Topik.id — Rincian lebih lanjut mengenai generasi kedua BYD Seagull mulai bermunculan menjelang peluncuran resminya. Setelah pendaftaran MIIT dan sketsa desain kabin resmi dipublikasikan, kemunculan foto mata-mata (spy shots) terbaru dari mobil hatchback listrik ini mengindikasikan kehadiran teknologi pengisian daya cepat, yang menjanjikan durasi pengisian 9 menit serta peningkatan performa di cuaca dingin.
Model generasi kedua Seagull sering kali dijuluki sebagai “Great Seagull” karena memiliki dimensi yang lebih besar daripada versi saat ini. Kendaraan ini juga dikenal dengan nama Dolphin Mini, Dolphin Surf, serta Atto 1 di beberapa pasar tertentu, dan diposisikan berada di bawah BYD Dolphin.
Teknologi Pengisian Daya Cepat
Foto mata-mata memperlihatkan Seagull terbaru terparkir di depan sebuah replika stasiun Flash Charging, yang diduga kuat mendahului sesi pemotretan resmi. Hal ini mengisyaratkan penyematan teknologi andalan BYD pada mobil hatchback baru tersebut, yang menjanjikan sejumlah kemampuan:
- Pengisian daya dalam 5 menit dari 10% hingga 70%
- Pengisian daya dalam 9 menit dari 10% hingga 97%
- Hanya lebih lambat 3 menit pada suhu -30°C
CarNewsChina melaporkan spesifikasi Seagull terbaru ini yang diprediksi hadir dengan pilihan kapasitas baterai LFP 30 kWh dan 39.2 kWh. Jarak tempuh CLTC masing-masing tercatat sejauh 320 km (259 km WLTP) dan 420 km (340 km WLTP).
Saat ini masih belum dapat dipastikan apakah kedua paket baterai tersebut akan mengusung sel LFP “Blade Battery 2.0” milik BYD, yang menjadi syarat utama untuk Flash Charging. Sejumlah sumber di China memperkirakan bahwa Flash Charging akan dibatasi khusus pada varian trim yang lebih tinggi, dan kemungkinan besar dipasangkan dengan opsi baterai 39.2 kWh yang lebih besar.
Jika informasi tersebut benar, varian tertinggi Seagull mampu menghasilkan daya pengisian rata-rata sebesar 282 kW selama sesi Flash Charging dari kapasitas 10% hingga 70%. Angka ini setara dengan pengisian 7C, atau tujuh kali lipat dari kapasitas baterai kendaraan.
Daya pengisian instan bahkan berpotensi melampaui 300 kW pada awal sesi, sebelum kemudian menurun seiring meningkatnya status pengisian (SoC) serta suhu baterai. Kondisi ini akan memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan bagi Seagull baru dibandingkan para pesaingnya, yang sebagian besar masih terbatas pada pengisian di bawah 100 kW.
Sebagai perbandingan, Seagull saat ini hanya menyediakan baterai berpendingin udara pada varian entry-level 305 km, yang dapat mempengaruhi kecepatan pengisian serta masa pakai baterai di iklim panas. BYD dinilai kecil kemungkinan akan menawarkan opsi berpendingin udara demi menekan harga awal Seagull generasi baru.
Pembaruan Desain dan Performa
Penyegaran ini membawa serangkaian peningkatan dibandingkan model saat ini, mencakup dimensi ukuran, teknologi, kapasitas baterai, tenaga, hingga konfigurasi tempat duduk. Dimensi eksteriornya bertambah menjadi 4205/1810/1570 mm, dengan jarak sumbu roda yang membentang hingga 2.650 mm. Mobil ini juga kini mampu mengakomodasi lima penumpang, meningkat dari sebelumnya empat orang.
Pembaruan tersebut turut menghadirkan motor penggerak yang lebih bertenaga. Motor tunggal di bagian depan kini mampu menghasilkan tenaga 95 kW (127 hp), meningkat 40 kW (54 hp) dari trim tertinggi model yang beredar di China saat ini. Kecepatan maksimalnya pun mendapatkan sedikit peningkatan pada angka 150 km/jam.
Penampakan nyata di jalan raya memperlihatkan Seagull baru dilengkapi sensor LiDAR yang terpasang di atap, mengisyaratkan kehadiran sistem pengemudian asistensi DiPilot 300 milik BYD, yang di China dikenal sebagai God’s Eye B. Varian Seagull saat ini sebenarnya juga dapat dipasangkan sistem berbasis LiDAR tersebut, meski memerlukan biaya tambahan sebesar 12.000 yuan (1.800 USD).
BYD menyatakan bahwa Seagull terbaru akan meluncur di pasar China tahun ini, kendati informasi mengenai harga resmi belum diumumkan. Model Seagull saat ini dipasarkan dengan kisaran harga 69.900 hingga 85.900 yuan (10.400 hingga 12.800 USD), sementara model generasi anyar diprediksi melampaui angka tersebut.
Kendaraan ini berpotensi menjadi mobil pertama BYD yang menghadirkan teknologi Flash Charging di bawah kisaran harga 100.000 yuan (15.000 USD). Produsen otomotif tersebut tengah gencar memperluas jaringannya, dengan stasiun pengisian ke-10.000 yang telah beroperasi pada akhir Agustus lalu, serta menargetkan pencapaian 20.000 stasiun pada akhir tahun 2026.
