Bit Coin tembus 190 Juta, begini penjelasannya

Kini harga bitcoin melewati USD12.950 atau Rp190 juta

Editor: Rizki Hidayat
Bagikan:
cover
Sebuah mata uang baru atau uang elektronik yang diciptakan tahun 2009 lalu oleh seseorang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Salah satu jenis cryptocurrency ini, bitcoin utamanya digunakan dalam transaksi di internet tanpa menggunakan perantara alias tidak menggunakan jasa bank.

Sistemnya bekerja tanpa penyimpanan atau administrator tunggal di mana Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebut bitcoin sebagai sebuah mata uang yang terdesentralisasi .

Banyak juga orang yang hanya memperjualbelikan bitcoin sebagai salah satu kegiatan berinvestasi yang menguntungkan, dan banyak yang menjadi kaya raya karenanya.

Berbeda dengan uang yang biasanya disimpan di rekening bank, bitcoin pada dasarnya disimpan dalam komputer pribadi dengan format file wallet, atau disimpan dalam wallet yang disediakan oleh pihak ketiga.

Kini harga bitcoin melewati USD12.950 atau Rp190 juta Rabu 24 Oktober 2020 siang. Ini merupakan harga tertinggi bitcoin selama dua tahun terakhir. Salah satu faktor pengguat dari meningkatnya harga bitcoin, berasal dari perusahaan Paypal yang mengeluarkan fitur pembayaran untuk bitcoin.

Fitur Paypal tersebut telah mendorong permintaan secara masif hingga membuat harganya mencapai puncaknya. Seperti yang kita ketahui, salah satu faktor yang meningkatkan harga bitcoin adalah banyak permintaan,” 

William Sutanto
Direksi dari Bitcoin Indonesia 

Sebelumnya Bitcoin menyentuh harga Rp183 juta pada bulan Agustus 2020, lalu sempat turun ke USD10.000 atau sekitar Rp150 juta pada September lalu. Dan kini bitcoin dikabarkan terus merangkak naik hingga kini.

Pergerakan harga yang dialami Bitcoin sebenarnya sudah diramalkan sejak awal tahun. Jika dilihat dari masa itu, peningkatan harga bitcoin melebihi 90 persen. Januari 2020, harga bitcoin masih berada di level Rp99 juta atau USD7.300.

Pergerakan harga itu juga membuktikan bitcoin sebagai aset safe haven dan menjadi primadona di musim pandemi ini. Tidak heran orang-orang mengamankan uangnya ke aset kripto yang paling populer tersebut, saat harga instrumen investasi lain tidak mempan dengan ‘serangan’ wabah COVID-19.

Sementara itu aset kripto terpopuler nomor 2, Ethereum akan berinovasi menjadi Ethereum 2.0 dimana peluncurannya dijadwalkan pada akhir tahun ini. Ini juga akan menarik minat orang-orang terhadap cryptocurrency. Sehingga, juga berdampak kepada harga bitcoin.

Bagikan:
Komentar

Terbaru