— Klaim mengenai getah pepaya yang disebut memiliki nilai fantastis hingga Rp18 juta per 10 gram beredar di media sosial. Narasi tersebut salah satunya muncul dalam video di Instagram yang membahas papain, enzim yang dapat diperoleh dari getah atau lateks buah pepaya muda.

Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa papain yang berasal dari getah pepaya memiliki nilai tinggi karena digunakan untuk berbagai kebutuhan industri. Bahkan, 10 gram papain murni disebut dapat bernilai hingga Rp18 juta.

Angka tersebut tentu menarik perhatian. Jika dihitung, Rp18 juta per 10 gram berarti Rp1,8 juta per gram atau setara Rp1,8 miliar apabila dikonversikan menjadi satu kilogram.

Namun, benarkah getah pepaya yang disadap dari buah bisa langsung bernilai Rp18 juta per 10 gram?

Berdasarkan penelusuran, ada bagian dari klaim tersebut yang memiliki dasar. Papain tertentu memang merupakan produk bernilai tinggi. Bahkan, produk papain khusus untuk kebutuhan laboratorium dapat dijual dengan harga yang jauh melampaui Rp18 juta untuk jumlah beberapa gram.

Meski demikian, ada perbedaan mendasar yang perlu dipahami. Getah pepaya mentah tidak sama dengan produk papain yang telah diproses dan memiliki spesifikasi tertentu.

Papain Memang Berasal dari Getah Pepaya

Papain merupakan enzim proteolitik yang ditemukan pada tanaman pepaya atau Carica papaya L. Enzim tersebut memiliki kemampuan memecah protein menjadi komponen yang lebih kecil.

European Food Safety Authority (EFSA) dalam evaluasi ilmiah yang dipublikasikan pada 2026 menyebut papain atau EC 3.4.22.2 diekstraksi dari lateks buah pepaya yang belum matang.

Artinya, hubungan antara getah pepaya dan papain memang benar.

Papain dapat diperoleh dari cairan putih atau lateks yang keluar ketika kulit buah pepaya muda disayat.

Namun, lateks tersebut merupakan bahan awal. Untuk menghasilkan produk papain dengan karakteristik dan spesifikasi tertentu, getah masih harus melalui proses pengolahan.

Harga Papain Ternyata Bisa Sangat Mahal

Salah satu cara untuk menguji klaim Rp18 juta adalah melihat harga papain yang benar-benar dipasarkan oleh perusahaan pemasok bahan laboratorium.

Sigma-Aldrich, perusahaan penyedia bahan kimia dan produk laboratorium yang merupakan bagian dari Merck, menjual produk bernama “Papain from papaya latex” dengan kode P4762.

Produk tersebut berbentuk lyophilized powder atau bubuk yang telah melalui proses freeze-drying dan memiliki aktivitas spesifik sedikitnya 10 units/mg protein.

Papain tersebut memang berasal dari lateks pepaya.

Harga yang tercantum pada katalog Sigma-Aldrich Amerika Serikat sangat tinggi.

Untuk kemasan 1 gram, harganya mencapai US$1.120.

Sementara kemasan 5 gram dipasarkan seharga US$3.650.

Dengan demikian, keberadaan papain dengan harga jutaan hingga puluhan juta rupiah untuk jumlah hanya beberapa gram bukanlah sesuatu yang mustahil.

Bahkan apabila harga produk 5 gram tersebut dihitung secara proporsional menjadi 10 gram, nilainya setara US$7.300.

Namun, perlu ditegaskan bahwa angka 10 gram tersebut hanya merupakan perhitungan matematis berdasarkan harga kemasan 5 gram, bukan harga resmi kemasan 10 gram dari Sigma-Aldrich.

Fakta ini sekaligus menunjukkan bahwa klaim “papain 10 gram bisa bernilai Rp18 juta” tidak dapat langsung disebut sebagai informasi palsu.

Papain dengan spesifikasi tertentu memang bisa memiliki harga setinggi itu, bahkan lebih mahal.

Tetapi Itu Bukan Harga Getah Pepaya Mentah

Di sinilah konteks yang paling penting.

Produk papain bernilai tinggi yang dijual perusahaan pemasok laboratorium bukanlah getah pepaya yang baru ditampung setelah buah disayat.

Produk Sigma-Aldrich P4762, misalnya, merupakan lyophilized powder dengan aktivitas spesifik minimal 10 units/mg protein. Produk tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan laboratorium, termasuk aplikasi kultur sel, analisis sel tunggal dan pembuatan diagnostic assay.

Dengan demikian, membandingkan harga produk tersebut secara langsung dengan getah pepaya mentah di tingkat petani tidak tepat.

Getah pepaya hanyalah bahan awal untuk mendapatkan papain.

Dari Getah Pepaya Menjadi Papain

Proses produksi papain menunjukkan mengapa harga produk akhirnya bisa sangat berbeda dengan harga bahan mentah.

Dalam produksi sederhana, lateks diperoleh dengan membuat sayatan pada permukaan buah pepaya muda. Cairan yang keluar kemudian dikumpulkan.

