Topik.id — Dua pelari Indonesia, Robi Syianturi dan Odekta Naibaho, menuntaskan perjuangan pada nomor maraton Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil cukup kompetitif. Robi finis di posisi keenam pada kategori putra, sementara Odekta menempati peringkat kesembilan di nomor putri.
Hasil tersebut membuat Indonesia menempatkan dua wakilnya di jajaran sepuluh besar nomor maraton Asian Games 2026.
Robi Syianturi yang turun di sektor putra mampu menjaga ritme hingga garis finis dan mengakhiri perlombaan di urutan keenam. Posisi tersebut menunjukkan kemampuan Robi bersaing dengan para pelari jarak jauh terbaik Asia.
Sementara itu, Odekta Naibaho juga menyelesaikan perlombaan dengan hasil positif. Pelari putri Indonesia tersebut finis di posisi kesembilan setelah menuntaskan seluruh jarak maraton.
Robi Syianturi Tembus Enam Besar

Penampilan Robi menjadi salah satu hasil penting bagi Indonesia di nomor atletik jarak jauh.
Sepanjang perlombaan, Robi berusaha menjaga konsistensi kecepatan dan tetap berada dalam persaingan kelompok depan. Ia kemudian berhasil menyelesaikan lomba di posisi keenam.
Hasil ini sekaligus memperlihatkan daya saing Robi di level Asia, terutama dalam nomor maraton yang menuntut ketahanan fisik dan pengaturan strategi sepanjang perlombaan.
Odekta Naibaho Finis di Posisi Kesembilan

Pada nomor maraton putri, Odekta Naibaho juga mampu menyelesaikan perlombaan dan mengamankan posisi sembilan besar.
Odekta harus menghadapi persaingan ketat sejak awal lomba, namun tetap mampu menjaga performa hingga mencapai garis finis.
Posisi kesembilan membuat Odekta tetap masuk dalam jajaran sepuluh pelari terbaik pada nomor maraton putri Asian Games 2026.
Hasil Wakil Indonesia di Maraton Asian Games 2026
Berikut hasil dua wakil Indonesia:
- Robi Syianturi: finis posisi ke-6 nomor maraton putra
- Odekta Naibaho: finis posisi ke-9 nomor maraton putri
Meski belum berhasil membawa pulang medali, hasil tersebut tetap menjadi capaian penting bagi atletik Indonesia.
Robi mampu menembus enam besar, sementara Odekta menutup perlombaan di posisi kesembilan. Keduanya sekaligus menunjukkan bahwa pelari Indonesia masih mampu bersaing dalam nomor jarak jauh di level Asia.
