Topik.id — Huawei bersiap memperkenalkan smartwatch premium generasi terbarunya, Huawei Watch 6, ke pasar global. Perangkat wearable tersebut dijadwalkan debut dalam acara teknologi Huawei di Munich pada 2 September 2026, setelah sebelumnya diperkenalkan melalui teaser resmi.
Menjelang peluncuran global tersebut, Huawei Watch 6 justru lebih dulu menunjukkan tanda-tanda kehadirannya di Indonesia. Perangkat dengan nama Huawei Watch 6 telah muncul dalam database sertifikasi Postel dan tercatat sebagai perangkat yang telah mendapatkan sertifikasi telekomunikasi di Tanah Air.
Huawei Watch 6 Tercatat di Database Postel

Berdasarkan data Postel, Huawei Watch 6 terdaftar dengan nomor sertifikat 125898/DJID/2026 yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026. Perangkat tersebut masuk dalam kategori Smartwatch.
Sertifikasi itu tercatat atas nama PT Huawei Tech Investment sebagai perusahaan pemegang sertifikat. Sementara merek perangkat yang dicantumkan adalah Huawei, dengan nomor tipe NIZ-B19 dan nama perangkat Huawei Watch 6.
Pencatatan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa Huawei telah melakukan persiapan untuk menghadirkan Watch 6 di pasar Indonesia. Sertifikasi menjadi bagian dari proses yang perlu dipenuhi sebelum perangkat telekomunikasi dapat dipasarkan di Tanah Air. Namun, sertifikasi yang telah diperoleh belum dapat menjadi kepastian mengenai tanggal penjualan.
Debut Global Bawa Sejumlah Peningkatan
Pada debutnya nanti, Huawei Watch 6 diposisikan sebagai smartwatch premium dengan sejumlah peningkatan pada desain, fitur kesehatan, olahraga, dan kecerdasan buatan (AI).
Huawei menyoroti konstruksi perangkat yang ringan dan ergonomis. Pendekatan tersebut ditujukan untuk memberikan kenyamanan ketika smartwatch digunakan dalam waktu lama, termasuk saat menemani aktivitas fisik sepanjang hari.
Untuk fitur olahraga, Watch 6 membawa algoritma AI generasi terbaru yang dirancang untuk menganalisis data latihan secara lebih mendalam. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan latihan yang kompleks serta memberikan rekomendasi kebugaran berdasarkan data pengguna.
Huawei Watch 6 Diperkirakan Pertahankan Sensor X-TAP
Huawei Watch 6 juga diperkirakan melanjutkan teknologi sensor X-TAP yang sebelumnya digunakan pada Huawei Watch 5.

Pada generasi sebelumnya, sistem multisensor tersebut memungkinkan pengguna mengukur kadar SpO2 dengan menyentuhkan ujung jari selama beberapa detik. Teknologi ini menjadi bagian dari sistem pemantauan kesehatan yang ditawarkan Huawei.
Fitur Health Glance juga diperkirakan tetap tersedia. Pada Huawei Watch 5, fitur tersebut mampu memindai 10 metrik kesehatan utama dalam waktu kurang dari satu menit, termasuk detak jantung, elektrokardiogram (EKG), variabilitas detak jantung (HRV), dan tingkat stres.
Selain pemantauan kesehatan, Watch 6 disebut akan mempertahankan dukungan konektivitas mandiri melalui eSIM serta sistem penentuan posisi GPS independen. Sebagai pembanding, Huawei Watch 5 mampu bertahan hingga 4,5 hari dalam mode standar.
Ikuti Topik.id
