Oktober 2026 dalam kalender Jawa bertepatan dengan bulan Bakda Mulud – Jumadilawal 1960 Be. Tanggal 1 Oktober jatuh pada Kamis Legi (neptu 13), atau 18 Bakda Mulud 1960. Bulan Jumadilawal dimulai Selasa Pon, 13 Oktober.

Oktober 2026Bakda Mulud – Jumadilawal 1960 Be

Kalender Oktober 2026 dengan pasaran dan tanggal Jawa
MinSenSelRabKamJumSab

Ketuk tanggal untuk melihat weton, neptu, dan petungannya.

Hari penting Jawa di Oktober 2026

  1. Awal bulan Jumadilawal 1960

    Tanggal 1 Jumadilawal jatuh pada Selasa Pon.

  2. Anggara Kasih (Selasa Kliwon)

    Hari yang dikeramatkan dalam tradisi Jawa. Malamnya jatuh pada Senin malam, 19 Oktober 2026.

  3. Jumat Kliwon

    Malam Jumat Kliwon jatuh pada Kamis malam, 29 Oktober 2026.

Weton setiap tanggal di Oktober 2026

TanggalWetonNeptuTanggal Jawa
Kamis Legi1318 Bakda Mulud 1960
Jumat Pahing1519 Bakda Mulud 1960
Sabtu Pon1620 Bakda Mulud 1960
Minggu Wage921 Bakda Mulud 1960
Senin Kliwon1222 Bakda Mulud 1960
Selasa Legi823 Bakda Mulud 1960
Rabu Pahing1624 Bakda Mulud 1960
Kamis Pon1525 Bakda Mulud 1960
Jumat Wage1026 Bakda Mulud 1960
Sabtu Kliwon1727 Bakda Mulud 1960
Minggu Legi1028 Bakda Mulud 1960
Senin Pahing1329 Bakda Mulud 1960
Selasa Pon101 Jumadilawal 1960
Rabu Wage112 Jumadilawal 1960
Kamis Kliwon163 Jumadilawal 1960
Jumat Legi114 Jumadilawal 1960
Sabtu Pahing185 Jumadilawal 1960
Minggu Pon126 Jumadilawal 1960
Senin Wage87 Jumadilawal 1960
Selasa Kliwon118 Jumadilawal 1960
Rabu Legi129 Jumadilawal 1960
Kamis Pahing1710 Jumadilawal 1960
Jumat Pon1311 Jumadilawal 1960
Sabtu Wage1312 Jumadilawal 1960
Minggu Kliwon1313 Jumadilawal 1960
Senin Legi914 Jumadilawal 1960
Selasa Pahing1215 Jumadilawal 1960
Rabu Pon1416 Jumadilawal 1960
Kamis Wage1217 Jumadilawal 1960
Jumat Kliwon1418 Jumadilawal 1960
Sabtu Legi1419 Jumadilawal 1960

Cara membaca kalender Jawa

Kalender Jawa disusun Sultan Agung dari Mataram pada 1633 dengan memadukan penanggalan Hijriah, Saka, dan tradisi Jawa. Setiap hari punya dua nama: hari dalam sepekan tujuh hari (saptawara) dan pasaran dalam sepekan lima hari (pancawara). Gabungan keduanya disebut weton, dan polanya berulang setiap 35 hari.

Delapan tahun Jawa membentuk satu windu: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, Jimakir. Setiap 120 tahun (satu kurup) satu hari dihapus agar tetap selaras dengan bulan.

Neptu weton adalah nilai hari ditambah nilai pasaran. Hitungan petungan (Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, Pati) memakai sisa neptu dibagi lima, dan lazim dipakai untuk menimbang hari baik.

Pergantian hari dalam penanggalan Jawa

Dalam tradisi penanggalan Jawa, pergantian hari berlangsung saat matahari terbenam atau memasuki waktu Magrib. Hal ini berbeda dengan kalender Masehi yang berganti tanggal pada pukul 00.00.

Karena itu, waktu kelahiran perlu diperhatikan ketika seseorang ingin mengetahui wetonnya. Kelahiran setelah Magrib secara tradisional sudah diperhitungkan masuk ke hari dan pasaran berikutnya.

Tanggal Jawa dihitung secara aritmetis menurut sistem windu dan kurup, sehingga awal bulan bisa selisih satu hari dengan penetapan Hijriah resmi.