— Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio berhasil merebut gelar juara sektor ganda putra Polytron Surabaya International Challenge 2026. Pasangan Indonesia tersebut tampil meyakinkan pada pertandingan final yang berlangsung di GOR Sudirman, Surabaya, Minggu (27/9/2026).

Dalam partai puncak yang mempertemukan dua pasangan Indonesia, Taufik/Ongky mampu mengatasi Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo. Mereka tidak membutuhkan gim ketiga setelah mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor identik 21-9, 21-9.

Taufik/Ongky Langsung Mengambil Kendali

Pertandingan final dimulai dengan tempo tinggi dari pasangan Taufik/Ongky. Mereka tidak memberikan banyak kesempatan kepada Yeremia/Patra untuk membangun serangan dan langsung berusaha mengambil alih kendali permainan.

Pola serangan Taufik/Ongky mengandalkan kombinasi pukulan keras dari belakang lapangan dengan permainan cepat di depan net. Pergantian pola tersebut membuat Yeremia/Patra kesulitan menentukan respons yang tepat.

Pasangan yang berstatus unggulan ketiga tersebut beberapa kali mencoba memperlambat permainan untuk mencari celah. Namun, Taufik/Ongky mampu menjaga konsentrasi dan mempertahankan tekanan melalui reli-reli cepat.

Keunggulan terus bertambah hingga Taufik/Ongky menyelesaikan gim pertama dengan skor 21-9. Hasil tersebut membuat pasangan muda Indonesia berada dalam posisi menguntungkan untuk menyelesaikan pertandingan pada gim berikutnya.

Yeremia/Patra Gagal Keluar dari Tekanan

Memasuki gim kedua, Yeremia/Patra berusaha mengubah pendekatan permainan. Mereka mencoba meningkatkan agresivitas untuk memangkas jarak poin sekaligus menghindari tekanan yang terus diberikan lawan.

Akan tetapi, perubahan tersebut belum mampu mengubah jalannya pertandingan. Taufik/Ongky tetap bermain disiplin dan mampu menjaga pola permainan yang sudah membawa mereka unggul pada gim pertama.

Transisi dari bertahan menuju menyerang menjadi salah satu kekuatan Taufik/Ongky. Ketika mendapatkan kesempatan, mereka langsung memberikan tekanan melalui serangan cepat sehingga Yeremia/Patra kembali kesulitan mempertahankan reli.

Taufik/Ongky juga minim melakukan kesalahan sendiri. Kondisi tersebut membuat perolehan angka mereka terus bergerak hingga akhirnya kembali mencapai 21 poin.

Kemenangan Dua Gim Antar Taufik/Ongky ke Gelar

Gim kedua berakhir dengan skor yang sama seperti gim pertama, yakni 21-9 untuk kemenangan Taufik/Ongky. Hasil tersebut sekaligus memastikan mereka menjadi juara Polytron Surabaya International Challenge 2026 tanpa kehilangan satu gim di partai final.

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Taufik Aderya dan Alexius Ongkytama Subagio. Mereka mampu memanfaatkan momentum sejak awal hingga akhir pertandingan dan mempertahankan keunggulan tanpa memberi kesempatan bagi Yeremia/Patra untuk memaksakan rubber game.

Bagi Taufik/Ongky, keberhasilan tersebut juga menjadi gelar pertama mereka setelah melewati persaingan di turnamen tersebut. Penampilan konsisten pada pertandingan puncak menjadi penutup positif dari perjalanan mereka di Surabaya.

Final Sesama Indonesia Perlihatkan Regenerasi

Pertemuan Taufik/Ongky dengan Yeremia/Patra turut memberikan gambaran mengenai persaingan internal di nomor ganda putra Indonesia. Pemain muda mampu menghadapi pasangan yang lebih berpengalaman dan tampil tanpa kehilangan kendali di pertandingan bertekanan tinggi.

Partai final juga menjadi panggung bagi dua pasangan Indonesia untuk menunjukkan karakter permainan masing-masing. Taufik/Ongky mengandalkan kecepatan dan tekanan konstan, sedangkan Yeremia/Patra berusaha mencari celah melalui perubahan tempo.

Pada akhirnya, efektivitas permainan Taufik/Ongky membuat mereka mampu mengakhiri laga hanya dalam dua gim. Skor 21-9, 21-9 memastikan podium tertinggi Polytron Surabaya International Challenge 2026 menjadi milik mereka.

Gelar tersebut menjadi modal penting bagi Taufik/Ongky untuk melanjutkan perkembangan karier. Konsistensi dan pengalaman yang mereka dapatkan dari turnamen internasional di Surabaya diharapkan dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju persaingan di level yang lebih tinggi.