Penelitian mengenai produksi crude papain yang tercatat dalam basis data AGRIS milik Food and Agriculture Organization (FAO) menjelaskan lateks segar terlebih dahulu disaring untuk membuang kotoran seperti bagian tanaman dan material lainnya.

Lateks kemudian dapat diberi bahan tertentu untuk menjaga kestabilan aktivitas enzim.

Setelah itu dilakukan proses pengendapan dan pengeringan sehingga diperoleh dried crude papain atau papain kasar kering.

Artinya, bahkan untuk mendapatkan crude papain saja terdapat proses pengolahan dari getah segar.

Produk papain dengan tingkat pemurnian lebih tinggi membutuhkan proses tambahan.

Penelitian mengenai crude dan refined papain juga menunjukkan adanya perbedaan antara lateks pepaya segar, papain kasar dan papain yang telah melalui proses pemurnian.

Getah Pepaya, Crude Papain dan Papain Laboratorium Berbeda

Agar lebih mudah dipahami, rantai produknya dapat digambarkan sebagai berikut:

Buah pepaya muda → getah/lateks segar → pengolahan dan pengeringan → crude papain → pemurnian/pengolahan lanjutan → papain dengan spesifikasi tertentu → produk papain khusus industri atau laboratorium.

Setiap tahap dapat menghasilkan produk dengan kualitas, aktivitas enzim, kemurnian dan nilai ekonomi yang berbeda.

Karena itu, harga produk pada tahap terakhir tidak dapat langsung digunakan sebagai harga bahan pada tahap pertama.

Perbedaannya kurang lebih seperti harga bahan tambang dengan logam yang sudah dimurnikan atau harga tanaman dengan senyawa aktif tertentu yang telah diekstraksi dan diproduksi sebagai reagen laboratorium.

Apa Itu Lyophilized Papain?

Istilah “lyophilized” pada produk papain mahal juga penting diperhatikan.

Lyophilization atau freeze-drying merupakan metode pengeringan dengan cara membekukan bahan terlebih dahulu sebelum mengurangi kandungan airnya dalam kondisi tertentu.

Metode ini banyak digunakan pada produk biologis karena dapat membantu mempertahankan karakteristik material yang sensitif.

Produk P4762 dari Sigma-Aldrich bukan sekadar getah pepaya yang dikeringkan secara sederhana.

Produk tersebut memiliki spesifikasi aktivitas enzim dan dipasarkan sebagai bahan untuk kebutuhan penelitian serta aplikasi laboratorium tertentu.

Inilah salah satu alasan mengapa harga produk dalam katalog laboratorium dapat sangat tinggi.

Harga Papain Tidak Bisa Dilihat Hanya dari Berat

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah harga papain tidak ditentukan semata-mata berdasarkan berat.

Dua produk dengan tulisan “papain” pada kemasannya dapat memiliki harga yang berbeda berkali-kali lipat.

Beberapa faktor yang dapat membedakan produk papain antara lain aktivitas enzim, tingkat kemurnian, metode produksi, bentuk produk, grade, standar quality control, tujuan penggunaan, produsen hingga jumlah pembelian.

Dalam produk laboratorium, harga juga dapat mencerminkan proses pengujian, karakterisasi, dokumentasi, pengemasan dan standar kualitas yang diterapkan produsen.

Karena itu, mengatakan “harga papain Rp1,8 juta per gram” tanpa menjelaskan produk yang dimaksud juga kurang tepat.

Tidak ada satu harga universal untuk semua jenis papain.

Apakah Papain Rp18 Juta per 10 Gram Masuk Akal?

Jika yang dimaksud adalah produk papain dengan spesifikasi tinggi untuk kebutuhan laboratorium, angka tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

Contoh nyata bahkan menunjukkan harga yang lebih tinggi.

Sigma-Aldrich mencantumkan papain dari lateks pepaya berbentuk lyophilized powder dengan aktivitas ≥10 units/mg protein seharga US$1.120 untuk 1 gram dan US$3.650 untuk 5 gram.

Dengan demikian, keberadaan produk papain bernilai Rp18 juta untuk 10 gram secara umum masih masuk dalam kemungkinan harga produk papain khusus.

Tetapi pernyataan tersebut membutuhkan informasi mengenai grade dan spesifikasi papain yang dimaksud.

Tanpa keterangan tersebut, angka harga menjadi sulit digunakan sebagai patokan.

Terlebih jika angka Rp18 juta kemudian diasosiasikan dengan getah pepaya mentah.

Apakah 10 Gram Getah Pepaya Berarti Menghasilkan 10 Gram Papain?

Tidak tepat jika keduanya dianggap identik.

Getah pepaya merupakan campuran biologis yang mengandung berbagai komponen. Setelah dipanen, bahan tersebut harus mengalami proses pengolahan untuk menghasilkan crude papain maupun papain dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Penelitian mengenai produksi crude papain bahkan menunjukkan adanya perubahan massa selama proses pengolahan.

