Topik.ID — Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max oleh Apple pada Kamis (10/9/2026) dini hari waktu Indonesia, justru membawa kabar kurang menyenangkan bagi para pemburu model iPhone generasi sebelumnya. Berbeda dari kebiasaan lama, Apple kali ini menaikkan banderol beberapa lini iPhone lawas setelah model baru hadir.
Kenaikan harga ini dilaporkan terjadi secara seragam di pasar global, dengan kenaikan mencapai 100 dollar AS (sekitar Rp 1,75 juta) untuk harga awal masing-masing model. iPhone 16 yang sebelumnya dibanderol mulai 699 dollar AS (sekitar Rp 12,3 juta), kini dijual mulai 799 dollar AS (sekitar Rp 14 juta).
Model iPhone 17e juga mengalami kenaikan dari 599 dollar AS (sekitar Rp 10,5 juta) menjadi 699 dollar AS (sekitar Rp 12,3 juta). Sementara itu, iPhone 17 kini dibanderol mulai 899 dollar AS (sekitar Rp 15,8 juta), naik dari sebelumnya 799 dollar AS (sekitar Rp 14 juta), dan iPhone Air melonjak dari 999 dollar AS (sekitar Rp 17,5 juta) menjadi 1.099 dollar AS (sekitar Rp 19,3 juta).
Kenaikan Harga Juga Berlaku di Indonesia
Dampak kenaikan harga ini turut dirasakan konsumen di Indonesia. Pantauan perbandingan harga pada 8 September 2026 dengan harga terbaru per 10 September 2026 di situs distributor resmi menunjukkan adanya penyesuaian harga.
Sejumlah model iPhone mengalami kenaikan harga mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 500.000, tergantung pada varian kapasitas penyimpanannya. Kenaikan paling signifikan terlihat pada keluarga iPhone 17.
Untuk iPhone 17e 256 GB, misalnya, harganya naik Rp 500.000 dari Rp 12.999.000 menjadi Rp 13.499.000. Sementara varian 512 GB juga mengalami kenaikan serupa, dari Rp 17.499.000 menjadi Rp 17.999.000.
Harga iPhone 17 256 GB kini tercatat sebesar Rp 17.999.000, naik Rp 500.000 dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 17.499.000. Sebagai catatan, saya pribadi sempat membeli model tersebut pada 15 Agustus lalu dengan harga Rp 16.955.000. Harga yang saya peroleh tersebut merupakan harga flash sale yang saya dapatkan di salah satu marketplace, sementara harga normal perangkat saat itu adalah Rp 17.499.000.
Kenaikan harga juga terjadi pada iPhone 17 512 GB, yang kini dibanderol Rp 22.749.000, naik dari sebelumnya Rp 22.249.000. Sementara itu, iPhone Air turut mengalami kenaikan sebesar Rp 500.000 pada seluruh pilihan kapasitas penyimpanan yang tersedia.
Tidak hanya lini iPhone generasi terbaru, model yang lebih lawas seperti iPhone 16 dan bahkan iPhone 15 pun turut mengalami penyesuaian harga. Kenaikannya cenderung lebih kecil, sekitar Rp 250.000. Contohnya, iPhone 16 128 GB kini dibanderol Rp 15.249.000, naik dari Rp 14.999.000. Varian 256 GB naik menjadi Rp 17.249.000, dan model 512 GB menjadi Rp 20.749.000.
Rincian Harga iPhone Terbaru di Indonesia (10 September 2026)
Berikut adalah rincian harga iPhone 17, iPhone 16, dan iPhone Air di Indonesia setelah peluncuran global iPhone 18 Pro:
Harga iPhone 17e
- iPhone 17e 256 GB: Rp 13.499.000 (sebelumnya Rp 12.999.000)
- iPhone 17e 512 GB: Rp 17.999.000 (sebelumnya Rp 17.499.000)
Harga iPhone 17
- iPhone 17 256 GB: Rp 17.999.000 (sebelumnya Rp 17.499.000)
- iPhone 17 512 GB: Rp 22.749.000 (sebelumnya Rp 22.249.000)
Harga iPhone Air
- iPhone Air 256 GB: Rp 16.999.000 (sebelumnya Rp 16.499.000)
- iPhone Air 512 GB: Rp 21.749.000 (sebelumnya Rp 21.249.000)
- iPhone Air 1 TB: Rp 25.999.000 (sebelumnya Rp 25.499.000)
Harga iPhone 16
- iPhone 16 128 GB: Rp 15.249.000 (sebelumnya Rp 14.999.000)
- iPhone 16 256 GB: Rp 17.249.000 (sebelumnya Rp 16.999.000)
- iPhone 16 512 GB: Rp 20.749.000 (sebelumnya Rp 20.499.000)
Harga iPhone 15
- iPhone 15 128 GB: Rp 12.749.000 (sebelumnya Rp 12.499.000)
- iPhone 15 256 GB: Rp 14.999.000 (sebelumnya Rp 14.749.000)
- iPhone 15 512 GB: Rp 18.249.000 (sebelumnya Rp 17.999.000)
Sinyal Kenaikan Harga Sudah Muncul
Kenaikan harga ini sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan. Sebelum peluncuran seri iPhone 18 Pro, berbagai spekulasi telah beredar mengenai potensi penyesuaian harga akibat peningkatan biaya komponen. Mantan CEO Apple, Tim Cook, pada akhir Juni lalu sempat mengindikasikan bahwa perusahaan tidak lagi dapat sepenuhnya menyerap lonjakan biaya komponen, terutama untuk chip memori dan penyimpanan.
Permintaan komponen tersebut melonjak drastis seiring dengan upaya perusahaan-perusahaan AI yang berlomba membangun pusat data berskala besar. Kebutuhan infrastruktur AI akan memori dalam jumlah masif ini memberikan tekanan signifikan terhadap pasokan di industri semikonduktor. Tim Cook bahkan menggambarkan kelangkaan memori yang terjadi saat ini sebagai kondisi yang sangat tidak biasa.
Ikuti Topik.ID
