TOPIK.ID — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak ribuan ketua RT dan RW di Kota Semarang untuk berperan sebagai Agen Perlindungan Sosial atau Perlinsos. Langkah ini bertujuan membantu warga melakukan registrasi ulang serta memutakhirkan data perlindungan sosial secara digital.
Gus Ipul menjelaskan bahwa ketua RT dan RW memegang peranan vital sebagai ujung tombak dalam penyediaan data yang akurat karena posisinya yang paling dekat dengan keseharian warga.
“Saya datang ke sini ini dalam rangka saling memperkuat, saling menguatkan, saling bekerja sama. Yang paling tahu warga itu adalah para RT/RW,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Imbauan tersebut disampaikan Gus Ipul ketika menghadiri acara Data Akurat, Sasaran Tepat: Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial yang berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/10).
Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus menggenjot konsolidasi data melalui pemutakhiran berkala mengingat karakteristik data kependudukan yang dinamis.
“Padahal banyak Bapak Ibu sekalian di sekitar RT, RW, ada keluarga yang tidak bisa menebus ijazah putra-putrinya ketika mereka lulus. Bahwa di sekitar Bapak Ibu sekalian, banyak keluarga-keluarga yang membutuhkan bantuan negara, tetapi tidak ada di dalam data,” tegasnya.
Digitalisasi bantuan sosial kini memungkinkan masyarakat untuk mendaftarkan diri sebagai calon penerima, sementara penentuan kelayakannya diserahkan kepada sistem.
Namun demikian, tidak seluruh warga memiliki akses terhadap sistem digital akibat keterbatasan gawai maupun rendahnya tingkat literasi digital. Kehadiran Agen Perlinsos diharapkan mampu menjembatani kendala tersebut bagi warga yang berhak menerima bantuan tetapi belum terdata.
Peran sebagai Agen Perlinsos ini dijalankan secara sukarela untuk membantu orang-orang terdekat di lingkungan sekitar yang membutuhkan uluran tangan.
“Maka itu gerakannya namanya Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang dimotori oleh RT-RT dengan cara memasukkan seluruh warganya dalam sistem digital,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengungkapkan bahwa wilayahnya telah memiliki 4.041 Agen Perlinsos yang berhasil membantu mendaftarkan 8.675 keluarga.
“Kita perlu memastikan data warga semakin akurat, proses pendampingan semakin mudah, dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai akses bantuan sosial,” kata Handi.
Handi mengharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga dapat memperkuat ketepatan sasaran program perlindungan sosial.
“Semoga kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terus tumbuh demi terwujudnya kesejahteraan yang semakin merata,” tuturnya.
Dalam rangkaian acara yang sama, sebanyak 1.356 peserta yang mencakup unsur camat, lurah, serta ketua RT dan RW membacakan ikrar bersama untuk berkomitmen menjadi Agen Perlinsos di bawah arahan Gus Ipul.
“Saya RT/RW se-Kota Semarang, bertekad untuk membantu warga yang memang membutuhkan bantuan sosial lewat upaya untuk menjadi Agen Perlinsos dan memasukkan data-data keluarga yang memerlukan perlindungan sosial,” ucap para Ketua RT dan RW secara bersama-sama.
Acara tersebut juga dimeriahkan oleh berbagai persembahan dari siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang, mulai dari seni tari tradisional, geguritan, pidato tiga bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi.