Dalam salah satu penelitian yang tercatat di FAO AGRIS, proses produksi dari fresh latex menjadi dried crude papain memiliki total process conversion sekitar 63 persen pada sistem yang diteliti.

Angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai rendemen universal karena metode, bahan baku dan proses produksi dapat berbeda.

Namun, data itu cukup menunjukkan bahwa berat getah segar tidak dapat begitu saja disamakan dengan berat produk papain akhir.

Terlebih untuk menghasilkan papain yang telah dimurnikan dan memenuhi spesifikasi laboratorium tertentu.

Mengapa Papain Dibutuhkan?

Papain mempunyai nilai ekonomi karena sifat proteolitiknya.

Kemampuan memecah protein membuat enzim ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk pengolahan pangan dan berbagai aplikasi bioteknologi.

EFSA pada 2026 mengevaluasi papain yang diekstraksi dari lateks Carica papaya untuk penggunaan dalam sejumlah proses manufaktur pangan.

Sementara produk dengan spesifikasi lebih tinggi juga dipasarkan untuk kebutuhan penelitian.

Sigma-Aldrich, misalnya, mencantumkan papain P4762 untuk aplikasi yang mencakup kultur sel mamalia, analisis sel tunggal dan produksi diagnostic assay.

Dengan demikian, nilai papain bukan muncul hanya karena bahannya berasal dari pepaya, melainkan juga berkaitan dengan karakteristik enzim dan produk akhir yang dihasilkan.

Jadi, Apakah Petani Bisa Menjual Getah Pepaya Rp18 Juta per 10 Gram?

Tidak ada bukti yang ditemukan bahwa harga produk papain laboratorium tersebut merupakan harga yang akan diterima petani untuk 10 gram getah pepaya segar.

Ini merupakan dua komoditas yang berbeda.

Petani menghasilkan bahan baku berupa lateks. Sementara papain bernilai tinggi yang dijual sebagai reagen laboratorium telah menjadi produk dengan spesifikasi, proses produksi, pengujian dan tujuan penggunaan tertentu.

Karena itu, seseorang tidak bisa mengambil harga papain dari katalog laboratorium kemudian mengalikannya dengan jumlah getah yang berhasil disadap dari pohon pepaya untuk menghitung potensi pendapatan.

Untuk mengetahui nilai ekonomis getah pepaya bagi petani, yang dibutuhkan justru harga pembelian lateks segar atau crude papain dari pengepul, pengolah atau industri yang benar-benar membeli bahan tersebut.

Mengapa Klaim Ini Mudah Disalahpahami?

Pernyataan “10 gram papain murni dari getah pepaya bisa bernilai Rp18 juta” mempunyai arti yang berbeda dengan “10 gram getah pepaya harganya Rp18 juta.”

Perbedaan beberapa kata tersebut sangat penting.

Pernyataan pertama masih memungkinkan benar apabila merujuk pada produk papain dengan spesifikasi tertentu.

Pernyataan kedua memberi kesan bahwa getah putih yang keluar dari buah pepaya dapat langsung dijual dengan harga Rp1,8 juta per gram.

Padahal, getah tersebut baru merupakan bahan baku.

Inilah konteks yang perlu diperhatikan ketika melihat klaim harga fantastis papain di media sosial.

Kesimpulan Cek Fakta

Klaim bahwa papain yang berasal dari getah pepaya dapat bernilai Rp18 juta per 10 gram bukan sesuatu yang sepenuhnya salah.

Produk papain dengan spesifikasi khusus untuk laboratorium memang dapat memiliki harga sangat tinggi. Sebagai contoh, Sigma-Aldrich menjual papain dari lateks pepaya berbentuk lyophilized powder dengan aktivitas ≥10 units/mg protein seharga US$1.120 untuk 1 gram dan US$3.650 untuk 5 gram.

Dengan demikian, papain tertentu bahkan dapat memiliki nilai lebih tinggi daripada angka yang disebut dalam klaim.

Namun, papain bernilai tinggi tersebut tidak sama dengan getah pepaya mentah yang baru disadap dari buah.

Getah atau lateks merupakan bahan baku. Untuk menjadi crude papain hingga produk papain dengan spesifikasi tertentu, bahan tersebut harus melalui berbagai tahapan pengolahan. Produk untuk laboratorium juga mempunyai spesifikasi, aktivitas enzim, quality control dan tujuan penggunaan tertentu.

Karena itu, klaim menjadi menyesatkan apabila angka Rp18 juta per 10 gram digunakan untuk menggambarkan harga getah pepaya segar atau menimbulkan kesan bahwa petani dapat menyadap 10 gram getah kemudian menjualnya dengan harga Rp18 juta.

Kesimpulan yang lebih tepat adalah papain tertentu yang berasal dari getah pepaya memang dapat bernilai jutaan hingga puluhan juta rupiah dalam jumlah beberapa gram, tetapi harga tersebut bukan harga getah pepaya mentah dan tidak dapat dijadikan patokan nilai getah pepaya di tingkat petani.