Koperasi Kana membidik pengembangan pabrik gula merah berbahan baku tebu terbesar di Indonesia melalui anak usahanya, PT Indogula Jayabaya, yang berlokasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Langkah tersebut diperkuat dengan fasilitas pembiayaan dari PT ORIX Indonesia Finance untuk mendukung ekspansi usaha dan peningkatan kapasitas produksi.
Kerja sama pembiayaan ini menjadi bagian dari strategi Koperasi Kana memperbesar perannya dalam industri gula merah nasional. PT Indogula Jayabaya mendapatkan fasilitas pendanaan setelah melalui proses penilaian kelayakan yang dilakukan perusahaan pembiayaan tersebut.
Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Koperasi Kana, Menara Syariah, Jakarta, dengan dihadiri Ketua Koperasi Kana Jonathan Danang Wardhana, Direktur PT Indogula Jayabaya Karolus Hoky, serta Direktur PT ORIX Indonesia Finance Sudarmo Soemantri.
Selain memperoleh dukungan pembiayaan, Koperasi Kana juga menggandeng Nextcore Innovative Solutions sebagai konsultan bisnis untuk membantu penyusunan strategi pertumbuhan dan pengembangan perusahaan.
Ketua Koperasi Kana, Jonathan Danang Wardhana, menegaskan bahwa kemitraan tersebut merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kapasitas industri gula merah berbahan baku tebu sekaligus memperkuat daya saing perusahaan.
Menurut Jonathan, pengembangan usaha membutuhkan perencanaan yang matang, tata kelola profesional, serta kerja sama dengan mitra yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan bisnis.
Melalui dukungan pembiayaan ORIX dan pendampingan Nextcore, Koperasi Kana menargetkan PT Indogula Jayabaya berkembang menjadi pabrik gula merah berbahan baku tebu terbesar di Indonesia.
Koperasi Kana gandeng ORIX Indonesia Finance untuk ekspansi pabrik
Kerja sama dengan PT ORIX Indonesia Finance menjadi langkah terbaru Koperasi Kana dalam memperkuat pengembangan usaha PT Indogula Jayabaya.
Fasilitas pembiayaan tersebut diberikan setelah perusahaan melalui proses penilaian kelayakan. Dukungan pendanaan diarahkan untuk membantu peningkatan skala produksi dan pelaksanaan rencana ekspansi usaha.
PT ORIX Indonesia Finance merupakan bagian dari ORIX Corporation, perusahaan jasa keuangan asal Jepang yang berdiri pada 1964 dan telah beroperasi di Indonesia sejak 1975.
Kehadiran ORIX sebagai mitra pembiayaan memberikan tambahan dukungan bagi Koperasi Kana dalam mengembangkan kegiatan bisnis di sektor industri pengolahan gula.
Jonathan menyampaikan bahwa perusahaan tidak hanya ingin memperbesar volume produksi, tetapi juga memperkuat pengelolaan bisnis agar mampu bersaing dalam industri gula merah nasional.
Ia menekankan pentingnya kesesuaian antara strategi pertumbuhan, kapasitas operasional, dan dukungan pembiayaan untuk mencapai target pengembangan perusahaan.
Meski fasilitas pembiayaan telah diperoleh, nilai pendanaan dan rincian investasi untuk ekspansi terbaru belum diumumkan secara terperinci.
Karena itu, target menjadi pabrik gula merah terbesar di Indonesia masih merupakan rencana pengembangan perusahaan dan belum menjadi pencapaian yang telah direalisasikan.
Targetkan peningkatan kapasitas produksi gula merah
PT Indogula Jayabaya merupakan perusahaan manufaktur gula merah berbahan baku tebu yang berada di bawah naungan Koperasi Konsumen Kana.
Fasilitas produksinya berlokasi di Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Dalam beberapa tahun terakhir, Koperasi Kana mencatat peningkatan kapasitas produksi gula merah seiring pengembangan kegiatan usahanya.
Berdasarkan laporan perkembangan koperasi yang disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Maret 2026, kapasitas produksi gula merah meningkat dari 15 ton per hari pada 2023 menjadi 50 ton per hari pada 2024.
Peningkatan berlanjut pada 2025 ketika kapasitas produksi mencapai 70 ton per hari.
Berikut perkembangan kapasitas produksi gula merah yang dilaporkan Koperasi Kana.
| Tahun | Kapasitas produksi |
|---|---|
| 2023 | 15 ton per hari |
| 2024 | 50 ton per hari |
| 2025 | 70 ton per hari |
Peningkatan kapasitas tersebut menjadi salah satu modal Koperasi Kana dalam menyiapkan ekspansi industri gula merah.
Pada September 2026, PT Indogula Jayabaya juga mulai mengoperasikan mesin baru pada fasilitas produksi tahap kedua.
Penambahan mesin tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi sekaligus memperkuat kesiapan perusahaan dalam memperluas pasar, termasuk peluang ekspor.
Namun, perusahaan belum mengumumkan target kapasitas produksi akhir yang akan dicapai melalui pembiayaan terbaru dari ORIX.
