Swimbath, rekreasi alam dan pemandian rasa 'kolonial' di Simalungun

Pemandian alam Swimbath terletak di desa Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Editor: Taufik
Bagikan:
Pemandian alam Swimbath terletak di desa Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. | foto:@humassumutid
Indonesia kaya akan keanekaragaman budaya dan alam. Dikenal sebagai negara maritim, perairan wilayah Indonesia lebih besar dari daratan.

Anda dapat menggunakan referensi wisata diakhir pekan untuk menemukan berbagai tempat reakreasi dan wisata air yang mungkin ada di daerah-daerah pelosok Indonesia. Salah satunya yang menarik adalah pemandian Swimbath.

Pemandian alam Swimbath yang konon dibangun pada masa Kolonial Belanda itu terletak di Desa Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Pemandian alam Swimbath terletak di desa Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. | foto:@humassumutid
Jika Anda dari Kota Medan, menggunakan kendaraan mobil, bisa menempuh waktu 2,5 Jam dengan rute Medan-Lubuk Pakam, Perbaungan-Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Serbelawan- Bahapal, arah kiri jika sudah tiba di Simpang Dolok Merangin.

Kolam pemandian ini ternyata sudah berumur puluhan tahun bahkan konon dibangun pada masa kolonial Belanda.

Pada masa itu, kolam ini dibangun dan digunakan oleh orang-orang Belanda sebagai tempat rekreasi.

Pemandian alam Swimbath terletak di desa Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. | foto:@humassumutid
Diakhir pekan, pengunjung di pemandian ini ramai sekali hingga pukul 5 sore dan akan tutup selepas magrib.

Swimbath memiliki beberapa petak kolam dengan kedalaman yang berbeda. Ada petak untuk anak-anak, ada pula yang petak dengan kedalaman 7 Meter.

Pemandian alam Swimbath terletak di desa Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. | foto:@humassumutid
Pemandian ini juga memiliki banyak pondok yang bisa disewa gunakan untuk bersantai dan meletakkan barang-barang sembari mandi.

Warga sekitar juga banyak yang hidup mencari nafkah menjajakan jajana kuliner. Di tempat ini ada banyak pedagang makanan yang harga makanannya terjangkau.

[HS]
Bagikan:
Komentar

Terbaru