Topik.id — Pertanyaan mengenai sejauh mana keterlibatan Lionel Messi dalam pengambilan keputusan di Inter Miami mulai mengemuka. Meskipun kedatangan megabintang Argentina itu telah mendatangkan trofi, performa tim belakangan ini menunjukkan adanya penurunan, memicu perdebatan tentang apakah klub terlalu bergantung pada sang pemain.
Menurut ulasan Sports Illustrated (SI), citra Inter Miami kini dinilai semakin sulit dipisahkan antara kepentingan personal dan urusan bisnis klub. Messi, yang merupakan pemain bergaji tertinggi di MLS dan memiliki delapan Ballon d’Or, menjadi pusat dari berbagai strategi klub. Pengaruhnya bahkan meluas ke kesepakatan hak siar MLS dengan Apple TV dan potensi kepemilikan klub di masa depan.
Pendekatan membangun klub di sekeliling Messi ini, meski sempat menghasilkan kesuksesan seperti menjuarai MLS Cup sembilan bulan lalu di bawah asuhan Javier Mascherano, kini mulai dipertanyakan efektivitasnya dalam membentuk Inter Miami menjadi klub global.
Pergantian Pelatih Jadi Sorotan
Salah satu contoh yang disorot adalah pergantian pelatih terbaru. Di tengah tren lima pertandingan tanpa kemenangan, Guillermo Hoyos digantikan oleh Kily Gonzalez. Menariknya, Gonzalez memiliki kedekatan personal dengan Messi, keduanya berasal dari Rosario, Argentina, dan pernah bermain bersama di tim nasional.
Namun, rekam jejak Gonzalez di pekerjaan sebelumnya terbilang kurang impresif, dengan persentase kemenangan hanya 32,5 persen dan tanpa gelar juara. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengingat Hoyos datang dengan persentase kemenangan lebih baik, 39 persen, dan pengalaman lebih luas. Javier Mascherano, pelatih sebelum Hoyos, bahkan belum pernah menangani tim senior sebelum membawa Inter Miami meraih trofi.
SI mempertanyakan apakah Gonzalez akan mampu membawa perubahan positif atau justru menjadi bagian dari proyek Inter Miami yang dinilai terlalu terfokus pada Messi.
Tugas Berat Gonzalez dan Pembuktian Klub
Sementara itu, Hoyos sendiri mengakui bahwa Messi seharusnya memiliki peran lebih dalam proses perekrutan pemain. “Dia adalah pemain terbaik, dan kami harus mendukungnya dengan segala cara agar dia bisa mengekspresikan dirinya karena dia melakukannya dengan cara yang tidak bisa dilakukan siapa pun,” ujar Hoyos.
Kini, Gonzalez dihadapkan pada tantangan besar untuk meracik tim dengan skuad yang memiliki sejumlah kelemahan, sembari memastikan Messi tetap nyaman bermain. Meskipun Messi telah mencetak 14 gol dan sembilan assist dalam 18 pertandingan musim ini, performa individu tersebut belum mampu menutupi kekurangan tim secara keseluruhan.
Laporan juga menyebutkan adanya keretakan hubungan antara Messi dan Mascherano sebelumnya, yang diduga menjadi salah satu alasan kepergian Mascherano.
Gonzalez kemungkinan tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan perombakan skuad melalui bursa transfer musim panas yang segera ditutup. Ia dituntut untuk memaksimalkan pemain yang ada demi mempertahankan posisi dua besar Wilayah Timur dan bersaing memperebutkan MLS Cup.
SI memprediksi Gonzalez akan menerapkan gaya permainan agresif dan langsung, dengan Casemiro dan Yannick Bright sebagai motor di lini tengah. Telasco Segovia diharapkan memberikan energi sebagai gelandang box-to-box, sementara Rodrigo De Paul, Luis Suarez, dan German Berterame perlu meningkatkan tempo permainan.
Inter Miami kini dituntut untuk membuktikan bahwa setiap keputusan yang dibuat, terutama yang berkaitan dengan Messi, benar-benar demi kepentingan tim dan kemajuan klub. Kegagalan dalam hal ini berpotensi membuat Messi menjalani musim tanpa trofi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade.
Ikuti Topik.id
