— Istanbul bergemuruh menyambut kedatangan Rafael Leao. Sejak resmi berseragam Galatasaray, winger asal Portugal ini langsung menciptakan fenomena penjualan jersey bernomor punggung 27. Laporan menyebutkan, 50.000 lembar jersey dengan nama Leao ludes terjual hanya dalam kurun waktu tiga hari.

Angka fantastis tersebut menggambarkan tingginya antusiasme para penggemar Galatasaray terhadap pemain yang baru saja didatangkan dari AC Milan. Sambutan meriah juga telah terasa sejak Leao menginjakkan kaki di Turki. Sekitar 500 suporter menyambutnya di bandara, dan momen tersebut viral di media sosial.

Euforia semakin memuncak saat Leao hadir di stadion pada Sabtu malam. Ia tidak hanya disambut hangat, tetapi juga turut menyemarakkan suasana dengan meneriakkan yel-yel khas suporter, “Cimbom bom”, sambil memegang bendera kelompok ultras. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya Leao beradaptasi dan diterima di lingkungan barunya.

Sambutan Bak Bintang di Istanbul

Kepindahan Leao ke Galatasaray memberikan angin segar dan suntikan semangat baru, terutama setelah ia melewati periode yang kurang mulus di AC Milan. Jika di San Siro ia sempat menjadi sasaran kritik, di Istanbul situasinya berbalik 180 derajat.

Leao kini diperlakukan layaknya seorang bintang besar, bahkan sebelum ia sempat melakoni debut resminya. Namanya langsung menjadi daya tarik utama bagi Galatasaray dan memunculkan ekspektasi tinggi dari para pendukung setia klub.

Menariknya, di Galatasaray, Leao akan kembali bertemu dengan Victor Osimhen. Keduanya memiliki jejak karier yang mirip, pernah membela Lyon, merasakan kesuksesan di Serie A, dan kini sama-sama berlabuh di Istanbul. Momen kedekatan mereka terekam dalam sebuah video, di mana Osimhen mengucapkan terima kasih kepada pengacara Leao atas kelancaran transfer tersebut.

Nomor 27 Menjadi Identitas Baru

Fenomena jersey bernomor 27 ini bukan sekadar angka penjualan semata. Jersey tersebut kini kerap terlihat dikenakan oleh warga di jalanan Istanbul, mengingatkan pada popularitas Leao saat membantu AC Milan meraih Scudetto.

Pada masa itu, jersey Leao menjadi salah satu yang terlaris di Milan, bersaing dengan nama-nama besar seperti Sandro Tonali dan Zlatan Ibrahimovic. Setelah Tonali hengkang dan Ibrahimovic pensiun, jersey nomor 10 Tonali menjadi ikonik di San Siro.

Kini, di Istanbul, nomor punggung 27 menjadi identitas baru bagi Rafael Leao. Sebelumnya, ia pernah mengenakan nomor 17 dan 10 di Milan, nomor 14 dan 7 di Lille, serta nomor 9 dan 93 saat membela Sporting CP.