Topik.id — Persebaya Surabaya harus menempuh rute darat dan laut dari Lampung menuju Surabaya setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Kondisi ini memaksa tim berjuluk Bajol Ijo itu membatalkan rencana perjalanan udara.
Keputusan ini diambil setelah Persebaya menjalani laga tandang melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Sabtu (5/9), yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Penutupan Bandara Radin Inten II dan Bandara Soekarno-Hatta akibat dampak erupsi membuat penerbangan tidak dapat dilakukan.
Tim Persebaya dijadwalkan bertolak dari Lampung pada Minggu (6/9) pukul 07.00 WIB. Rombongan akan menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak. Setibanya di Merak, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Surabaya.
Gelandang Persebaya, Francisco Rivera, mengungkapkan bahwa perjalanan panjang lintas darat dan laut ini merupakan pengalaman baru baginya setibanya di Indonesia. Ia mengaku dapat memahami perjuangan para suporter yang kerap menempuh perjalanan serupa untuk mendukung tim.
“Ya, ini adalah pengalaman baru bepergian seperti ini ke Surabaya. Kami jadi bisa memahami para suporter yang melakukan perjalanan yang sama untuk mendukung kami,” ujar Rivera.
Rivera menambahkan, ini adalah kali pertama ia melakukan perjalanan menggunakan kapal laut selama berada di Indonesia. Ia berharap seluruh rangkaian perjalanan ini berjalan lancar hingga tim tiba di Kota Pahlawan.
“Setelah naik bus, kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa cepat sampai di Surabaya,” ucap pemain asal Meksiko tersebut, sembari menantikan laga kandang pada pekan kedua Super League.
Ikuti Topik.id
