— Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, menyatakan bahwa timnya merasa dirampok atas kekalahan yang dideritanya saat menghadapi Manchester City. Menurutnya, ada terlalu banyak momen krusial dalam pertandingan yang justru merugikan United.

Ferdinand menyoroti insiden kartu merah yang seharusnya diterima Phil Foden setelah berkonfrontasi dengan Bruno Fernandes. Ia berpendapat, jika Foden diusir, Manchester United akan memiliki keuntungan. Namun, situasi berbalik ketika gol Erling Haaland yang dinilai United jelas-jelas offside, setelah melalui pengecekan VAR berdurasi panjang, justru disahkan.

Selain itu, Ferdinand juga mengamati keterlibatan pemain seperti Harry Maguire dan Enzo Fernández, perjuangan Lisandro Martínez di lini tengah, serta Bruno Fernandes yang terus berupaya menarik United kembali ke dalam permainan. Ia juga menyebutkan kesalahan yang dibuat Diogo Dalot dalam momen-momen penting.

“United memiliki kartu merah, kontroversi VAR, perdebatan, dan kekacauan, tetapi entah bagaimana mereka adalah pihak yang pulang dengan kekalahan. Itulah yang membuat kekalahan ini terasa menyakitkan,” ujar Ferdinand.

Dalam situasi ini, Ferdinand menekankan pentingnya peran Michael Carrick sebagai pelatih. Ia harus mampu mengubah rasa frustrasi, kemarahan, dan perasaan ketidakadilan menjadi motivasi bagi tim.

“Karena masih ada kualitas di sini. Bruno Fernandes, Kobbie Mainoo, Youri Tielemans, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Marcus Rashford, Lisandro Martínez, Harry Maguire – pemain-pemain ini memiliki kemampuan yang cukup untuk mengubah cerita. Carrick tidak boleh membiarkan kekalahan ini mematahkan mereka,” tambahnya.

Ferdinand menegaskan bahwa jika United benar-benar merasa dirampok, jawaban yang tepat bukanlah meratapi kekalahan selama sebulan. “Jawabannya adalah memenangkan pertandingan berikutnya. Ambil kemarahan itu. Ambil kontroversi itu. Ambil kekecewaan itu. Jadikanlah bahan bakar,” pungkasnya.