— Acemagic kembali memperluas lini komputer mungilnya melalui F2A, sebuah mini PC yang menawarkan kombinasi performa tinggi, kemampuan AI lokal, dan konektivitas modern. Perangkat ini hadir untuk pengguna yang membutuhkan komputer bertenaga tanpa harus menyediakan ruang sebesar desktop konvensional.

Di balik dimensinya yang hanya 128 x 128 x 37 mm, F2A membawa prosesor Intel Core Ultra X7 358H berbasis Intel Panther Lake. Acemagic juga membekalinya dengan memori 32GB LPDDR5X dan SSD NVMe 1TB, sehingga perangkat tersebut siap digunakan untuk berbagai kebutuhan sejak pertama kali dinyalakan.

Intel Panther Lake Jadi Penggerak Utama Acemagic F2A

Acemagic F2A mengandalkan Intel Core Ultra X7 358H dengan konfigurasi 16 core. Prosesor tersebut dibuat menggunakan proses Intel 18A dan mengadopsi rancangan core hybrid untuk menyeimbangkan kebutuhan performa dan efisiensi.

Fokus terhadap kecerdasan buatan menjadi salah satu aspek yang membedakan F2A dari mini PC biasa. NPU yang tertanam pada prosesor mampu memberikan kemampuan hingga 50 TOPS untuk menjalankan berbagai beban kerja AI.

Jika seluruh komponen pemrosesan diperhitungkan, yakni CPU, NPU, dan GPU terintegrasi, F2A diklaim mampu mencapai performa AI teoritis hingga 180 TOPS.

Kemampuan ini membuka peluang penggunaan AI secara langsung di perangkat. Pengguna tidak selalu harus mengandalkan pemrosesan berbasis cloud untuk menjalankan aplikasi tertentu yang membutuhkan akselerasi kecerdasan buatan.

Bagi pekerja profesional dan kreator konten, kemampuan tersebut dapat menjadi nilai tambah, terutama ketika mini PC digunakan untuk menangani aplikasi yang semakin banyak memanfaatkan fitur AI.

GPU Arc B390 Siap Menangani Grafis

Untuk pengolahan grafis, F2A menggunakan GPU terintegrasi Intel Arc B390 dengan arsitektur Xe3. GPU ini memiliki 12 Xe-core dan mendukung berbagai fitur grafis modern.

Acemagic menyebut GPU tersebut mendukung ray tracing, XeSS serta encoding dan decoding video AV1. Konfigurasi ini membuat F2A tidak hanya cocok untuk pekerjaan produktivitas, tetapi juga mampu menangani konsumsi multimedia dan gaming pada tingkat tertentu.

Pengguna yang menginginkan kemampuan grafis lebih tinggi juga tidak sepenuhnya dibatasi oleh GPU bawaan. Port USB4 40Gbps yang tersedia memungkinkan F2A terhubung dengan eGPU.

Solusi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang suatu saat membutuhkan kemampuan grafis lebih besar untuk menjalankan game berat atau pekerjaan kreatif dengan beban GPU tinggi.

Penyimpanan Bisa Diperluas hingga 4TB

Acemagic memasangkan F2A dengan RAM LPDDR5X 32GB yang terintegrasi langsung pada motherboard. Untuk penyimpanan, tersedia SSD NVMe 1TB.

Meski menggunakan bodi kecil, perusahaan masih menyediakan dua slot M.2 2280. Total kapasitas penyimpanan dapat diperluas hingga 4TB. Salah satu slot mendukung PCIe 4.0, sementara slot lainnya menggunakan PCIe 5.0.

Ketersediaan dua slot tersebut membuat F2A lebih fleksibel dibandingkan mini PC yang hanya menyediakan satu media penyimpanan.

Dari sisi konektivitas, perangkat memiliki USB4 Type-C 40Gbps, dua USB 3.2 Gen 2 Type-A, dan jack audio 3,5 mm di bagian depan.

Panel belakangnya menyediakan HDMI 2.1 TMDS, DisplayPort, dua port Ethernet 2,5Gbps, dua USB 3.2 Gen 1 Type-A, serta USB-C 20Gbps yang mendukung Power Delivery 100W dan DisplayPort 1.4.

Untuk koneksi nirkabel, Acemagic menyertakan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.

Empat Monitor dan Dukungan 8K

Kemampuan multi-monitor menjadi keunggulan lain yang ditawarkan F2A. Mini PC ini dapat menjalankan hingga empat layar sekaligus.

Bahkan, dukungan resolusi hingga 8K melalui DisplayPort 2.1 membuat perangkat ini cukup menarik bagi pengguna profesional yang membutuhkan area kerja visual luas.

Acemagic F2A menjalankan Windows 11 Pro sejak dari pabrik. Pengguna yang lebih menyukai sistem operasi terbuka juga dapat memasang Linux atau Ubuntu sesuai kebutuhan.

Untuk harganya, F2A ditawarkan US$1.099 atau sekitar Rp17,5 juta selama periode pre-order. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga normal US$1.699.

Pengiriman unit dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026. Dengan kombinasi prosesor Intel Panther Lake, AI hingga 180 TOPS, GPU Arc B390, konektivitas lengkap, dan bodi ultra-ringkas, Acemagic F2A menyasar pengguna yang menginginkan kemampuan workstation dalam ukuran yang jauh lebih kecil.