— Aktivitas investor asing di pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika tersendiri pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/10/2026). Di tengah aksi jual bersih atau net sell secara keseluruhan mencapai Rp 1,16 triliun, asing justru terpantau melakukan aksi beli pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Merujuk data BEI yang dihimpun Stockbit Sekuritas, akumulasi beli bersih atau net buy pada saham BBCA mencapai Rp 91,6 miliar apabila dihitung berdasarkan harga rata-rata selama sesi pertama. Adapun volume pembelian tersebut menyentuh angka 15,1 juta saham.

Transaksi di pasar reguler ini beriringan dengan pergerakan harga saham BBCA yang mengalami penguatan. Hingga laporan ini disusun, saham emiten berkode BBCA tersebut menanjak 1,68% ke posisi Rp 6.050.

Kendati demikian, kinerja bulanan dan tahunan saham ini masih berada di zona merah. Dalam rentang waktu sebulan ke belakang, BBCA terkoreksi 4,35%. Sementara itu, secara year to date (ytd), saham bank swasta terbesar di Tanah Air ini tercatat melemah 25%.

Data dari IDX mencatat total volume perdagangan saham BBCA telah mencapai 49,9 juta saham. Aktivitas transaksi tersebut melibatkan frekuensi sebanyak 8.552 kali dengan nilai keseluruhan menyentuh Rp 302,4 miliar.

Langkah beli oleh investor asing ini menjadi kelanjutan dari tren sehari sebelumnya. Pada perdagangan Selasa (13/10/2026), saham BBCA juga menjadi sasaran akumulasi asing dengan catatan net buy sebesar Rp 30,11 miliar.

Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya untuk perdagangan Rabu (14/10/2026) memperkirakan target terdekat saham BBCA berada pada kisaran harga Rp 5.983 hingga Rp 6.017, di mana level harga saat ini telah melampaui estimasi tersebut.

Dari sudut pandang teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa area support untuk pergerakan harga saham BBCA berada pada rentang Rp 5.817 sampai Rp 5.883.