Topik.id — Musim baru BRI Liga 1 2026/2027 telah bergulir dengan catatan positif, terutama dengan kembalinya kehadiran suporter tim tamu di stadion. Kebijakan yang dinanti-nantikan ini terbukti berjalan lancar dalam dua pertandingan pembuka yang digelar pada Jumat (4/9/2026).
Dua Laga Pembuka Berjalan Lancar
Pertandingan pembuka mempertemukan Arema FC melawan Isen Mulang Kalteng FC yang berakhir dengan skor telak 4-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sementara itu, di Stadion Dipta, Bali United menjamu PSS Sleman dalam sebuah perayaan pembukaan yang meriah. Kedua laga ini menjadi momen bersejarah karena menandai kembalinya suporter tim tamu menyaksikan pertandingan secara langsung untuk pertama kalinya dalam tiga musim terakhir.
Di Stadion Dipta, sekitar 16.000 penonton memadati tribun, termasuk kurang lebih 2.500 suporter PSS Sleman. Suasana yang tercipta sangat positif, di mana kedua kelompok suporter terlihat menunjukkan sikap saling menghormati tanpa insiden negatif.
Deklarasi Suporter untuk Sportivitas
Menyambut kembalinya suporter tim tamu, perwakilan dari 18 klub BRI Liga 1 sebelumnya telah mendeklarasikan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih baik. Deklarasi tersebut mencakup penolakan tegas terhadap segala bentuk anarkisme, provokasi, serta kekerasan fisik maupun verbal. Sikap anti-rasisme juga menjadi poin penting, bersamaan dengan komitmen untuk mematuhi aturan panitia pelaksana dan menjaga kondusivitas selama pertandingan tandang.
Para suporter diharapkan dapat memberikan dukungan kepada klub kesayangan dengan cara yang sehat dan menerima hasil pertandingan secara ksatria. Deklarasi ini bahkan memuat kesediaan suporter untuk menerima sanksi hukum dan sosial apabila melanggar komitmen yang telah dibuat.
Pesan dari Pihak Penyelenggara
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, menyambut baik kelancaran dua pertandingan pembuka tersebut. Namun, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan edukasi serta penguatan pesan kepada suporter dan pemain. Ferry menekankan pentingnya mendukung klub tanpa tindakan anarkis maupun rasisme agar pertandingan menjadi tontonan yang menarik dan bermanfaat bagi klub.
“Tidak boleh juga kita lengah dan berpuas diri,” ujar Ferry Paulus. Ia menambahkan, “Jangan anarkis dan rasis, sehingga pertandingan kita menjadi tontonan yang menarik dan ini juga pada akhirnya adalah baik untuk klub itu sendiri.”
Ratu Tisha: Cinta Sepak Bola Berarti Menjaganya
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria, melihat kembalinya suporter tim tamu sebagai perkembangan yang positif dan memiliki makna lebih luas. Ia percaya bahwa kecintaan terhadap sepak bola harus diiringi dengan keinginan kuat untuk menjaga olahraga tersebut.
“Kami sangat senang sekali karena saya selalu percaya bahwa suporter itu adalah orang-orang yang sangat mencintai sepak bola,” kata Ratu Tisha. Ia melanjutkan, “Kalau kita mencintai sesuatu, pasti kita akan menjaganya.”
Ratu Tisha optimistis bahwa suporter sepak bola di Indonesia memiliki kesadaran untuk menjaga sepak bola tetap menjadi ruang yang aman dan menyenangkan. “Saya masih percaya bahwa suporter sepak bola Indonesia dari klub manapun pasti akan menjaga sepak bola,” tutupnya.
Ikuti Topik.id
