Topik.id — Telegram merilis pembaruan besar yang menghadirkan sebelas fitur baru sekaligus bagi 950 juta pengguna global di penghujung tahun 2026. Di tengah peluncuran tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan Telegram sebagai salah satu platform digital dengan kategori risiko tinggi bagi anak di Indonesia.
Pembaruan versi 11.4.0 ini membawa berbagai peningkatan fungsionalitas dan opsi personalisasi, baik bagi pengguna biasa maupun pengelola channel. Sejumlah kemampuan anyar turut disematkan untuk memperkaya pengalaman bermedia sosial.
Daftar 11 Fitur Baru Telegram Versi 11.4.0
Pembaruan ini menawarkan beragam peningkatan signifikan yang dirangkum dari situs resmi telegram.org:
- Channel Serupa (Similar Channels): Sistem secara otomatis merekomendasikan channel publik lain yang sejenis berdasarkan kemiripan topik dan pelanggan untuk memudahkan pencarian konten.
- Repost Cerita (Story Repost): Pengguna dapat membagikan ulang cerita milik teman atau channel favorit ke cerita pribadi mereka, lengkap dengan tambahan audio, video, atau komentar, khusus untuk cerita beraturan privasi “Semua Pengguna”.
- Pesan Video di Atas Cerita: Pengguna mampu menyematkan pesan video sebagai komentar saat membuat cerita dengan pengaturan ukuran serta posisi yang bebas.
- Warna Profil & Latar Kustom untuk Kedua Pihak: Tampilan warna profil serta latar belakang obrolan dapat diatur dan dilihat secara timbal balik oleh kedua belah pihak dalam percakapan.
- Statistik Cerita & Reaksi Kustom untuk Channel: Admin channel kini mendapatkan akses analitik cerita yang lebih mendalam beserta pengaturan reaksi kustom dari anggota.
- Transkripsi Suara (Voice-to-Text) Gratis: Seluruh pengguna dapat menikmati fitur pengubah pesan suara menjadi teks hingga dua kali dalam sepekan tanpa biaya, sementara pelanggan Premium memperoleh akses tanpa batas.
- Fitur Grup & Komunitas Multi-Dimensi: Grup dapat meningkatkan level melalui dukungan Boost dari anggota untuk membuka fitur seperti cerita grup, logo sampul, status emoji, hingga akses suara-ke-teks untuk semua anggota, yang juga dilengkapi forum terintegrasi ala Reddit, sub-channel tematik, serta marketplace.
Sempat Alami Gangguan Global
Sebelum peluncuran pembaruan ini, layanan Telegram sempat mengalami gangguan operasional secara global. Pada Selasa, 8 September 2026, pukul 09.46 WIB, lebih dari 1.000 laporan tercatat pada laman Downdetector oleh pengguna yang menghadapi kendala saat hendak masuk akun maupun mengirim pesan.
Gangguan serupa turut melanda wilayah Singapura dengan catatan hampir 4.000 laporan pengaduan. Hingga saat ini, pihak manajemen Telegram belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai pemicu gangguan tersebut.
Masuk Kategori Berisiko Tinggi Bagi Anak di Indonesia
Di sisi lain, operasional Telegram di Indonesia menghadapi tantangan serius setelah Kementerian Komunikasi dan Digital memasukkannya ke dalam daftar platform berisiko tinggi bagi anak.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengumumkan penetapan tersebut pada Senin (15/9/2026). Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang mulai berlaku sejak 28 Maret 2026.
“Profil risiko tinggi berarti dilarang memberikan akses kepada akun anak di bawah 16 tahun atau tidak aman bagi anak,” tegas Meutya Hafid. “Artinya, Telegram wajib menerapkan verifikasi usia dan tidak boleh memberikan akses ke anak di bawah 16 tahun di Indonesia, sesuai PP Tunas yang berlaku mulai 28 Maret 2026.”
Berdasarkan penilaian terhadap 252 layanan hingga 6 September 2026, Komdigi mencatat 22 platform yang masuk dalam kategori berisiko tinggi. Daftar tersebut meliputi Telegram, Pinterest, Lazada, X, Discord, YouTube, SnackVideo, serta sejumlah judul permainan populer seperti Valorant dan Mobile Legends.
