangsung setelah kejadian, disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga kondisi tetap kondusif. Lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci sambil menunggu proses mediasi lanjutan di tingkat Kecamatan Rajeg.

Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan baru.

Kapolresta Tangerang menegaskan pendekatan persuasif dikedepankan selama proses penyelesaian. Polisi juga mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan dan menghormati proses mediasi.

Polisi Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan

Permintaan maaf Aji dan kesepakatan musyawarah menjadi bagian dari upaya meredakan situasi setelah video keributan menyebar luas.

Polresta Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungan masing-masing. Informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara hati-hati agar tidak memicu kesalahpahaman atau tindakan lanjutan.

Persoalan yang berkaitan dengan aktivitas tempat ibadah selanjutnya diarahkan melalui proses mediasi di tingkat kecamatan. Polisi meminta seluruh pihak menahan diri selama proses tersebut berjalan.

Di sisi lain, penyelesaian melalui musyawarah diharapkan dapat menjaga kondisi tetap aman sekaligus mencegah terjadinya kembali keributan di sekitar lokasi GKPI Rajeg.