— Kontingen Indonesia kembali mengamankan tambahan medali pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kali ini, medali perunggu disumbangkan oleh tim beregu putra dari cabang olahraga soft tenis.

Kepastian tersebut didapat setelah skuad Merah Putih harus mengakui keunggulan tuan rumah Jepang dengan skor 0-2 pada babak semifinal yang dilangsungkan di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, pada Minggu, 20 September 2026.

Hasil ini sekaligus melengkapi torehan medali Indonesia menjadi tiga perunggu di ajang olahraga multievent tersebut. Sebelumnya, tiket semifinal diraih Indonesia usai menumbangkan perlawanan India dengan skor 2-0 di babak perempat final.

Jepang Hentikan Langkah Indonesia

Pada partai semifinal pertama, pasangan ganda putra Tio Hutauruk/Fernando Sanger diturunkan untuk menghadapi wakil tuan rumah Takuya Kurosaka/Takafumi Uchimoto.

Pasangan Jepang langsung mengambil inisiatif penyerangan sejak gim pertama dimulai. Dari total enam gim yang dipertandingkan, Tio/Fernando hanya mampu mencuri satu gim pada gim keempat, sehingga pasangan Jepang sukses mengamankan poin pembuka.

Memasuki partai kedua, Indonesia menurunkan Bagus Pradewa untuk menantang tunggal putra Jepang, Toshiki Uematsu.

Kendati demikian, Bagus belum mampu keluar dari tekanan. Wakil tuan rumah tampil dominan dengan menyapu bersih kemenangan dalam empat gim langsung, sekaligus menutup pertandingan dengan skor 2-0 untuk menghentikan langkah Indonesia ke partai puncak.

Tiga Perunggu Merah Putih

Tambahan medali dari arena soft tenis membuat Indonesia kini mengoleksi total tiga medali perunggu di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebelumnya, medali perunggu pertama dibuka oleh Seraf Naro Siregar dari cabang olahraga wushu nomor changquan putra. Disusul kemudian oleh Yoga Ardika Putra yang menyumbangkan medali dari nomor tunggal putra teqball.

Kontingen Indonesia sendiri masih berpeluang menambah pundi-pundi medalinya pada hari yang sama. Atlet teqball putri, Sumaya, dijadwalkan tampil di partai final nomor tunggal putri menghadapi wakil Myanmar, Khin Hnin Wai.