Topik.id — Gelar juara nomor ganda campuran Polytron Surabaya International Challenge 2026 menjadi milik Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti. Mereka berhasil menaklukkan pasangan sesama Indonesia, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, pada pertandingan final yang digelar di GOR Sudirman, Surabaya.
Rehan/Melati tampil dalam tempo permainan yang terkontrol untuk mengatasi perlawanan Bagas/Apri. Pertandingan berakhir dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15, sekaligus memastikan Rehan/Melati mengakhiri turnamen sebagai pasangan terbaik di sektor ganda campuran.
Rehan/Melati Hadapi Perlawanan Ketat di Gim Pertama
Bagas Maulana/Apriyani Rahayu langsung berusaha mengambil inisiatif sejak pertandingan dimulai. Sebagai pasangan unggulan kelima, Bagas/Apri berupaya memanfaatkan variasi serangan dari area depan dan belakang lapangan untuk mengganggu permainan Rehan/Melati.
Namun, Rehan/Melati mampu membaca pola permainan lawan dengan baik. Mereka tidak terburu-buru melancarkan serangan dan lebih banyak menjaga reli agar tetap berada dalam kendali.
Persaingan angka berlangsung ketat hingga memasuki fase akhir gim pertama. Selisih poin kedua pasangan tidak pernah terlalu jauh sehingga setiap kesalahan menjadi sangat menentukan.
Rehan/Melati akhirnya mampu menjaga konsentrasi pada momen krusial. Mereka berhasil mengamankan gim pembuka dengan skor 21-19 dan memperoleh keuntungan setelah unggul satu gim.
Melati Dominan di Depan Net
Memasuki gim kedua, Rehan/Melati mulai meningkatkan tekanan. Pola permainan mereka terlihat lebih agresif dibandingkan gim pertama, terutama melalui kombinasi penempatan bola dan serangan dari belakang lapangan.
Melati Daeva Oktavianti memainkan peran penting di area depan. Pengembalian bola dan penempatan shuttlecock di sekitar net membuat Bagas/Apri kesulitan membangun serangan secara konsisten.
Di sisi lain, Rehan Naufal Kusharjanto terus memberikan tekanan melalui pukulan keras dari belakang. Kombinasi tersebut membuat Rehan/Melati mampu mempertahankan keunggulan dalam perolehan angka.
Bagas/Apri tetap mencoba mengejar dan mencari celah untuk mengubah momentum pertandingan. Namun, Rehan/Melati mampu meredam upaya tersebut dengan permainan yang relatif stabil.
Keunggulan akhirnya bertahan hingga akhir. Rehan/Melati menutup gim kedua dengan skor 21-15 sekaligus memastikan kemenangan dua gim langsung.
Final Sesama Indonesia Warnai Turnamen
Pertandingan antara Rehan/Melati dan Bagas/Apri menjadi salah satu gambaran persaingan internal di sektor ganda campuran Indonesia. Dua pasangan tersebut berhasil melewati berbagai babak sebelum bertemu pada partai penentuan gelar.
Bagi Rehan/Melati, kemenangan ini memastikan mereka membawa pulang trofi dari Polytron Surabaya International Challenge 2026. Keberhasilan tersebut diperoleh setelah mampu menjaga permainan ketika menghadapi tekanan di dua gim final.
Sementara itu, Bagas/Apri harus puas menempati posisi runner-up. Meski gagal merebut gelar, perjalanan mereka hingga partai puncak menunjukkan kemampuan bersaing di turnamen tersebut.
Rehan/Melati Amankan Gelar Juara
Kemenangan atas Bagas/Apri membuat Rehan/Melati menyelesaikan final dengan keunggulan dua gim tanpa harus memainkan rubber game. Skor 21-19 pada gim pertama menjadi titik penting sebelum mereka tampil lebih dominan pada gim kedua.
Hasil ini juga menjadikan partai puncak Polytron Surabaya International Challenge 2026 sebagai duel sesama wakil Indonesia. Rehan/Melati akhirnya berdiri sebagai juara setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat pada awal laga dan lebih terkendali setelah memasuki gim kedua.
Gelar tersebut sekaligus menjadi catatan positif bagi Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti setelah mampu mempertahankan fokus hingga pertandingan berakhir.
