Topik.id — Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali mengalami perubahan pada Selasa, 22 September 2026. Pergerakan harga terjadi pada beberapa komoditas, dengan minyak goreng dan telur ayam ras tercatat mengalami kenaikan dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Di sisi lain, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga. Daging ayam kampung, telur ayam kampung, serta berbagai jenis cabai menjadi komoditas yang harganya turun. Data tersebut menunjukkan harga kebutuhan dapur masih bergerak dinamis di tingkat pasar.
Harga Sembako Jatim Hari Ini
Data harga bahan pokok Jawa Timur tersebut dirangkum dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur. Angka yang tercatat merupakan harga rata-rata sehingga harga di masing-masing pasar dapat berbeda.
Berikut daftar harga sembako dan sejumlah kebutuhan dapur di Jawa Timur pada Selasa, 22 September 2026:
- Beras premium: Rp15.103 per kg
- Beras medium: Rp12.983 per kg
- Gula kristal putih: Rp17.232 per kg
- Minyak goreng curah: Rp20.591 per kg
- Minyak goreng kemasan premium: Rp22.171 per liter
- Minyak goreng kemasan sederhana: Rp18.910 per liter
- Minyakita: Rp16.046 per liter
- Daging sapi paha belakang: Rp131.747 per kg
- Daging ayam ras: Rp38.803 per kg
- Daging ayam kampung: Rp68.672 per kg
- Telur ayam ras: Rp25.082 per kg
- Telur ayam kampung: Rp45.241 per kg
- Susu kental manis Bendera: Rp12.542 per 370 gram
- Susu kental manis Indomilk: Rp12.500 per 370 gram
- Susu bubuk Bendera: Rp41.325 per 400 gram
- Susu bubuk Indomilk: Rp40.544 per 400 gram
- Garam bata: Rp1.679
- Garam halus: Rp9.315 per kg
- Cabai merah keriting: Rp38.211 per kg
- Cabai merah besar: Rp25.470 per kg
- Cabai rawit merah: Rp63.034 per kg
- Bawang merah: Rp25.892 per kg
- Bawang putih: Rp28.683 per kg
- Gas elpiji: Rp19.901
Minyak Goreng dan Telur Ayam Ras Mengalami Kenaikan
Beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan dibandingkan harga sebelumnya. Minyak goreng curah naik Rp123 atau sekitar 0,60 persen menjadi Rp20.591 per kg.
Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng kemasan premium. Harganya bertambah Rp154 atau 0,70 persen sehingga berada di level Rp22.171 per liter.
Telur ayam ras turut mengalami kenaikan. Komoditas tersebut naik Rp141 atau 0,56 persen menjadi Rp25.082 per kg.
Perubahan pada sejumlah komoditas tersebut dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang rutin membeli bahan pangan untuk kebutuhan harian.
Harga Cabai dan Ayam Kampung Turun
Berbeda dengan minyak goreng dan telur ayam ras, sejumlah komoditas lainnya mengalami penurunan harga. Daging ayam kampung turun Rp958 atau 1,38 persen menjadi Rp68.672 per kg.
Telur ayam kampung juga turun Rp405 atau 0,89 persen ke level Rp45.241 per kg. Penurunan lebih besar secara persentase terlihat pada cabai merah keriting yang turun Rp939 atau 2,40 persen menjadi Rp38.211 per kg.
Cabai merah besar turun Rp453 atau 1,75 persen menjadi Rp25.470 per kg. Sementara cabai rawit merah mengalami penurunan Rp846 atau 1,32 persen dan berada di harga Rp63.034 per kg.
Penyebab Harga Sembako Terus Berubah
Pergerakan harga bahan pokok dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi pasokan dan permintaan hingga biaya produksi serta distribusi. Ketika permintaan meningkat sementara pasokan terbatas, harga cenderung bergerak naik.
Faktor cuaca juga berpengaruh terhadap komoditas pertanian. Hujan ekstrem, kekeringan, bencana alam, maupun perubahan musim dapat mengganggu produksi dan distribusi sehingga memengaruhi jumlah pasokan di pasar.
Selain itu, biaya pupuk, bahan bakar, tenaga kerja, transportasi, serta bahan baku turut menentukan harga akhir. Kebijakan pemerintah, perubahan pajak, aturan impor, nilai tukar rupiah, dan kondisi inflasi juga dapat memberikan pengaruh terhadap harga barang.
Gangguan dalam rantai distribusi, seperti keterlambatan pengiriman maupun persoalan logistik, juga berpotensi membuat pasokan berkurang di sejumlah daerah.
Karena harga yang tercantum merupakan rata-rata Jawa Timur, masyarakat perlu memperhatikan harga di pasar masing-masing sebelum berbelanja. Pemantauan secara berkala dapat membantu rumah tangga menyesuaikan anggaran dengan perubahan harga kebutuhan pokok.