Realisasi ekspansi masih bergantung pada pelaksanaan rencana bisnis, kebutuhan investasi, serta kesiapan fasilitas produksi perusahaan.
Nextcore Innovative Solutions dampingi pengembangan bisnis
Selain memperkuat pendanaan, Koperasi Kana menggandeng Nextcore Innovative Solutions untuk mendampingi pengembangan PT Indogula Jayabaya.
Perusahaan konsultan tersebut akan membantu penyusunan strategi pertumbuhan, peningkatan kesiapan bisnis, dan optimalisasi potensi usaha.
Pendampingan tersebut diarahkan agar pengembangan kapasitas produksi berjalan sejalan dengan penguatan manajemen dan perencanaan operasional.
Dalam industri pengolahan, peningkatan kapasitas pabrik tidak hanya berkaitan dengan penambahan mesin, tetapi juga membutuhkan kesiapan bahan baku, pengelolaan produksi, serta jaringan pemasaran.
Karena itu, dukungan pembiayaan dan konsultasi bisnis menjadi dua bagian dari strategi pengembangan PT Indogula Jayabaya.
Koperasi Kana menempatkan kedua kemitraan tersebut sebagai fondasi untuk menjalankan rencana pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.
Pabrik gula merah di Kediri diperkuat melalui kemitraan petani tebu
Pengembangan PT Indogula Jayabaya juga berkaitan dengan upaya Koperasi Kana memperkuat ekosistem industri gula berbasis kemitraan petani.
Sebelumnya, pada Juni 2026, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengunjungi fasilitas PT Indogula Jayabaya di Kabupaten Kediri.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka mendukung penguatan industri gula nasional melalui kerja sama antara koperasi, petani tebu, dan perusahaan pengolahan.
Koperasi Kana menjalin kemitraan dengan Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri serta PT Indogula Jayabaya untuk membangun rantai usaha yang lebih terintegrasi.
Kerja sama tersebut mencakup hubungan antara penyedia bahan baku, pengolahan hasil pertanian, dan distribusi produk gula.
Dalam kesempatan itu, Ferry menekankan pentingnya melibatkan lebih banyak petani tebu dalam pengembangan industri berbasis koperasi.
Ia juga mendorong perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat sekitar sehingga pengembangan industri dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Menurut Ferry, koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat posisi tawar petani dan membantu memastikan hasil panen terserap oleh industri pengolahan.
Dengan adanya kemitraan tersebut, petani diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih baik, sementara perusahaan memiliki jaringan pemasok bahan baku untuk mendukung kegiatan produksi.
Koperasi Kana dorong hilirisasi industri gula nasional
Rencana ekspansi PT Indogula Jayabaya juga sejalan dengan penguatan hilirisasi sektor pertanian yang tengah didorong pemerintah.
Melalui proses pengolahan tebu menjadi gula merah industri, koperasi dapat mengambil peran lebih luas dalam rantai nilai komoditas pertanian.
Kementerian Koperasi sebelumnya menegaskan bahwa koperasi perlu meningkatkan perannya dari sekadar penghimpun hasil panen menjadi pelaku usaha yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi, pengolahan, dan distribusi.
Model tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi anggota koperasi maupun masyarakat sekitar.
Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi juga telah memberikan dukungan pembiayaan kepada Koperasi Kana pada 2025 untuk memperkuat kegiatan usaha produktif.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, sebelumnya menyampaikan bahwa kolaborasi antara koperasi petani dan industri pengolahan merupakan salah satu model pengembangan usaha yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pengembangan PT Indogula Jayabaya menjadi bagian dari upaya memperbesar kontribusi koperasi terhadap sektor industri nasional.
Koperasi Kana siapkan langkah menjadi pemain utama industri gula merah
Koperasi Kana terus mengembangkan kegiatan usaha melalui sejumlah entitas yang bergerak di sektor pengolahan, distribusi, logistik, dan perdagangan.
PT Indogula Jayabaya menjadi salah satu unit usaha yang diprioritaskan untuk memperkuat kapasitas industri pengolahan gula merah.
Dengan dukungan fasilitas pembiayaan dari ORIX Indonesia Finance, perusahaan memiliki tambahan sumber pendanaan untuk menjalankan rencana pengembangannya.
Sementara itu, kerja sama dengan Nextcore Innovative Solutions diarahkan untuk membantu perusahaan menyiapkan strategi pertumbuhan yang lebih terstruktur.
Pengembangan fasilitas produksi di Kediri juga didukung jaringan kemitraan dengan petani tebu dan koperasi pemasaran yang telah dibangun sebelumnya.
Meski memiliki ambisi menjadi pabrik gula merah berbahan baku tebu terbesar di Indonesia, Koperasi Kana masih perlu merealisasikan peningkatan kapasitas produksi untuk mencapai target tersebut.
Dengan demikian, kerja sama pembiayaan antara PT Indogula Jayabaya dan ORIX Indonesia Finance menjadi langkah terbaru Koperasi Kana dalam memperbesar skala industri gula merah nasional, sekaligus memperkuat pengembangan usaha berbasis koperasi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.









