5 Trik jitu dari Microsoft membuat prompt untuk AI di Copilot

Ardi Nugraha

Salah satu aspek terpenting dari penggunaan AI adalah kemampuan untuk memberikan instruksi yang jelas.

cover | foto: microsoft
Kemajuan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah membuka peluang berbagai kemungkinan baru dalam berbagai bidang, dari bisnis hingga pendidikan. 

Salah satu aspek terpenting dari penggunaan AI adalah kemampuan untuk memberikan instruksi yang jelas dan efektif kepada sistem AI, yang sering kali dilakukan melalui apa yang disebut prompt. 

Penulis digital inside Microsoft, Lukas Velush mengungkapkan dalam blog resmi Microsoft, prompt adalah kunci dari semuaya. ia telah mempelajari, di antara banyak hal, bahwa semakin baik prompt, semakin baik juga bantuan AI yang akan didapatkan.
"Revolusi AI telah hadir, dan di Microsoft, kami menemukan bahwa cara terbaik untuk memanfaatkannya adalah mempelajari bagaimana memberikannya instruksi (prompting). Kami telah mempelajari, di antara banyak hal, bahwa semakin baik prompt Anda, semakin baik juga bantuan AI yang akan Anda dapatkan," jelas Lukas dalam postingan tersebut.
Lantas apa itu prompt? 

Prompt adalah istilah yang digunakan dalam konteks kecerdasan buatan dan pemrosesan bahasa alami Natural Language Processing (NLP) untuk merujuk pada instruksi atau pertanyaan yang diberikan kepada sistem AI. 

Tujuannya adalah untuk memicu respon atau tindakan tertentu dari AI berdasarkan perintah yang diberikan. Prompt bisa berbentuk kalimat, paragraf, atau bahkan serangkaian perintah yang dirancang untuk menghasilkan output yang spesifik dari AI.

Seperti diketahui prompt merupakan perintah atau pertanyaan yang diberikan kepada AI untuk memicu respon tertentu. Microsoft, sebagai salah satu pemimpin dalam inovasi teknologi, telah berbagi beberapa trik jitu dalam membuat prompt yang efektif untuk AI. 

Berikut adalah lima trik yang dapat digunakan untuk memaksimalkan potensi AI di Copilot yang dirangkaum topik.id dari laman Microsoft:

1. Pahami persona Anda.

Mulai dengan memberi tahu Copilot peran/persona apa yang Anda ingin Copilot mainkan, sehingga Copilot dapat memberikan jawabannya dengan tepat. Misalnya, Anda dapat mengatakan, “Anda adalah seorang komunikator internal, tolong buat pesan untuk menginformasikan karyawan bahwa mereka harus melakukan pembaruan keamanan Windows terbaru.”

Beri tahu Copilot apa yang Anda butuhkan.

Terdapat banyak jenis prompt yang dapat Anda gunakan sesuai dengan pekerjaan yang ingin diselesaikan. Misalnya:
  • Mempelajari proyek dan konsep: “Apa itu [Proyek X] dan siapa saja pemangku kepentingan (stakeholders) utama yang terlibat?”
  • Edit teks: “Periksa alasan ketidakkonsistenan dari peluncuran produk ini.”
  • Ubah dokumen: “Ubah dokumen FAQ ini menjadi sebuah panduan orientasi sebanyak 10 slide.”
  • Merangkum informasi: “Tulis sebuah abstrak untuk [presentasi] ini.”
  • Membuat konten menarik: “Buat proposisi nilai untuk [Produk X].”
  • Mengejar ketertinggalan: “Berikan ringkasan dari pembaruan dan tindakan pada [Proyek X].”

2. Tentukan tujuan yang jelas.

Secara sederhana, tujuannya adalah apa yang Anda ingin Copilot lakukan. Merangkum sebuah rapat? Membuat draf email? Membuat rangkuman dari sebuah presentasi?

Masukkan bahan prompt yang sesuai.

Untuk respons terbaik, penting untuk fokus kepada beberapa material. Misalnya:
  • Tujuan: Jawaban apa yang Anda inginkan dari Copilot?
  • Konteks: Kenapa Anda membutuhkannya dan siapa yang terlibat?
  • Sumber: Sumber informasi atau contoh mana yang harus Copilot gunakan?
  • Ekspektasi: Bagaimana seharusnya Copilot merespons agar sesuai dengan ekspektasi Anda?
  • Berikut adalah sebuah contoh: Copilot, tolong hasilkan 3-5 poin [tujuan Anda] untuk persiapan rapat saya dengan Klien X untuk membahas “Fase 3+ brand campaign [konteks Anda]. Fokus kepada email dan Teams chats dari Juni [sumber Anda]. Tolong gunakan bahasa sederhana agar saya dapat mempercepat [ekspektasi Anda].

