5 Negara terdepan pembangunan berkelanjutan sesuai tujuan SDGs

Hendrik Syahputra

Data ini satu-satunya laporan resmi PBB yang memantau kemajuan global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030, Sustainable Development Goals.

cover | topik.id


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2022.

Data ini satu-satunya laporan resmi PBB yang memantau kemajuan global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030, Sustainable Development Goals (SDGs).

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

17 tujuan SDGs

TPB/SDGs adalah komitmen global bersama antar negara anggota PBB dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan yaitu:

1. Tanpa Kemiskinan.
2. Tanpa Kelaparan.
3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
4. Pendidikan Berkualitas.
5. Kesetaraan Gender.
6. Air Bersih dan Sanitasi Layak.
7. Energi Bersih dan Terjangkau.
8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
10. Berkurangnya Kesenjangan.
11. Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
12. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
13. Penanganan Perubahan Iklim.
14. Ekosistem Lautan.
15. Ekosistem Daratan.
16. Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh.
17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

PBB melaporkan krisis yang berjenjang dan saling terkait menempatkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dalam bahaya besar, bersama dengan kelangsungan hidup umat manusia sendiri. 

Laporan tersebut menyoroti tingkat keparahan dan besarnya tantangan yang ada di muka bumi. 

"Pertemuan krisis, yang didominasi oleh COVID-19, perubahan iklim, dan konflik, menciptakan dampak lanjutan pada pangan dan gizi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta perdamaian dan keamanan, dan memengaruhi semua Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Sustainable Development Goals," keterangan tertulis dari laporan tersebut. 

Jika tren saat ini dipertahankan, dunia kemungkinan besar akan gagal mencapai tujuannya kecuali negara mempercepat program pembangunan di semua negara. 


Kemajuan sangat lambat dalam mencapai SDG 13: 'Climate Action', karena kenaikan harga bahan bakar selain pertimbangan ekonomi jangka pendek memperlambat transisi ke energi hijau.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengutarakan anggota PBB harus bisa bangkit lebih tinggi untuk menyelamatkan tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Kita harus bangkit lebih tinggi untuk menyelamatkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan tetap setia pada janji kita akan dunia yang damai, bermartabat, dan sejahtera di planet yang sehat," jelas Antonio Guterres dari laman resmi laporan tersebut.
Lantas, dalam menghadapi tantangan global multidimensi seperti itu, negara mana yang telah mencapai kemajuan paling banyak sejauh ini? Berikut lima negara terdepan pembangunan berkelanjutan sesuai tujuan SDGs yang dirangkum TOPIK.ID, Kamis (8/12/2022).
[cut]
cover | topik.id

1. Austria.

Austria telah memenuhi tujuan SDGs ''Tanpa Kemiskinan' dan 'Energi yang Terjangkau dan Bersih' dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai 'Air Bersih dan Sanitasi', serta 'Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan'.

Pemerintah Austria percaya bahwa digitalisasi dan transformasi digital harus menjadi prioritas dalam perencanaan dan intervensi kebijakannya.

Pemerintah Austria juga mengizinkan akses transparan warga negara dan bisnis Austria ke platform pemerintah digital dapat membantu mengatasi beberapa SDGs sekaligus. 

Salah satunya, Austria telah mengusulkan inisiatif kepada UE untuk meningkatkan penggunaan hidrogen sebagai sumber energi yang efisien untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.

Adopsi SDGs merupakan tonggak penting dalam pembangunan, dan tanda yang menjanjikan dari potensi kerja sama global. 

Oleh karena itu penting bagi negara-negara untuk belajar dari keberhasilan satu sama lain untuk memastikan bahwa tujuan tercapai.

2. Swedia.

Swedia telah memenuhi targetnya untuk 'Tanpa Kemiskinan', 'Kesetaraan Gender', dan 'Energi yang Terjangkau dan Bersih'. 

Ini berada dalam tujuan yang tepat untuk mencapai 'Air Bersih dan Sanitasi', 'Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi', 'Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat', dan 'Kemitraan untuk Tujuan'.

Swedia telah banyak berinvestasi dalam kebijakan dan intervensi yang inovatif, berkelanjutan, dan berfokus pada iklim. 

Untuk memastikan partisipasi berbagai aktor di dalam negeri, Swedia memfokuskan pada Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai sarana yang efektif untuk mendorong kemajuannya. 

Pemerintah juga bermitra dengan anggota komunitas ilmiah untuk mempelopori solusi berbasis bukti untuk tantangan lingkungan global.
[cut]
cover | topik.id

3. Denmark.

Denmark telah memenuhi 3 tujuan SDGs: 'No Poverty', 'Fordable and Clean Energy', dan 'Reduced Inequalities'. 

Ini berada di tujuan yang tepat untuk mencapai 'Kesetaraan Gender', 'Air Bersih dan Sanitasi', 'Industri, Inovasi dan Infrastruktur', 'Hidup di Tanah', dan 'Kemitraan untuk Tujuan'. 

Sejalan dengan semangat kooperatif dan multilateral SDGs, Denmark telah membentuk tim antar-kementerian untuk merencanakan dan menyelaraskan kerja secara efisien di berbagai lembaga negara. 

Pemerintah Denmark telah mengarahkan pandangannya pada energi hijau dan mengatasi perubahan iklim. 

Untuk itu, pihaknya juga bermitra dengan Jerman untuk bersama-sama menyelaraskan tujuan SDGs dan Perjanjian Paris.

4. Finlandia.

Finlandia sejauh ini telah memenuhi 3 SDGs: 'Tanpa Kemiskinan', 'Pendidikan Berkualitas', dan 'Energi Bersih dan Terjangkau'. 

Ini juga berada di jalur tujuan yang tepat untuk mencapai 'Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi'.

Filosofi Finlandia merupakan transisi ke ekonomi sirkular, yang menekankan penggunaan kembali, daur ulang, perbaikan, dan perampingan sumber daya yang ada daripada mengekstraksi yang baru. 

Dalam jangka panjang, pendekatan ini kondusif untuk pengelolaan sumber daya yang efisien dan peningkatan keberlanjutan, menjadikannya efektif dalam menangani berbagai tujuan yang saling berhubungan secara bersamaan. 

Salah satu alasan utama di balik kesuksesan Finlandia adalah metode desentralisasi dalam menangani ambisinya.

Pemerintah kota otonom merencanakan intervensi mereka sendiri sejalan dengan pengetahuan mereka tentang kebutuhan dan kapasitas lokal.

5. Norwegia.

Norwegia telah mencapai 'No Poverty', 'Gender Equality', 'Ffordable and Clean Energy', 'Reduced Inequalities', dan 'Partnerships for the Goals'. 

Ini berada di jalur yang tepat untuk mencapai 'Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan' dan 'Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat'.

Pemerintah Norwegia memuji dukungannya yang kuat terhadap sistem kesejahteraan sosial atas kemajuannya yang mengesankan dalam mencapai targetnya. 

Sejalan dengan prinsip PBB Leaving No One Behind (LNOB), Norwegia telah mengupayakan keterlibatan dan partisipasi serikat pekerja dan aktor masyarakat sipil untuk memberdayakan masyarakat Norwegia yang paling tidak beruntung.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks