Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang para mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk melahirkan berbagai karya nyata serta inovasi yang mampu memberikan dampak langsung terhadap pembangunan sektor pertanian nasional. Dalam pandangannya, kemajuan bidang pangan di Tanah Air menuntut kehadiran generasi muda yang mempunyai keberanian untuk bermimpi secara besar, konsisten melewati proses, serta sanggup mengubah ilmu yang dipelajari menjadi jalan keluar bagi masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikannya ketika memberikan kuliah umum bertema Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan di depan para sivitas akademika serta mahasiswa Fakultas Pertanian UGM pada hari Kamis.
“Sukses itu di mana saja. Mau dosen, mau birokrat, mau legislatif, yudikatif, mau pengusaha. Itu tergantung karakter. Bukan suku, bukan agama, bukan perguruan tinggi. Tapi sukses siapapun berhak,” ujar Mentan Amran.
Menurutnya, lembaga pendidikan tinggi memegang posisi penting di dalam melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang sanggup menjawab berbagai persoalan pertanian lewat jalur riset, inovasi, serta penerapan teknologi mutakhir. Oleh sebab itu, para pelajar perlu memperoleh keleluasaan guna mengembangkan gagasan sekaligus membuktikan kompetensi mereka melalui kerja secara langsung di lapangan.
“Jangan ada pemimpin yang ego. Ini generasi muda akan melanjutkan perjuangan kita. Jangan tekan mereka, beri ruang mereka berkreasi,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Mentan Amran memberikan contoh terkait pengembangan ternak sapi Belgian Blue guna memperlihatkan betapa pentingnya riset berjangka panjang serta keberanian dalam mengambil keputusan demi menciptakan sebuah terobosan. Ia membagikan cerita mengenai langkah pemerintah dalam mendatangkan semen beku sapi dari luar negeri untuk kemudian diteliti serta dikembangkan lewat proses pemuliaan di Indonesia.
Ia juga mengutarakan harapannya agar ketersediaan semen beku tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara cuma-cuma, sehingga hasil dari riset itu bisa dirasakan secara lebih luas guna mendorong kemajuan peternakan nasional.
“Saya lebih menghargai orang yang kerja nyata daripada membangun narasi tapi tidak ada hasil untuk rakyat Indonesia,” ujar Mentan Amran.
Di samping sektor peternakan, Mentan Amran turut mendorong pihak kampus untuk meningkatkan kontribusi penelitian pada sejumlah komoditas yang dinilai strategis, dengan fokus khusus pada komoditas kedelai. Dirinya berharap institusi pendidikan tinggi dapat mengambil peran krusial dalam mendongkrak angka produksi kedelai di tingkat nasional melalui riset mendalam, inovasi teknik budidaya, serta pelibatan langsung para pelajar di lapangan.
Sebagai bentuk langkah nyata, ia mengungkapkan adanya rencana untuk mengembangkan lahan kedelai seluas 2.000 hektare pada tahun 2027 dengan menggandeng mahasiswa tingkat akhir. Program ini dirancang agar para pelajar bisa mendapatkan pengalaman langsung yang berkaitan dengan proses produksi pertanian.
“Pak Dekan, kita lanjutkan ya. Libatkan mahasiswa,” tegas Mentan Amran.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa secara langsung di lapangan sangat krusial guna mempertemukan teori akademik dengan berbagai tantangan riil yang dihadapi oleh para petani sehari-hari.
Selain itu, Mentan Amran juga menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh komoditas lainnya, seperti bawang putih, susu, kelapa sawit, serta kelapa. Menurut penilaiannya, pengelolaan hasil pertanian serta pengembangan komoditas unggulan tersebut memerlukan dukungan penuh dari sisi riset, teknologi, serta kerja sama erat dengan perguruan tinggi.
Menutup rangkaian kuliah umumnya, ia berpesan kepada para mahasiswa agar senantiasa memadukan cita-cita besar dengan tindakan yang nyata, konsistensi tinggi, serta ketekunan dalam menghadapi setiap rintangan yang ada.
“Anak-anakku sekalian, ayo kita bangkit bersama. Perjalanan Republik Indonesia masih panjang, harapan bangsa ada di kalian,” pungkas Mentan Amran.









