Pegiat digital: TLD Indonesia bisa meroket jika bermitra dengan Google Domain

Pelanggan, individu, bisnis, dan organisasi membeli domain dari registrar sekelas Google, karena memiliki kredibilitas kepercayaan publik yang tinggi

Editor: Taufik
Bagikan:
cover | topik.id

Salah satu aspek penting dari sebuah situs atau website yaitu Top Level Domain (TLD). TLD adalah bagian akhir dari suatu domain. 

Contohnya seperti .co.id atau .id milik Indonesia, walau terlihat sederhana, namun TLD juga memegang peranan penting dalam menunjukkan identitas dan sebuah market. Lantas bagaimana pengguna TLD domain Indonesia bisa masuk ke pasar global?

Pegiat digital, Taufik mengutarakan banyak strategi yang bisa mendongkrak penguna domain Indonesia, salah satunya Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) bisa bekerja sama dengan Google Domain. 

"Perubahan teknologi global sangat cepat, PANDI harus menangkap peluang ini, Google Domain bisa menjadi salah satu solusi untuk PANDI menggaet market secara global," beber Taufik, Selasa (18/8/2020). 

Taufik founder indotema.com

Taufik juga menjelaskan sejumlah faktor pendukung dan infrastruktur untuk bekerja sama dengan Google Domain sangat memungkinkan. 

"Kita ketahui tahun ini Google telah menempatkan data centernya di Jakarta bersamaan dengan merilis produk baru yaitu Google Cloud, di mana arus teknologi semuanya akan mengarah kesana," beber founder indotema.com. 

Lanjut Taufik, registry seperti tempat grosir dan registrarnya adalah Google Domain sebagai pengecernya. 

"Pelanggan, individu, bisnis, dan organisasi membeli domain dari registrar sekelas Google, karena memiliki kredibilitas kepercayaan publik yang tinggi," tuturnya. 

logo Google Domains

Seperti diketahui estensi .id menjadi identitas domain populer saat ini selain my.id dan web.id, Adapun pendaftaran nama domain lain, seperti co.id, ac.id, net.id, sch.id, dan or.id, memerlukan dokumen legalitas karena diperuntukkan bagi institusi yang ada di Indonesia. 

"Kalau kita membicarakan Domain .id menggambarkan sebuah gagasan idea atau identity, di situ keunikannya yang hanya dimiliki oleh nama domain .id," jelasnya. 

Menurut Taufik, domain dengan identitas Indonesia memiliki potensi besar go internasional. 

"Ini harus dimanfaatkan PANDI supaya penjualan domain dengan identitas Indonesia dapat meningkat lebih cepat dan memberikan pemasukan untuk negara, karena Google Domain sudah memberlakukan pajak kepada user per tanggal 1 bulan Agustus 2020," imbuhnya.

Bagikan:
Komentar

Terbaru