Real Madrid harus menelan pil pahit pada pekan keempat La Liga 2026-27. Menjamu Real Betis di Estadio La Cartuja pada Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB, Los Blancos takluk dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal Troy Parrott pada menit ke-81 menjadi penentu kekalahan perdana Jose Mourinho sejak kembali menukangi klub ibu kota Spanyol tersebut.

Meskipun tampil dominan dengan delapan tembakan tepat sasaran dan mencatatkan expected goals (xG) sebesar 3,16, Madrid gagal mengkonversi peluang menjadi gol. Frustrasi kian memuncak setelah Kylian Mbappe gagal mengeksekusi penalti di masa injury time.

Mourinho Tak Menemukan Alasan Kekalahan

Pelatih asal Portugal itu mengungkapkan kebingungannya atas hasil yang diraih anak asuhnya. Menurutnya, Real Madrid telah mengendalikan jalannya pertandingan di hampir seluruh aspek, baik secara individu maupun kolektif.

“Kadang-kadang Anda kalah dan tidak tahu kenapa. Kadang-kadang Anda kalah dan tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Kami sangat dominan, fokus, kami mengendalikan semuanya, dengan banyak permainan menyerang dan banyak peluang,” ujar Mourinho.

Ia menambahkan, kekecewaan Madrid bahkan bisa saja terjadi jika mereka hanya meraih hasil imbang, mengingat performa yang dinilai layak mendapatkan lebih. Kekalahan ini sontak memperbesar rasa frustrasi tersebut.

Peluang Terbuang dan Kontroversi Penalti Mbappe

Madrid sejatinya sempat memiliki peluang menyamakan kedudukan melalui gol spektakuler pemain muda Carlos Espi. Namun, gol tersebut dianulir karena dianggap offside lebih dulu. Tak lama berselang, Kylian Mbappe mendapatkan kesempatan emas dari titik putih.

Sayangnya, tendangan penalti Mbappe berhasil digagalkan oleh kiper Betis, Alvaro Valles. Madrid juga sempat memprotes keputusan wasit karena menilai Marc Bartra telah memasuki area terlarang sebelum eksekusi dilakukan.

Pelajaran Berharga Bagi Madrid

Mourinho menilai para pemainnya masih terlalu naif dalam menghadapi aspek nonteknis pertandingan. Ia membandingkan pendekatan anak asuhnya dengan pemain Betis yang dinilai lebih piawai dalam memengaruhi keputusan wasit.

“Para pemain Betis lebih cerdik daripada pemain Real Madrid dalam hal itu. Pemain Madrid naif,” tuturnya.

Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Real Madrid dalam empat pertandingan liga sejak musim 2014-15. Hasil ini membuka peluang bagi Barcelona untuk menjauhkan diri dengan keunggulan tiga poin jika berhasil memetik kemenangan atas Valencia.