— AS Roma memulai Serie A musim 2026/2027 dengan performa gemilang, meraih dua kemenangan beruntun dengan skor identik 4-0. Kemenangan pertama diraih atas Fiorentina, diikuti oleh kemenangan kedua melawan Lecce.

Pemain paling bersinar dalam dua laga awal tersebut adalah Donyell Malen. Penyerang asal Belanda ini sukses mencetak hat-trick pada pertandingan pembuka dan menambah dua gol saat AS Roma bertandang ke Stadio Via del Mare pada laga kedua.

Penampilan impresif Malen semakin menarik perhatian karena ia kini bermain di bawah arahan pelatih Gian Piero Gasperini. Sang pelatih dinilai berhasil memaksimalkan potensi Malen sebagai penyerang tengah, mengubahnya menjadi mesin gol andalan bagi tim Ibu Kota Italia tersebut.

Sejak bergabung dengan AS Roma dari Aston Villa pada Januari, Malen telah mencetak 19 gol dalam 20 pertandingan Serie A. Catatan ini menunjukkan efektivitas keputusan Gasperini menempatkannya di posisi sentral lini serang.

Gasperini mengungkapkan bahwa Malen memiliki karakteristik yang unik dibandingkan penyerang lain yang pernah dilatihnya. Namun, ia melihat adanya kemiripan dengan Diego Milito, mantan striker yang pernah bekerja sama dengannya di Genoa.

“Saya cukup beruntung bisa bekerja sama dengan beberapa penyerang hebat, seperti Diego Milito di Genoa, dan di Atalanta pun saya sering memiliki pemain yang mencetak banyak gol. Malen sedikit berbeda, meskipun ia memang mengingatkan saya pada sosok Milito dalam beberapa hal,” ujar Gasperini.

Menurut Gasperini, kemampuan Malen dalam mengontrol bola, melakukan putaran badan, dan akselerasi menjadi senjata utama di posisi penyerang tengah. Perubahan peran ini terbukti sangat efektif, menjadikan Malen sebagai pusat produktivitas gol bagi AS Roma.

Malen bukan satu-satunya pemain yang berkontribusi besar pada start sempurna AS Roma. Paulo Dybala turut memainkan peran krusial sebagai kreator serangan, dengan menyumbangkan tiga assist dan menjadi pengatur alur serangan tim.

Gasperini menilai kombinasi Malen dan Dybala dapat membuat lini serang AS Roma semakin berbahaya ketika keduanya tampil dalam kondisi terbaik. Namun, ia menyadari tantangan untuk mempertahankan kondisi prima kedua pemain sepanjang musim.

“Jelas, jika Malen dan Dybala selalu dalam kondisi prima seperti ini, segalanya akan menjadi lebih mudah, namun kita juga tahu bahwa hal itu tidak mungkin selalu terjadi,” ungkap Gasperini.

Dengan dua kemenangan telak di awal musim, AS Roma menunjukkan fondasi yang kuat. Ketajaman Malen yang didukung kreativitas Dybala menjadi kombinasi mematikan yang patut diperhitungkan dalam persaingan Serie A musim 2026/2027.