TOPIK.ID — Nissan mengumumkan rencana peluncuran truk pikap Frontier Pro di Meksiko pada bulan ini. Kendaraan tersebut dikembangkan oleh Zhengzhou Nissan, perusahaan patungan Nissan di China, dan menandai pencapaian penting sebagai model pertama Nissan yang dirancang serta diproduksi di China untuk kebutuhan ekspor global. Sebelumnya, Nissan telah memasarkan kendaraan ini lebih dulu di China pada Oktober 2025.
Menurut laporan Nikkei, usai debut di Meksiko, Frontier Pro dijadwalkan menyusul masuk ke Filipina pada November. Nissan juga berencana memperluas ketersediaan model ini ke kawasan Timur Tengah, Amerika Tengah, Amerika Selatan, serta Oseania menjelang akhir tahun 2026. Memasuki 2027, kendaraan tersebut bakal diperkenalkan di pasar Australia dan Selandia Baru dengan menggunakan nama Navara Pro.
Performa dan Spesifikasi Teknis
Frontier Pro hadir dengan pilihan sistem penggerak bensin, diesel, serta plug-in hybrid (PHEV). Secara dimensi, kendaraan ini memiliki panjang 5.520 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.950 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 3.300 mm.

| Varian Mesin | Tenaga Maksimal | Torsi Puncak | Transmisi & Sistem Penggerak |
|---|---|---|---|
| Bensin dan Diesel Standar | 136 kW (182 hp) | 500 Nm | Transmisi otomatis ZF 8-percepatan dengan sistem empat roda cerdas Mlock BorgWarner |
| Plug-In Hybrid (PHEV) | 410 hp | 800 Nm | Sistem PHEV berperforma tinggi dengan daya tarik hingga 3,5 ton |
Varian PHEV yang akan diandalkan di pasar seperti Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Asia, serta Oseania tersebut juga menawarkan jarak tempuh murni listrik sejauh 135 km berdasarkan standar NEDC.
Posisi Pasar dan Harga
Di wilayah Meksiko, banderol harga Frontier Pro dipatok mulai dari 969.900 peso Meksiko atau sekitar 53.400 dolar Amerika Serikat.
Ekspansi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang Nissan untuk mengoptimalkan kapabilitas pengembangan dan produksi di China demi menghadapi persaingan ketat dengan pabrikan-pabrikan lokal China seperti BYD. Langkah ini mengikuti peluncuran Primera di Filipina pada Juni lalu, sebuah model yang mengandalkan basis sedan listrik N7 dari kolaborasi usaha patungan Dongfeng Nissan.
Nissan berupaya menyesuaikan produknya berdasarkan karakteristik regional, di mana varian mesin bensin difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Timur Tengah, sementara versi PHEV diprioritaskan bagi wilayah ekspansi global lainnya.