3. Kenali audiens.

Mengenali audiens Anda dan memperjelasnya ke Copilot adalah elemen penting dari prompting, karena audiens berbeda memiliki ekspektasi dan kebutuhan berbeda. Apakah Anda mencoba menghubungi manajer dengan 20 tahun pengalaman? Karyawan entry-level baru? Seorang IT profesional? Atau CEO yang sibuk?

4. Buat parameter.

Entah Anda ingin terdengar informal, profesional, atau di antara keduanya, Copilot dapat membantu Anda dengan baik ketika Copilot memahami apa yang Anda cari dalam hal nada, panjang teks, jumlah kata, atau batasan lainnya yang Anda tetapkan.

Misalnya, presentasi teknis berdurasi satu jam di sebuah konferensi akan memiliki nada berbeda dengan sebuah tweet. Nada dengan humor kemungkinan tidak sesuai untuk pesan kepada atasan. Sebaliknya, nada formal mungkin bukan yang terbaik untuk unggahan di media sosial.

Di sini sekali lagi, kualitas dari hasil (output) bergantung kepada kualitas dari masukan (input). Beri tahu Copilot apakah Anda mengharapkan tingkat bacaan siswa di kelas 6 atau tingkat yang diperlukan untuk memahami bacaan akademik. 

Rangkuman untuk seseorang di C-suite akan memiliki parameter berbeda dari unggahan blog untuk konsumen. Beri tahu Copilot jumlah kata, format yang diinginkan (seperti list dengan poin-poin), dan apakah ada batasan, lalu biarkan Copilot melakukan tugasnya.

Jaga percakapan agar tetap berlangsung.

Menindaklanjuti prompt Anda membantu kolaborasi dengan Copilot untuk mendapatkan jawaban bermanfaat dan sesuai. Sebagai contoh:
  • Menghasilkan ide-ide konten: Mulai dengan permintaan general, kemudian berikan detail spesifik mengenai konten.
  • Menjadikan rapat informatif: Minta rekap rapat, kemudian minta informasi lebih lanjut mengenai apa yang harus Anda ketahui.
  • Bantuan storytelling: Minta Copilot untuk membuat cerita, kemudian pandu dengan memberikan detail yang lebih spesifik dan relevan.
  • Mendapatkan wawasan: Minta ringkasan dari file spesifik, kemudian ajukan pertanyaan relevan untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam.
  • Menerjemahkan bahasa: Minta Copilot untuk menerjemahkan sebuah kalimat dalam salah satu bahasa yang tersedia, kemudian minta lebih banyak konteks atau dialek.
  • Memecahkan masalah teknis: Sajikan sebuah masalah teknis, kemudian persempit, atau minta panduan langkah demi langkah.

5. Tambahkan konteks.

Konteks meliputi berbagai input untuk Copilot, jadi buatlah sespesifik mungkin dan tambahkan informasi sebanyak mungkin. Secara umum, semakin banyak konteks, detail, dan informasi yang Anda berikan, semakin baik hasil yang akan Anda dapatkan. 

Jika Anda memiliki contoh dokumen mirip dengan format yang Anda inginkan, tunjukkan itu kepada Copilot. Anda akan terkejut betapa jauh lebih baik hasilnya ketika Anda memberikan instruksi yang jelas kepada Copilot.

Anda tidak harus menulis prompt yang panjang untuk menjadikan prompt tersebut efektif.

Petunjuk penting untuk diingat.

Pastikan untuk mengevaluasi semua konten yang diberikan Copilot sebelum menggunakannya.

  • Ketahui batasan Copilot: Copilot hanya terbatas pada percakapan saat ini, jadi berikan banyak detail.
  • Bertindak profesional: Menggunakan bahasa sopan meningkatkan respons Copilot.
  • Berkomunikasi dengan jelas: Perhatikan tanda baca, tata bahasa, dan kapitalisasi.
  • Gunakan tanda kutip: Ini membantu Copilot mengetahui apa yang harus ditulis, dimodifikasi, atau diganti untuk Anda.
  • Mulai dari awal: Hindari interupsi dan masukkan “topik baru” ketika beralih tugas.
  • Poin-poin utama
Ini adalah beberapa tips untuk memaksimalkan Copilot:
  • Gunakan lima elemen untuk prompt kuat untuk komunikasi: Persona, tujuan, audiens, parameter, dan konteks.
  • Ingat bahwa prompting adalah komponen penting dalam bekerja dengan Copilot—semakin baik prompt, semakin baik hasil yang akan diberikan.
  • Anda tidak harus menjadi komunikator profesional untuk dapat merasakan manfaat dari tips-tips ini—hampir setiap pekerjaan melibatkan komunikasi, entah untuk menulis email, membuat presentasi, atau berinteraksi dengan pelanggan.
  • Copilot hanyalah sebuah alat Anda. Copilot tidak dimaksudkan untuk menggantikan, melainkan untuk menambah pengetahuan dan kemampuan Anda.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


Digilife Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks