— Chelsea memulai musim 2026/2027 dengan catatan sempurna, memenangi tiga pertandingan awal. Namun, di balik tiga kemenangan tersebut, performa The Blues menyisakan sejumlah persoalan krusial yang harus segera diatasi oleh pelatih Xabi Alonso.

Kemenangan dramatis 4-3 atas Brighton pada pekan kedua Premier League menyusul kesuksesan sebelumnya melawan Fulham (3-2) dan Luton Town di EFL Cup (2-0). Meskipun mencetak tujuh gol dalam dua laga liga, lima gol bersarang di gawang Chelsea mengindikasikan bahwa produktivitas tinggi belum dibarengi dengan stabilitas permainan.

Situasi ini semakin diperparah dengan statistik penguasaan bola yang rendah dan rapuhnya lini pertahanan. Ketiga masalah ini berpotensi menjadi batu sandungan serius ketika Chelsea berhadapan dengan tim-tim yang memiliki kualitas lebih mumpuni.

Dalam pertandingan melawan Brighton, Chelsea hanya mampu menguasai bola sebesar 25,9 persen. Angka ini merupakan yang terendah dalam satu laga liga selama karier kepelatihan Xabi Alonso, baik di Chelsea, Bayer Leverkusen, maupun Real Madrid. Total 146 operan yang dicatatkan juga menjadi jumlah terendah Chelsea dalam satu pertandingan Premier League sejak musim 2003/2004.

Absennya Enzo Fernandez untuk dua pertandingan berturut-turut disebut memengaruhi keseimbangan permainan tim. Situasi semakin pelik ketika Moises Caicedo terpaksa ditarik keluar hanya 11 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Ditambah lagi, Chelsea juga kehilangan Jordan Henderson akibat cedera, sementara Valentin Barco belum mendapatkan kepercayaan sebagai starter di Premier League.

Kondisi ini mendorong Chelsea untuk menjajaki kemungkinan merekrut Lamine Camara dari Monaco. Gelandang muda tersebut diproyeksikan menjadi alternatif jika Enzo Fernandez benar-benar merapat ke Manchester City dengan nilai transfer yang diperkirakan melebihi 120 juta poundsterling.

Perubahan formasi menjadi tiga bek yang diterapkan Chelsea juga belum sepenuhnya memberikan kestabilan yang diharapkan. Wesley Fofana, Maxence Lacroix, dan Levi Colwill kerap terlihat rentan, terutama ketika lini tengah gagal memberikan perlindungan yang memadai.

Masalah pertahanan Chelsea semakin kentara dalam situasi bola mati. Klub telah kebobolan lima gol dalam dua pertandingan liga terakhir, dan kini mencatatkan rekor 18 laga tanpa clean sheet, sebuah rentetan terpanjang sejak era 1960-an.

Meskipun demikian, Xabi Alonso tidak terlalu mengkhawatirkan kemenangan yang nyaris terlepas melawan Brighton.

“Tidak, menurut saya itu hal yang wajar. Hal itu terjadi pada banyak tim—tim-tim lain yang sudah lama bekerja sama, sudah padu, dan memiliki lebih banyak pengalaman bermain bersama,” ujar Alonso seperti dikutip dari BBC Sport.

Chelsea memang masih memiliki modal berharga berupa tiga kemenangan beruntun dan produktivitas lini depan. Namun, jika persoalan penguasaan bola dan soliditas pertahanan tidak segera dibenahi, kelemahan ini berpotensi menjadi masalah besar ketika mereka menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh di sisa musim.