Sandi: Anak muda bukan hanya kaum rebahan, tapi juga agen perubahan

Berkontribusi dalam membuka lapangan kerja dan menginspirasi orang lain bisa dari cara apapun.

Editor: Hendrik Syah
Bagikan:
Sandiaga Salahuddin Uno | topik.id
Sandiaga Salahuddin Uno yang akrab disapa kaum milenial 'Bang Sandi' mengutarakan untuk bisa berkontribusi dalam membuka lapangan kerja dan menginspirasi orang lain bisa dari cara apapun.

Sandi mencontohkan seperti Fadil Jaidi salah satu YouTuber yang berkontribusi dan menebarkan pesan keutamaan cinta kepada keluarga melalui konten-konten yang dibuatnya melalui Youtube, Instagram dan Tiktok. 

Mungkin awalnya hanya sekedar hobi dan iseng, tapi ternyata bisa menghasilkan pendapatan yang tidak sedikit.

"Do what you love, and love what you do. Lakukanlah apa yang kalian cintai, dan cintailah apa yang kalian lakukan, percayalah rezeki akan datang dengan sendirinya jika kalian bekerja keras dan bekerja dari hati," pesan Sandi kepada seluruh generasi muda Indonesia yang ditulis di fanspage resminya @SandiSUno.



Milenial penggerak ekonomi nasional.


Sandi menjelaskan Bangsa Indonesia adalah bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030-2040. 

Di satu sisi akan terjadi puncak populasi orang Indonesia yang berada pada usia produktif, yang mana bisa menjadi motor besar penggerak ekonomi nasional. 

Namun disisi lain, tantangannya adalah, ekonomi harus bisa disiapkan sedemikian rupa untuk bisa menghadirkan lapangan kerja seluas-luasnya bagi mereka. 

Generasi muda Indonesia adalah ujung tombak dalam menyambut bonus demografi tersebut

Sandiaga Salahuddin Uno

Tantangan lainnya menurut Sandi adalah pesatnya perkembangan teknologi dan inovasi, yang merubah dengan cepat dan mendasar pola dan gerak ekonomi. 

Teknologi baru melahirkan pola produksi dan aktifitas ekonomi yang baru juga. Karena itu tenaga kerja baru, khususnya anak muda yang akan dan baru memasuki dunia kerja.

Beradaptasi dengan perubahan. 


Sandi menjelaskan juga diperlukan keterampilan dan pengetahuan yang menyesuaikan dengan kecepatan perubahan teknologi dan inovasi

"Harus dapat menyesuaikan dan beradaptasi dengan perubahan yang pesat tersebut. Diperlukan keterampilan dan pengetahuan yang menyesuaikan dengan kecepatan perubahan teknologi dan inovasi tersebut," jelasnya.

Sandi memahami betapa besar kesempatan terciptanya kesejahteraan bagi wirausahawan yang berhasil. Namun untuk berhasil tentunya tidak mudah. 

"Untuk berhasil memerlukan kapasitas, pengetahuan, ketrampilan, akses terhadap modal, akses terhadap pasar dan seterusnya. Dalam konteks politik, maka diperlukan keberpihakan negara atas tumbuh kembangnya kewirausahaan dan UMKM," jelasnya.
Bagikan:
Komentar

Terbaru