— Dua pasangan voli pantai putra Indonesia menjalani pertandingan babak 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil berbeda. Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi berhasil melanjutkan perjalanan ke perempatfinal, sementara Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly harus mengakhiri perjuangan setelah kalah dari pasangan China.

Bintang/Sofyan memastikan tiket delapan besar setelah mengalahkan pasangan Oman Hood Al Jalaboubi/Mazin Al Hashimi dalam pertandingan yang berlangsung pada Selasa (29/9/2026). Unggulan ketiga tersebut menang dua set langsung dengan skor 22-20 dan 21-18, meski sempat mendapat tekanan sepanjang pertandingan.

Bintang/Sofyan Atasi Tekanan dari Oman

Pertandingan melawan pasangan Oman tidak langsung berjalan sesuai harapan Bintang/Sofyan. Mereka sempat kesulitan mengembangkan permainan dan harus terlibat dalam persaingan angka yang ketat sejak set pertama.

Kondisi tersebut terutama terlihat dari penampilan Bintang yang dinilai belum sepenuhnya percaya diri. Permainan Indonesia bahkan sempat terbawa pola yang diterapkan Hood Al Jalaboubi/Mazin Al Hashimi.

Pelatih timnas voli pantai Indonesia Andi Ardiansyah mengatakan kondisi itu membuat pasangan Indonesia kesulitan mengambil kendali permainan.

“Set pertama anak-anak sempat tidak percaya diri, terutama Bintang. Gaya permainan anak-anak sempat mengikuti lawan sehingga lawan dapat mendikte anak-anak sampai skor kejar-kejaran,” kata Andi.

Dalam situasi tersebut, Andi kemudian meminta waktu untuk memberikan instruksi kepada kedua pemain. Time out dimanfaatkan untuk mengembalikan fokus sekaligus mengubah pendekatan permainan.

“Setelah time out anak-anak saya suruh jangan ngikut permainan lawan. Alhamdulillah anak-anak bisa memenangkan pertandingan,” ujar Andi.

Arahan tersebut memberikan hasil. Bintang/Sofyan mampu keluar dari tekanan dan mengamankan set pertama dengan skor 22-20.

Menang Dua Set dan Lanjut ke Perempatfinal

Bintang/Sofyan berusaha menjaga momentum pada set kedua. Pertandingan kembali berlangsung ketat, tetapi pasangan Indonesia mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Mereka akhirnya merebut set kedua dengan skor 21-18. Kemenangan dua set langsung tersebut memastikan Bintang/Sofyan melangkah ke babak perempatfinal dan tetap berada dalam persaingan menuju medali.

Perjalanan pasangan ini di fase grup sebelumnya juga berjalan mulus. Bintang/Sofyan menjadi juara Pul C setelah menyapu bersih tiga pertandingan tanpa kehilangan satu set.

Pada pertandingan terakhir fase grup, mereka mengalahkan pasangan Filipina James Buytrago/Ronniel Rosales dengan skor 21-18 dan 21-15.

Di babak perempatfinal, Bintang/Sofyan masih menunggu calon lawan. Mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara pasangan Qatar Musa Alkeer Mou/Mohamed Zainelabedin dan wakil China Song Jinyang/Wang Yanwei.

Imam/Fairuz Terhenti di Babak 16 Besar

Hasil berbeda didapat pasangan Indonesia lainnya, Imam Ahmad Faisal/Fairuz Bayhaqly. Berstatus runner-up Pul E, mereka harus mengakui keunggulan pasangan China Wu Jiaxin/Zhou Chaowei.

Imam/Fairuz tidak mampu merebut satu pun set dalam pertandingan tersebut. Mereka kalah 0-2 dengan skor 13-21 dan 11-21 sehingga langkahnya terhenti pada babak 16 besar.

Pelatih timnas voli pantai Indonesia Koko Prasetyo mengakui hasil yang diperoleh Imam/Fairuz belum maksimal. Meski demikian, ia melihat pertandingan tersebut memberikan pengalaman penting bagi kedua pemain.

“Anak-anak hasil belum maksimal. Namun, hari ini anak-anak dapat pelajaran berharga dari tim China yang mereka adalah pemain 2018 AG yang sudah kaya pengalaman,” kata Koko.

Menurut Koko, tekanan dalam pertandingan turut memengaruhi penampilan Imam/Fairuz. Kondisi tersebut membuat keduanya tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaik.

“Mereka dalam keadaan tertekan, makanya belum bisa mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ujar Koko.

Koko berharap pengalaman menghadapi pasangan China dapat menjadi bekal bagi Imam/Fairuz pada turnamen berikutnya. Ia menyebut hasil tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.

“Pembelajaran yang baik buat next competition,” kata Koko.