Menelusuri startup Indonesia hingga BUMN gunakan Google Cloud

Siapa saja startup dan BUMN yang menggunakan layanan Google Cloud selain Gojek dan BRI?

Editor: Eko Lesmana
Bagikan:


Google Cloud dikenal sebagai pemimpin teknologi global saat ini dalam menghadirkan platform cloud. Sebelum membaca lebih jauh mari mengenal apa itu Google Cloud secara sederhana agar lebih mudah memahaminya.

Layanan  Google Cloud pada dasarnya berjalan di atas infrastruktur yang sama dengan yang digunakan oleh Google untuk berbagai produk internalnya seperti Youtube dan Gmail. 

Google Cloud menyediakan serangkaian layanan cloud modular yang termasuk komputasi dan penyimpanan awan secara real-time. Tidak hanya itu saja tetapi juga tersedia analisis data serta pembelajaran mesin pada platform ini. 

Google resmi mengoperasikan data center pertamanya di Jakarta dan menjadi data center Google Cloud kedua yang beroperasi di Asia, seperti diketahui Google Cloud di Jakarta merupakan region pertama milik Google di Indonesia dan yang ke-9 di Asia-Pasifik (APAC).

Teknologi Google dibangun di atas jaringan skala global dan merupakan produk dari hampir 20 tahun inovasi dalam keamanan, arsitektur jaringan, kolaborasi, kecerdasan buatan, dan perangkat lunak sumber terbuka. 

Google juga kini menawarkan seperangkat alat yang direkayasa secara sederhana dan teknologi tak tertandingi di seluruh Google Cloud Platform dan Google Workspace yang membantu menyatukan orang, wawasan, dan ide. 

Pelanggan di lebih dari 150 negara mempercayai Google Cloud untuk memodernisasi lingkungan komputasi mereka untuk dunia digital saat ini.

"Kemitraan strategis dengan perusahaan terkemuka yang mengandalkan open source di bidang pengelolaan dan analisis data memungkinkan kami untuk mengintegrasikan layanan tersebut dengan erat ke dalam Google Cloud, sehingga memudahkan pelanggan perusahaan untuk membuat dan menggunakan aplikasi di cloud publik," tulis Google dalam halaman resminya cloud.google.com.

Dari penelusuran TOPIK.ID, Rabu (14/10/2020), startup di Indonesia seperti Gojek dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menggunakan Google Cloud.


Dari berbagai industri di Indonesia kini memanfaatkan kemajuan teknologi, mulai dari Artificial intelligent (AI), Machine learning (ML) hingga Asisten Digital, Penelusuran, Maps, Voice yang terintegrasi dengan Google Cloud.

Siapa saja startup dan BUMN yang menggunakan layanan Google Cloud selain Gojek dan BRI? 

Berikut deretan startup Indonesia dan BUMN yang menggunakan layanan Google Cloud yang dirangkum TOPIK.ID, Rabu (14/10/2020).
[cut]


Bank BRI.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan di antara penduduk Indonesia melalui digital banking peraih penghargaan, dan menghasilkan pendapatan menggunakan fitur monetisasi Apigee untuk API fintech.

Gojek.

Menggunakan Google Cloud Platform dan Google Maps Platform, GO-JEK berhasil mengukuhkan diri sebagai platform multi-layanan on-demand unggulan yang juga salah satu dari beberapa unicorn yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Traveloka.

Dengan teknologi Google Cloud, seperti BigQuery, Traveloka telah membangun arsitektur data yang memenuhi semua persyaratan terkait kinerja dan ketersediaan, memungkinkan bisnis untuk mendapatkan insight yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti dari volume data yang besar.

Tokopedia.

Tokopedia, sebuah perusahaan teknologi terkemuka yang juga merupakan salah satu situs marketplace terbesar di Indonesia, sanggup melayani 5,9 juta penjual dan 90 juta pengguna aktif setiap bulan. Tokopedia memiliki peluang besar dan menantang agar perdagangan berbasis teknologi dapat diakses untuk 260 juta penduduk Indonesia.

tiket.com.

