Topik.id — PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) memperluas jangkauan bisnis internasionalnya dengan memasuki pasar Afrika melalui kerja sama strategis bersama Societe de Gestion et de Concept en Informatique (SGCI). Kemitraan tersebut dijalankan melalui anak usaha ITSEC Asia, ITSEC Services Asia Pte. Ltd., dengan menyasar kebutuhan keamanan siber di Pantai Gading.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat kehadiran di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika. Kedua perusahaan berencana mengembangkan kerja sama untuk mendukung proyek operasi keamanan siber berskala nasional, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan sistem digital di sektor publik maupun swasta.
ITSEC Asia Perluas Pasar Keamanan Siber
President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, transformasi digital membuat organisasi di Pantai Gading menghadapi tantangan keamanan teknologi yang semakin beragam. Menurutnya, perlindungan sistem tidak cukup dilakukan melalui layanan sesaat, tetapi membutuhkan pemantauan dan penanganan ancaman secara berkelanjutan.
Patrick menjelaskan, peningkatan penggunaan teknologi turut memperluas potensi serangan siber. Risiko tersebut semakin kompleks pada sektor industri dan infrastruktur penting yang menghubungkan teknologi informasi (IT), teknologi operasional (OT), serta sistem kendali industri (ICS).
Melalui kerja sama dengan mitra lokal, ITSEC Asia berharap kemampuan keamanan siber yang dimilikinya dapat menjangkau lebih banyak organisasi di negara Afrika Barat tersebut.
Layanan SOC hingga Intelijen Ancaman Siber
Dalam kemitraan ini, ITSEC Asia akan menyalurkan sejumlah layanan melalui SGCI. Cakupannya meliputi pusat operasi keamanan atau security operations center (SOC), managed detection and response (MDR), intelijen ancaman siber, asesmen keamanan OT/ICS, serta program pelatihan.
Perusahaan juga akan menghadirkan platform IntelliBroń Orion untuk mendukung kebutuhan perlindungan digital. Teknologi tersebut akan dipadukan dengan kemampuan operasional dan pengalaman ITSEC Asia dalam menjalankan solusi keamanan siber berskala besar di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah.
Di sisi lain, SGCI akan menyumbangkan keahlian dalam tata kelola dan kepatuhan, audit sistem informasi, pengujian keamanan ofensif, forensik digital, integrasi teknologi, hosting, serta dukungan operasional di tingkat lokal.
SGCI Siapkan Dukungan Operasional Lokal
Managing Director SGCI Cyrille Koffi mengatakan, institusi pemerintah dan pengelola infrastruktur kritis di Pantai Gading membutuhkan sistem keamanan yang dapat beroperasi secara konsisten serta memenuhi ketentuan nasional.
SGCI mengandalkan pengalaman lebih dari 20 tahun, kapabilitas audit, dan integrasi sistem untuk mendukung pelaksanaan kemitraan. Perusahaan tersebut juga menekankan pentingnya pengoperasian serta penyimpanan sistem secara lokal guna memenuhi kebutuhan kedaulatan digital.
Melalui pembagian peran tersebut, kedua perusahaan menargetkan pengembangan layanan keamanan siber yang menggabungkan teknologi internasional dengan pemahaman terhadap kebutuhan pasar setempat. Ekspansi ini sekaligus membuka ruang bagi ITSEC Asia untuk memperluas bisnisnya di luar pasar yang selama ini menjadi fokus perusahaan.


