5 Jenis branding fundamental untuk pebisnis masa kini

Pebisnis dapat mendefinisikan pelanggan ideal berdasarkan usia pelanggan, lokasi, jenis kelamin, minat, kebutuhan, perilaku pembelian saat ini.

Editor: Hendrik Syah
Bagikan:
cover | topik.id
Branding bukan hanya sekedar merek agar dikenal secara luas, namun sebagai penyampaian pesan produk atau jasa yang dikelola perusahaan secara keseluruhan untuk meyakinkan publik bahwa brand yang ditawarkan merupakan yang terbaik.

Branding merupakan simbol nama, istilah, tanda, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi jasa, produk dan komunitas penjual yang dapat membedakannya dari barang atau jasa kompetitor. 

Kini definisi branding semakin berkembang dengan kemajuan teknologi, branding sekarang didefinisikan sebagai kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan perusahaan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand. 

Namun jenis branding apa saja yang diperlukan untuk pebisnis agar proses branding maksimal dari kemajuan teknologi sekarang? baik dari unsur branding mendasar hingga branding di media sosial.

Berikut ulasan 5 jenis branding fundamental (mendasar) untuk pebisnis yang dirangkum TOPIK.ID, Jumat (2/10/2020) dari jurnal Philip Kotler seorang profesor pemasaran di Amerika Serikat.

1. Perusahaan.

Semua aspek perusahaan mulai dari produk atau jasa yang ditawarkan sampai kontribusi karyawan dimata masyarakat. Corporate branding sangat penting untuk mengembangkan reputasi perusahaan di pasar.

2. Produk.

Adalah jenis branding yang paling umum. Hal ini karena produk atau merek yang berhasil adalah produk yang mampu mendorong konsumen untuk memilih produk miliknya di atas produk kompetitor pesaingnya.

3. Personal.

Merupakan alat pemasaran yang paling populer di kalangan public figure seperti artis, musisi, politisi, dan lainnya sehingga mereka memiliki pandangan tersendiri di mata publik.

4. Destinasi.

Memiliki tujuan untuk mengenalkan produk atau jasa ketika suatu nama lokasi disebutkan seseorang. Maka saat seseorang menyebut nama kota misalnya Medan maka orang dapat langsung mengingat Istana Maimun.

5. Cultural.

Mengembangkan reputasi tentang lingkungan dan orang-orang dari lokasi atau kebangsaan tertentu.


Menurut Philip Kotler ada beberapa unsur pendukung branding yang harus terpenuhi, seperti:     
  • Nama merek.
  • Logo, meliputi tipe logo, monogram, bendera, dan seterusnya.
  • Tampilan visual, seperti desain produk, desain kemasan, desain seragam, dan lain-lain.
  • Juru bicara, seperti co-founder, maskot, tokoh perusahaan.
  • Suara, seperti ikon bunyi, nada, lagu.
  • Kata-kata, meliputi slogan, tagline, jingle, dan lain-lain.

Branding di media sosial.

Namun bagaimana mengkombinasi kemajuan teknologi dan internet masa kini dengan berkembangnya media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk branding?

Jika memenuhi unsur dan target branding seperti item di atas, bagian terpenting dari proses branding adalah melalui media sosial, karena pebisnis dapat mengetahui dan memahami target pasar lebih dari sebelumnya. 

Pebisnis dapat mendefinisikan pelanggan ideal berdasarkan usia pelanggan, lokasi, jenis kelamin, minat, kebutuhan, perilaku pembelian saat ini, serta tantangan atau rintangan yang ada di masa depan. 

Selain itu, pantau diskusi yang terjadi di media sosial untuk mengetahui topik yang menarik minat konsumen, platform pilihan, dan bentuk konten yang mereka sukai. 

Media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter , Youtube adalah media yang cukup efektif dan efisiens untuk mengkomunikasikan merek. Trafik di media sosial sendiri bisa didapat dengan dua cara organik trafik dan paid trafik berbayar dalam layanan iklan Google, ads.google.com.  

So! apakah Anda sudah memiliki brand yang kuat? karena pebisnis harus mengetahui menciptakan branding yang kuat agar pelanggan lebih percaya dengan produk dan jasa Anda sehingga pelanggan lebih loyal.
Bagikan:
Komentar

Terbaru