Topik.id — Chelsea membuat keputusan besar di penghujung bursa transfer musim panas 2026/2027 dengan melepas gelandang andalannya, Enzo Fernandez, ke Manchester City. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak mengingat Fernandez masih memegang peran krusial di Stamford Bridge dan bahkan sempat menjabat sebagai kapten tim pada musim 2025/2026.
Sebelumnya, Fernandez merupakan elemen penting dalam kesuksesan Chelsea di bawah asuhan Enzo Maresca. Ia berkontribusi signifikan dalam meraih gelar Europa Conference League 2025 dan Piala Dunia Antar klub pada musim panas tahun yang sama. Namun, situasi mulai berubah setelah Maresca meninggalkan klub pada Januari 2026.
Dua bulan berselang, Fernandez sempat mengisyaratkan ketidakpastian mengenai masa depannya di Chelsea, terutama setelah tim tersingkir dari Liga Champions. Keinginan sang gelandang untuk mencari tantangan baru akhirnya berujung pada kepindahannya ke Manchester City. Kendati Chelsea mendapatkan pemasukan finansial yang besar, keputusan ini menimbulkan pertanyaan karena mereka gagal mendatangkan pengganti langsung hingga bursa transfer ditutup.
Fernandez Sudah Mantap Meninggalkan Chelsea
Perubahan situasi di Chelsea menjadi titik awal spekulasi kepergian Fernandez. Setelah Enzo Maresca hengkang pada Januari 2026, Fernandez mulai mengevaluasi masa depannya dan menyatakan ketidakpastian mengenai kelanjutan kariernya di Stamford Bridge pada musim berikutnya.
Awalnya, tujuan utama Fernandez adalah bergabung dengan Real Madrid. Namun, klub raksasa Spanyol tersebut tidak pernah mengajukan tawaran resmi, kemungkinan karena menilai banderol sang gelandang terlalu tinggi bagi keuangan mereka.
Chelsea, melalui pelatih baru Xabi Alonso yang ditunjuk pada musim panas 2026, sempat berupaya mempertahankan pemain berusia 25 tahun itu. Alonso bahkan melakukan komunikasi langsung dengan Fernandez untuk mencoba mengubah keputusannya. Sayangnya, sang gelandang telah membulatkan tekad untuk meninggalkan klub.
Situasi semakin memanas ketika Fernandez menerima cemoohan dari sebagian pendukung Chelsea dalam sebuah laga uji coba melawan Real Sociedad. Tak lama berselang, ia tidak dimasukkan dalam skuad Chelsea saat menghadapi Luton dan Brighton, sebuah sinyal kuat bahwa masa depannya memang sudah tidak lagi berada di Stamford Bridge.
Chelsea Raih Dana Besar, Tanpa Pengganti Ideal
Sebelumnya, Chelsea menetapkan banderol £120 juta untuk Fernandez hingga 14 Agustus 2026, namun tidak ada klub yang merespons dengan tawaran konkret. The Blues kemudian menaikkan tuntutan menjadi £135 juta. Akhirnya, Manchester City mengajukan tawaran sebesar £125 juta yang kemudian diterima oleh Chelsea.
Dari sisi finansial, Chelsea berhasil mendapatkan tambahan £5 juta lebih banyak dari harga jual yang mereka tetapkan sebelumnya. Penjualan Fernandez ini membuat total pemasukan Chelsea dari penjualan pemain pada bursa transfer musim panas 2026/2027 menembus £425 juta, termasuk bonus. Angka ini berpotensi mendekati £500 juta jika memperhitungkan pemasukan dari status peminjaman pemain.
Awalnya, Chelsea berencana untuk tidak mendatangkan pengganti langsung bagi Fernandez dan menyimpan dana hasil penjualannya. Namun, rencana tersebut berubah ketika mereka nyaris mencapai kesepakatan untuk mendatangkan Lamine Camara dari Monaco senilai £47 juta.
Kesepakatan Camara akhirnya urung terjadi tepat pada penutupan bursa transfer pukul 23.00 BST. Monaco memutuskan membatalkan kesepakatan tertulis setelah melakukan negosiasi ulang terkait transfer Folarin Balogun ke Everton. Keputusan Monaco ini berdampak langsung pada batalnya transfer Camara ke Chelsea.
Secara teknis, Chelsea masih memiliki peluang untuk membatalkan kepindahan Fernandez setelah gagal mendapatkan Camara. Namun, The Blues memilih untuk tetap menepati kesepakatan yang telah terjalin. Alhasil, Fernandez resmi bergabung dengan Manchester City, sementara Chelsea harus mengarungi musim 2026/2027 tanpa pengganti langsung untuk kapten mereka sebelumnya.
Ikuti Topik.id
