Saham

MSCI Perketat Aturan Indeks, Strategy Milik Michael Saylor Terancam Terdepak dan Bisa Tekan Pasar Bitcoin

MSCI memperketat aturan indeks yang mengancam posisi Strategy, pemegang Bitcoin korporasi terbesar, di tengah tantangan pendanaan dan volatilitas kripto.

MSCI Perketat Aturan Indeks, Strategy Milik Michael Saylor Terancam Terdepak dan Bisa Tekan Pasar Bitcoin
Foto: Logo MSCI

Penyedia indeks global MSCI memperketat persyaratan keanggotaan indeks saham yang berpotensi memengaruhi posisi Strategy Inc, perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di kalangan perusahaan publik. Kebijakan baru ini menambah ketidakpastian bagi perusahaan yang mengandalkan pasar modal untuk terus mengakumulasi aset kripto tersebut.

Aturan itu dijadwalkan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 30 November 2026. Perubahan kebijakan MSCI dinilai dapat menekan strategi pembiayaan perusahaan yang dipimpin Michael Saylor, terutama ketika kemampuan menghimpun dana menghadapi tantangan dari menyusutnya premi saham dan melemahnya permintaan terhadap saham preferen.

Risiko Berasal dari Struktur Bisnis Strategy

Head of Research Pluang Jason Gozali mengatakan kebijakan MSCI perlu dilihat dari sisi model bisnis perusahaan perbendaharaan aset kripto, bukan sebagai penilaian terhadap Bitcoin sebagai instrumen investasi.

Menurut Jason, Strategy selama ini menggunakan penerbitan saham dan surat utang untuk membiayai pembelian Bitcoin. Model tersebut memungkinkan perusahaan menambah kepemilikan aset kripto, tetapi juga membuat keberlanjutan akumulasi bergantung pada akses terhadap pendanaan.

Tantangan muncul ketika premi saham menyusut, permintaan saham preferen melemah, dan perusahaan menghadapi kemungkinan dikeluarkan dari indeks MSCI. Kombinasi faktor tersebut dapat membatasi ruang perusahaan untuk memperoleh modal baru.

“Yang dipersoalkan adalah struktur perusahaan perbendaharaan kripto seperti Strategy, bukan bitcoin (BTC) sebagai aset,” kata Jason di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Investor Saham Bitcoin Menghadapi Risiko Tambahan

Jason menjelaskan bahwa investor yang mendapatkan eksposur Bitcoin melalui saham Strategy menanggung risiko yang berbeda dibandingkan mereka yang memiliki Bitcoin secara langsung.

Risiko tersebut meliputi dilusi kepemilikan akibat penerbitan saham baru, kewajiban utang perusahaan, serta ketergantungan pada keputusan penyedia indeks. Karena itu, perubahan kebijakan MSCI berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap saham Strategy dan perusahaan dengan model bisnis serupa.

Ketidakpastian ini juga dapat memengaruhi sentimen pasar kripto dalam jangka pendek. Kekhawatiran bisa meningkat apabila investor memperkirakan Strategy akan memperlambat pembelian Bitcoin menjelang penerapan aturan baru pada akhir November.

Namun, tekanan terhadap struktur pembiayaan perusahaan tidak otomatis menunjukkan bahwa prospek fundamental Bitcoin ikut melemah.

Pluang Tetap Melihat Prospek Jangka Panjang Bitcoin

Di tengah risiko tersebut, Pluang masih memandang Bitcoin memiliki peluang dalam jangka panjang. Jason menyoroti keterbatasan pasokan dan berlanjutnya adopsi Bitcoin sebagai aset lindung nilai sebagai faktor pendukung pandangan tersebut.

Ia menilai tekanan yang muncul akibat persoalan struktur perusahaan dapat membuka peluang bagi investor dengan orientasi jangka panjang. Meski begitu, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan karakter pasar kripto yang memiliki volatilitas tinggi.

Pluang menyarankan investor masuk secara bertahap dengan porsi investasi yang disiplin. Jason juga menyampaikan target harga Bitcoin sebesar US$100.000.

Dengan demikian, perkembangan aturan MSCI menjadi faktor yang perlu dicermati, terutama bagi investor yang memperoleh eksposur Bitcoin melalui saham perusahaan, bukan melalui kepemilikan aset kripto secara langsung.