Eddie Howe menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan Manchester United sebagai calon pengganti Michael Carrick di tengah hasil buruk tim pada awal Liga Inggris 2026/2027. Mantan pelatih Newcastle United itu memiliki rekam jejak panjang di sepak bola Inggris, mulai dari membawa Bournemouth naik kasta hingga menjuarai Carabao Cup bersama Newcastle.
Nama Howe disebut masuk dalam pertimbangan manajemen Manchester United, tetapi hingga 31 Oktober 2026 belum ada pengumuman resmi mengenai penunjukannya. Karena itu, kaitannya dengan kursi pelatih Setan Merah masih berstatus laporan dan spekulasi.
Profil dan biodata Eddie Howe
Edward John Frank Howe lahir di Amersham, Buckinghamshire, Inggris, pada 29 November 1977. Sebelum menjadi pelatih, ia berposisi sebagai bek tengah dan sebagian besar kariernya dihabiskan bersama Bournemouth.
Howe juga pernah bergabung dengan Portsmouth. Masalah cedera lutut membatasi karier bermainnya sebelum ia beralih ke dunia kepelatihan pada usia relatif muda.
Awal karier kepelatihan di Bournemouth
Howe mulai menangani Bournemouth pada akhir 2008, ketika klub menghadapi persoalan keuangan, pengurangan poin, dan ancaman degradasi dari League Two. Ia kemudian menjadi manajer permanen pada Januari 2009.
Bournemouth berhasil bertahan pada musim 2008/2009. Setahun kemudian, Howe membawa klub itu finis sebagai runner-up League Two 2009/2010 dan memperoleh promosi ke League One.
Keberhasilan tersebut memperkenalkan Howe sebagai pelatih muda yang mampu memperbaiki prestasi tim di tengah keterbatasan.
Pernah melatih Burnley, lalu kembali ke Bournemouth
Pada Januari 2011, Howe menerima pekerjaan sebagai manajer Burnley di Championship. Ia kemudian kembali ke Bournemouth pada Oktober 2012.
Pada periode keduanya, Howe membawa Bournemouth finis sebagai runner-up League One 2012/2013 sehingga promosi ke Championship. Dua musim setelah itu, Bournemouth menjadi juara Championship 2014/2015 dan untuk pertama kalinya lolos ke Premier League.
Howe turut mempertahankan Bournemouth di Premier League selama lima musim berturut-turut. Pencapaian menonjol lainnya ialah finis di posisi kesembilan pada musim 2016/2017. Ia meninggalkan klub setelah Bournemouth terdegradasi pada musim 2019/2020.
Membangun Newcastle United dari papan bawah
Howe ditunjuk sebagai pelatih Newcastle United pada November 2021, ketika tim berada dalam ancaman degradasi. Ia berhasil membawa Newcastle menyelesaikan musim 2021/2022 di peringkat ke-11 Premier League.
Pada musim 2022/2023, Newcastle finis di posisi keempat dan memperoleh tiket Liga Champions. Tim juga mencapai final Carabao Cup pada musim tersebut, tetapi kalah dari Manchester United.
Howe menunjukkan perkembangan tim melalui intensitas permainan, organisasi pertahanan, dan perbaikan performa pemain.
Juara Carabao Cup 2025, pencapaian terbesar Eddie Howe
Puncak kiprah Howe bersama Newcastle adalah keberhasilan menjuarai Carabao Cup 2024/2025. Dalam final di Wembley pada 16 Maret 2025, Newcastle menang 2-1 atas Liverpool.
Gelar tersebut mengakhiri penantian 70 tahun Newcastle untuk meraih trofi domestik utama sejak Piala FA 1955. Newcastle juga finis kelima di Premier League 2024/2025 dan kembali mengamankan tempat di Liga Champions.
Periode Howe bersama Newcastle berakhir pada Juli 2026. Sejak itu namanya dikaitkan dengan berbagai peluang kepelatihan, termasuk Manchester United.
Mengapa dikaitkan sebagai pengganti Michael Carrick?
Laporan media Inggris pada Oktober 2026 mengaitkan Howe dengan pertimbangan Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox. Pengalaman menangani klub Premier League disebut menjadi salah satu faktor yang membuatnya menarik bagi manajemen.
Manchester United menghadapi tekanan setelah baru meraih tujuh poin dari sembilan pertandingan liga. Kekalahan 0-2 melawan Chelsea pada 31 Oktober 2026 menambah sorotan terhadap Michael Carrick.
Julian Nagelsmann juga disebut sebagai salah satu kandidat lain. Namun, baik pergantian Carrick maupun penunjukan Howe belum diumumkan secara resmi.
Gaya melatih Eddie Howe
Howe dikenal mengutamakan organisasi permainan, kebugaran pemain, serta intensitas tekanan ketika tim kehilangan bola. Di Bournemouth, ia mengembangkan pendekatan menyerang melalui pergerakan antarlini dan kombinasi umpan.
Bersama Newcastle, Howe menerapkan tekanan tinggi dan permainan kolektif sambil menyesuaikan strategi dengan materi pemain. Pengalaman di kedua klub menjadi bagian penting dari rekam jejak kepelatihannya.
Daftar klub yang pernah dilatih Eddie Howe
Berikut rangkuman perjalanan karier Howe sebagai pelatih kepala.
| Klub | Periode | Pencapaian utama |
|---|---|---|
| Bournemouth | 2008–2011 | Promosi ke League One pada 2010 |
| Burnley | 2011–2012 | Melatih di Championship |
| Bournemouth | 2012–2020 | Promosi ke Championship 2013 dan juara Championship 2015 |
| Newcastle United | 2021–2026 | Juara Carabao Cup 2025 dan dua kali lolos Liga Champions |
Daftar gelar dan prestasi Eddie Howe sebagai pelatih
Howe meraih penghargaan individu dan mencatat sejumlah pencapaian penting, baik berupa gelar maupun promosi. Berikut ringkasannya.
| Tahun/Musim | Prestasi | Klub/Kategori |
|---|---|---|
| 2008/2009 | Bertahan di League Two meski terkena pengurangan poin | Bournemouth |
| 2009/2010 | Runner-up League Two; promosi ke League One | Bournemouth |
| 2012/2013 | Runner-up League One; promosi ke Championship | Bournemouth |
| 2014/2015 | Juara EFL Championship; promosi ke Premier League | Bournemouth |
| 2015 | LMA Manager of the Year | Individu |
| 2015 | LMA Championship Manager of the Year | Individu |
| 2016/2017 | Peringkat kesembilan Premier League | Bournemouth |
| 2021/2022 | Bertahan di Premier League | Newcastle United |
| 2022/2023 | Peringkat keempat Premier League; lolos Liga Champions | Newcastle United |
| 2022/2023 | Runner-up Carabao Cup | Newcastle United |
| 2024/2025 | Juara Carabao Cup | Newcastle United |
| 2024/2025 | Peringkat kelima Premier League; lolos Liga Champions | Newcastle United |
Howe juga pernah menerima penghargaan Premier League Manager of the Month pada Maret 2017, Januari 2018, Oktober 2018, Februari 2022, dan Oktober 2022. Kendati memiliki berbagai pencapaian, peluangnya menjadi pelatih Manchester United masih menunggu keputusan resmi klub.







