Topik.id — Voyah, produsen kendaraan listrik dari Dongfeng Motor, secara resmi membuka masa prapenjualan untuk produk terbarunya, sebuah multi-purpose vehicle (MPV) premium bernama Dream 9. Peluncuran yang dilakukan pada Sabtu (5/9/2026) ini menargetkan segmen mewah di pasar Tiongkok dengan mengintegrasikan teknologi canggih dari Huawei serta beragam fitur kabin premium.
Varian dan Kisaran Harga Prapenjualan
Voyah Dream 9 hadir dalam lima varian yang terbagi dalam tiga lini utama: Ultra, Ultra+, dan Lizun. Dari kelima varian tersebut, tiga di antaranya merupakan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), sementara dua lainnya adalah battery electric vehicle (BEV).
Harga prapenjualan untuk MPV ini dibanderol mulai dari 429.900 yuan hingga 529.900 yuan. Jika dikonversikan, kisaran harga tersebut setara dengan Rp960 juta hingga Rp1,18 miliar. Selama periode prapenjualan, Voyah menawarkan paket insentif khusus bagi para pemesan awal dengan nilai mencapai 50.000 yuan.
Integrasi Teknologi Huawei untuk Kemudi Otonom
Dalam perancangan Dream 9, Voyah mengadopsi arsitektur kelistrikan dan elektronik yang telah siap mendukung sistem kemudi otonom level L3. Teknologi unggulan dari Huawei disematkan pada dua aspek krusial: sistem pengemudian cerdas Qiankun ADS 5 dan sistem kabin HarmonySpace 6.
Untuk mendukung pemindaian lingkungan sekeliling kendaraan, Voyah menyematkan total 37 sensor cerdas. Komponen ini meliputi satu unit LiDAR utama berteknologi dual-optical-path 896 saluran dan tiga unit LiDAR solid-state. Kombinasi sensor ini diklaim mampu mengawal keselamatan berkendara dalam berbagai kondisi, mulai dari perkotaan, jalan bebas hambatan, hingga manuver parkir.
Sementara itu, sistem HarmonySpace 6 mengusung arsitektur MoLA 2.0 yang dilengkapi dengan model bahasa besar multimodal generasi baru. Model SystemAgent berbasis end-to-end yang digunakan diklaim memiliki kapasitas hingga ratusan miliar parameter.
Performa Mesin dan Kecepatan Pengisian Daya
Semua varian Voyah Dream 9 dibangun di atas anjungan (platform) tegangan tinggi 800 volt. Varian PHEV dibekali baterai berkapasitas 65 kWh yang mendukung pengisian daya 5C. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya dari 20 persen ke 80 persen hanya dalam waktu 12 menit. Untuk performa, mesin 1,5 liter turbocharged yang dikombinasikan dengan motor listrik di bagian depan dan belakang menghasilkan tenaga gabungan hingga 555 kW.
Bagi versi BEV, Voyah membekali paket baterai berkapasitas 120 kWh, yang diklaim sebagai ukuran baterai terbesar di segmen MPV saat ini. Varian murni listrik ini ditenagai oleh motor listrik depan berkekuatan 175 kW dan motor belakang berkekuatan 300 kW.
Dimensi, Kenyamanan Kabin, dan Desain Eksterior
Voyah Dream 9 memiliki dimensi panjang 5.325 mm, lebar 1.998 mm, dengan jarak sumbu roda 3.200 mm. Pengendalian kendaraan ditunjang oleh suspensi udara triple-chamber, peredam kejut dual-valve EDC, serta sistem kemudi roda belakang yang dapat bergerak dua arah hingga 10 derajat. Pengaturan daya penggerak, pengereman, dan suspensi terintegrasi secara cerdas melalui sistem VMC domain control.


Fokus utama kenyamanan kabin tiga baris terletak pada baris kedua. Kursi di baris ini dapat diputar, digeser menyamping, memiliki mode zero-gravity, dan dilengkapi fitur pijat mekanis. Dari sisi eksterior, terlihat ornamen kap mesin bercahaya yang dapat ditarik serta lampu depan pintar Huawei XPixel yang mampu memproyeksikan indikator navigasi dan peringatan keluar jalur langsung ke permukaan jalan.
Strategi Peluncuran dan Kinerja Keuangan
Berbeda dari tradisi peluncuran otomotif pada umumnya, Voyah memutuskan untuk tidak menggelar acara seremonial khusus untuk prapenjualan Dream 9. Chairman Voyah, Lu Fang, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengurangi publisitas yang berlebihan dan memberikan kesempatan lebih besar bagi konsumen untuk merasakan langsung kualitas produk. Unit pameran telah didistribusikan ke jaringan diler Voyah di seluruh Tiongkok untuk melayani sesi uji coba (test drive).
Kehadiran Dream 9 diharapkan dapat memperkuat portofolio produk Voyah sekaligus mendongkrak profitabilitas perusahaan. Pada paruh pertama tahun 2026, pendapatan Voyah tercatat melonjak 42,4 persen secara tahunan menjadi 18,16 miliar yuan, dengan volume pengiriman naik 35,9 persen mencapai 76.264 unit.
Meskipun demikian, margin laba kotor perusahaan mengalami koreksi menjadi 17,7 persen. Voyah membukukan rugi bersih sebesar 389 juta yuan pada periode tersebut, berbanding terbalik dari raihan laba bersih 460 juta yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan belum mengumumkan jadwal pasti peluncuran resmi dan penyerahan unit kepada konsumen.
Ikuti Topik.id
