Topik.id — Voyah, anak perusahaan Dongfeng Motor, akan membuka pra-penjualan multi-purpose vehicle (MPV) Dream 9 pada Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 10:00 Waktu Beijing. Keputusan ini diambil tanpa menggelar acara peluncuran offline tradisional. Sebaliknya, Voyah akan langsung mengumumkan varian dan harga pra-penjualan model tersebut.
Keputusan untuk tidak mengadakan acara seremonial yang berlebihan ini merupakan upaya Voyah untuk mengurangi hype pemasaran yang tidak perlu. Ketua Voyah, Lu Fang, menyatakan bahwa fokus perusahaan adalah agar pelanggan dapat merasakan langsung kendaraan tersebut sebelum membuat keputusan pembelian.
Perkenalan Langsung ke Konsumen
Pada hari yang sama dengan dimulainya pra-penjualan, unit tampilan Dream 9 akan mulai didistribusikan ke showroom di seluruh Tiongkok. Hal ini memungkinkan calon pembeli untuk melihat, merasakan, dan melakukan uji coba langsung terhadap MPV mewah ini.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kritik dalam industri otomotif Tiongkok mengenai jadwal peluncuran yang padat dan persaingan pemasaran yang berlebihan sepanjang tahun ini. Banyak pabrikan otomotif di Tiongkok, termasuk GWM dan BYD, telah menyuarakan pandangan serupa mengenai banyaknya model baru yang diperkenalkan.
Spesifikasi dan Target Pasar Voyah Dream 9
Voyah Dream 9 diposisikan untuk bersaing di segmen MPV mewah dengan target harga sekitar 500.000 yuan (sekitar Rp8,9 miliar). Model ini menandai upaya terbaru Voyah untuk memperluas jajaran produk premiumnya.
Secara dimensi, kendaraan ini memiliki panjang 5.325 mm, lebar 1.998 mm, dan tinggi 1.823 mm, dengan jarak sumbu roda 3.200 mm. Salah satu fitur unggulan yang diklaim sebagai yang pertama di dunia adalah ornamen kap mesin bercahaya yang dapat ditarik.





Dream 9 dibangun di atas arsitektur mengemudi otonom Level 3 dan dilengkapi dengan LiDAR 896 saluran dari Huawei, serta tiga unit LiDAR solid-state untuk deteksi titik buta. Lu Fang menggambarkan model ini sebagai hasil integrasi teknologi mendalam antara Voyah dan Huawei.
Pilihan Varian dan Performa
MPV ini akan hadir dalam dua pilihan, yakni plug-in hybrid (PHEV) dan listrik baterai murni (BEV). Keduanya akan menggunakan platform tegangan tinggi 800 volt dan baterai dari CATL.
Versi plug-in hybrid ditenagai oleh mesin turbo 1.5 liter yang dipadukan dengan motor listrik ganda, menghasilkan tenaga gabungan 555 kW dan dilengkapi baterai berkapasitas 65 kWh. Sementara itu, versi listrik baterai memiliki motor depan dan belakang dengan output puncak masing-masing 175 kW dan 300 kW, serta menggunakan paket baterai 120 kWh.
Kinerja Finansial Voyah
Perilisan Dream 9 diharapkan dapat membantu Voyah memperbaiki bauran produk dan profitabilitasnya. Pada paruh pertama tahun 2026, pendapatan perusahaan naik 42,4% menjadi 18,16 miliar yuan, dengan pengiriman meningkat 35,9% menjadi 76.264 unit.
Namun, margin laba kotor Voyah turun menjadi 17,7%, dan perusahaan membukukan kerugian bersih sebesar 389 juta yuan. Penurunan profitabilitas ini diatribusikan pada kenaikan biaya material, termasuk lithium karbonat dan memory chip.
Ikuti Topik.id