Dengan Google Cloud, tiket.com mampu mengendalikan biaya dan meningkatkan skalabilitas, keandalan, dan kinerja, serta mendapatkan insights yang diperlukan untuk mewujudkan visinya untuk menjadi agen perjalanan online yang paling customer-centric, atau berfokus pada pelanggan, di Indonesia.
[cut]


Pegadaian.

Sejak bermigrasi ke G Suite, Pegadaian mampu meningkatkan efisiensi alur kerja, mengurangi biaya perjalanan, dan mampu bersaing lebih baik dengan pemain baru di industri jasa keuangan.

Blibli.com.

Perusahaan e-commerce Indonesia, Blibli.com, telah beralih ke Google Cloud Platform untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis, memberi tim analis akses yang lebih cepat ke data, dan mendemokratisasikan akses data.

Warung Pintar.

Dengan Google Cloud, Warung Pintar mengembangkan produk teknologi dalam membantu warung – seperti kios dan toko kecil – dalam mencatat dan mengelola transaksi penjualan. Perusahaan ini bertujuan untuk membantu warung dalam memaksimalkan kontribusi mereka bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia.

Ruangguru.

Dengan Google Cloud Platform, Ruangguru berhasil menyediakan berbagai aplikasi yang efisien dan turut meningkatkan layanan pendidikan digital di Indonesia.

MyRepublic.

Memanfaatkan G Suite, MyRepublic beroperasi sebagai penyedia telekomunikasi yang gesit yang memberikan paket-paket internet kompetitif kepada konsumen dan bisnis di berbagai bidang.

Qlue.

Dengan Google Cloud Platform, Qlue menyediakan beragam aplikasi Smart City yang meningkatkan taraf hidup penduduk di kota-kota di Indonesia.

Angkasa Pura Supports.

Angkasa Pura Supports bermigrasi ke Google Cloud untuk memperbaiki proses kerjanya untuk mendorong dan mengarahkan tujuan perusahaan.

Zalora.

Menggunakan Google BigQuery dengan Google Analytics, Zalora telah berhasil meningkatkan penjualan dan pendapatannya dengan mempersonalisasi pengalaman pelanggan di situs web dan aplikasi mobile-nya.
[cut]


Nodeflux.

Dengan Google Cloud, Nodeflux telah berhasil mengembangkan perangkat lunak sebagai versi layanan dari platform AI-nya. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memangkas waktu deployment pelanggan dari satu bulan menjadi satu hari, dan menurunkan biaya proof of concept ke pelanggan secara signifikan.

Sleekr.

Menggunakan Google Cloud Platform, Sleekr telah berhasil mengurangi biaya dan waktu deployment selagi terus merealisasikan visinya untuk membantu pelanggannya agar lebih berkembang, menjadi lebih efisien, dan bersaing dengan efektif.

Style Theory.

Style Theory berhasil menghemat anggaran dengan bermigrasi ke Google Cloud dan mempercepat waktu peluncuran produk baru ke pasar dengan Google Kubernetes Engine untuk menciptakan infrastruktur yang lebih efisien.

Samudera Indonesia.

Samudera Indonesia mengkonsolidasikan beberapa platform ke dalam G Suite, yang dapat mengurangi biaya email dan menyediakan akses seluler ke aplikasi produktivitas perusahaan.

Carousell.

Dengan GCP dan G Suite, Carousell telah menjadi bisnis kolaborasi yang dinamis yang menyediakan marketplace iklan baris seluler yang digunakan oleh jutaan orang untuk membeli, menjual, atau sekadar mengobrol.

Vidio.

Dengan Google Cloud, Vidio memiliki tempat kerja yang kolaboratif dan aman, serta infrastruktur yang skalabel dan cost-effective untuk menyediakan layanan video OTT (over-the-top) kepada lebih dari 60 juta penduduk Indonesia.

Chope.

Dengan Google Cloud, Chope memproses, menganalisis, dan melaporkan 775.000 records per hari dengan cepat, membantu pengguna menemukan restoran di sekitar mereka, dan mencari restoran yang menyajikan hidangan yang mereka inginkan.

Ninja Van.

Ninja Van menangani lalu lintas data yang super sibuk secara efisien dengan Google Kubernetes Engine dan meningkatkan pengambilan keputusan berdasarkan data dengan Cloud Dataproc.
Bagikan:
Komentar

Terbaru